Waspada
Waspada » Gubsu: Keberadaan Museum Sangat Penting
Budaya

Gubsu: Keberadaan Museum Sangat Penting

GUBSU bersama istri mengunjungi salah satu stand pameran Festival Museum Sumut 2020, Kamis (17/9). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan keberadaan museum sangat penting dan harus ada sebagai kiblat jejak sejarah, termasuk sejarah adat budaya khususnya di Sumatera Utara untuk bisa diketahui para anak cucu kelak.

“Melalui museum kita dan anak cucu kita kelak bisa tahu tentang sejarah, adat istiadat dan budaya seluruh daerah di Sumut pada masa yang lalu, masa yang sekarang dan masa yang akan datang,” ujar Gubsu Edy Rahmayadi.

Hal itu disampaikan Gubsu saat membuka resmi Festival Museum Sumatera Utara 2020 di Gedung Museum Sumut, Jl. Gedung Arca Medan, Kamis (17/9). Gubsu berharap pengelolaan Museum Sumut dapat terus ditingkatkan sehingga masyarakat semakin tertarik berkunjung.

Gubsu dalam kesempatan ini mempersilakan masyarakat Sumut hadir dan memanfaatkan Festival Museum Sumut yang berlangsung 17-19 September ini untuk mengetahui sejarah Sumut dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang sesuai dengan tema festival.

Menurut Gubsu, negara yang maju pasti negara itu menghargai dan benar-benar menjadikan museum sebagai tempat yang menarik minat orang untuk melihatnya.

“Keterlambatan kita tidak punya museum pada waktu lampau, karena pada masa-masa nenek moyang kita dahulu begitu sulit dalam hidup. Tapi mereka dulu begitu nyaman di masanya yang tidak boleh kita lupakan,” katanya.

Menurut Gubsu, di Pulau Nias ada museum yang dibangun oleh orang Jerman, tapi sudah mau ditutup karena tidak mampu menutupi biaya operasional. “Museum itu suda ada yang mau membeli orang Singapura, tapi pemiliknya lebih mamilih untuk menutup. Lalu saya perintahkan Kadis Kebudayaan Pariwisata Sumut agar ambil alih museum itu,” ucapnya.

Saat ini, kata Gubsu, 28 kabupaten/kota di Sumut sudah punya museum. Namun masih ada lima daerah lagi yang belum punya museum. “Itu pun bupatinya masih mau maju untuk periode kedua, padahal tak ada museum dibangunnya di daerah itu,” beber Gubsu.

Gubsu berharap dengan renovasi yang sedangkan dilakukan terharap Museum Sumut, maka ke depan museum ini semakin baik dan layak untuk dibanggakan.

“Bila ada orang yang punya skll, silakan ikut berkreasi untuk mengembangkan museum ini. Kita harus terbuka, siapapun bisa ikut serta dalam mencurahkan apa yang ada di benak kepalanya, inilah museum tidak ada nuansa politiknya,” sebutnya.

Stand Pameran

KETUA TP PKK Sumut, Ny Hj Nawal Edy Rahmayadi mengunting pita tanda dimulainya kunjungan ke stand-stand pameran. Waspada/ist

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, dr Ria Novida Telaumbanua MKes, mengatakan festival kali ini menghadirkan 14 stand pameran yang memamerkan berbagai keunikan kebudayaan sejumlah etnis di Sumut.

“Tahun lalu Festival Museum Sumut diikuti seluruh museum yang ada di kabupaten dan kota di Sumut. Namun tahun ini tidak, karena adanya pandemi Covid-19. Hanya beberapa museum yang hadir seperti Museum Perkebunan,” ujar Ria.

Ria mengatakan Festival Museum Sumut kali ini digelar dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. “Pengunjung yang hadir wajib lebih dulu mencuci tangan dan memakai masker,” ucapnya.

Ditambahkan Ria, saat ini Museum Negeri Sumut dalam masa renovasi tahap pertama. Selanjutnya tahap kedua pada 2021 sekaligus finishing. “Kita harapkan Museum Negeri Sumut ke depan menjadi bagian destinasi wisaya yang semakin diminati di Sumut,” ucapnya.

Usai acara pembukaan, selanjutnya Gubsu dan rombongan berkenan meninjau stand-stand pameran. Sebelumnya lebih dulu dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Sumut, Ny Hj Nawal Edy Rahmayadi. (m18)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2