Dukung Musisi Jalanan, 5 Ruang Publik Ini Raih Penghargaan

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) Kemendikbudristek memberikan piagam penghargaan kepada 5 pengelola ruang eskpresi publik yang dinilai sangat konsisten pemajuan kebudayaan melalui penyediaan ruang ekspresi bagi para musisi jalanan.

Kelimanya adalah Pejaten Mall, Cibubur Junction , Depok Town Square , Mall Kalibata City Square  dan PT. MRT Jakarta.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Direktur PTLK Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Judi Wahjudin di Atrium Utama Pejaten Mall, Jakarta Selatan, Kamis (18/11).

“Beberapa mall dan pengelola ruang publik menjadi mitra yang paling konsisten menjalankan kegiatan pentas ekspresi seniman jalanan sampai hari ini. Pejaten Mall, adalah mall pertama yang menjalankan program ini sejak tahun 2017, lalu diikuti oleh mall-mall lainnya. Tahun 2020, untuk pertama kalinya para musisi jalanan mendapatkan akses mengamen di sarana transportasi publik modern MRT Jakarta,” ujar Judi.

Program Pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang diinisiasi oleh Institut Musik Jalanan bersama Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek RI telah berjalan secara konsisten selama empat (4) tahun. Sejalan dengan amanat Undang-undang Pemajuan Kebudayaan, program ini telah memberikan dampak yang sangat besar bagi musisi-musisi jalanan. Pada mulanya, program ini bertujuan hanya untuk memberikan pembinaan/pembekalan bermusik pada para pengamen/musisi jalanan saja. Program ini kemudian berkembang melalui kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan ruang ekspresi bagi para musisi jalanan untuk mencari nafkah dengan aman dan nyaman sehingga keberadaan mereka tidak mengganggu ketertiban dan aktifitas masyarakat.  

Program ini juga mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat, baik pengunjung mall maupun pengguna setia layanan transportasi MRT Jakarta. Tidak hanya untuk musisi jalanan biasa, program ini juga dirasakan manfaatnya bagi pengamen-pengamen difabel (tunanetra) yang sebelumnya mengamen dengan menggunakan alat karaoke gendong. Melalui proses seleksi dan kurasi yang sangat ketat, para musisi jalanan ini kemudian dibentuk dalam kelompok-kelompok musik dan diberikan akses mengamen secara legal oleh Ditjen Kebudayaan dan Institut Musik Jalanan.  

Saat ini ada 40 orang pengamen domisili Jabodetabek yang telah mendapatkan manfaat dari program ini. Setiap hari, mereka secara bergiliran mengamen di mall-mall seperti Pejaten Mall, M Bloc Space, Cibubur Junction, Kalibata City, Depok Town Square, Stasiun MRT Bundaran HI, Hutan Kota GBK dan ruang-ruang publik terbuka lainnya.  

Ditambahkan Judi,  para pelaku budaya, termasuk pemusik jalanan juga sudah ada yang masuk dalam layanan QRIS. Ini memungkinkan semua musisi jalanan yang terkurasi mendapatkan QR Code guna mendapatkan fasilitas apresiasi via scan barcode melalui gawai masing-masing.

QRIS yang didapatkan bisa dipergunakan untuk mendapatkan apresiasi baik kegiatan pertunjukan musik daring maupun via luring. Kelima ruang ekspresi diatas merupakan sarana yang digunakan sebagai Pentas Ekspresi Seniman Jalanan, dimana salah satu cara mereka mendapatkan apresiasi dengan menggunakan QRIS. (J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *