Waspada
Waspada » Apa Kabar Deliserdang?
Budaya

Apa Kabar Deliserdang?

BULAN-BULAN belakangan ini, setiap kali ketemu orang saya selalu ditanya; Apa kabar Deliserdang? Meski tau ke mana arah pertanyaan itu, saya tetap tak paham apa maksud orang-orag bertanya seperti itu.

Dalam satu diskusi kecil yang pernah saya lakukan, jawaban sederhana untuk pertanyaan itu justru berhenti dipertanyaan lain; kenapa Deliserdang? Atau, ada apa dengan Deliserdang?
Kepada mereka-mereka yang bertanya itu, harus saya akui, sampai hari ini Deliserdang memang belum memiliki sarana, prasarana dan perhatian yang memadai untuk menopang aktivitas seni budaya. Itu semua orang sudah tau.
Yang mungkin mereka belum tau adalah, sampai kini belum ada dukungan yang signifikan dari pejabat Pemkab Deliserdang terhadap ide, gagasan dan kreativitas para seniman di daerah ini untuk menjadikan kesenian sebagai aktivitas yang bermartabat dan berkualitas.
Aktivitas berkesenian di Deliserdang masih terkesan sangat individual dan hanya menjadi milik kelompok-kelompok, komunitas atau sanggar-sanggar kesenian belaka. Dukungan dari pemerintah daerah, baik berupa dana maupun fasilitas, walaupun ada, masih terbilang “receh-receh”.
Maka, harus ada upaya yang lebih serius untuk membangun sinergi kreatif antara masyarakat, seniman, budayawan dan aparatur Pemkab Deliserdang guna menumbuh-kembangkan gairah kreatif dan kualitas para seniman di kabupaten ini.
Jujur saja, dalam banyak kasus, para seniman, pekerja dan pegiat kesenian di kabupaten ini seringkali berkarya dengan hanya mengandalkan kemampuan daya dan dananya sendiri.
Fakta selama ini menunjukkan, dengan alasan keterbatasan dana, Pemkab Deliserdang belum bersungguh-sungguh dalam mendukung aktivitas para senimannya.

Belum Mendapat Apresiasi

Keseriusan para seniman Deliserdang untuk meningkatkan kualitas karya kesenian di daerah ini belum mendapat apresiasi positif dari pemerintah kabupaten Deliserdang.
Berbagai gagasan yang coba ditawarkan pada Pemkab Deliserdang seperti membentur tembok. Dimentahkan hanya karena tetek bengek birokrasi dan “bisikan” orang-orang tertentu yang dekat dengan pejabat terkait.
Oleh karena itu saya berharap Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang, Bapak H. Azhari Tambunan dan Bapak Yusuf Siregar, bisa mengambil inisiatif untuk membangkitkan kualitas karya kesenian di Deliserdang tanpa harus menunggu seniman mengajukan proposal terlebih dahulu.
Inisiatif itu bisa dimulai dengan kesediaan Bupati dan Wakil Bupati berdialog dengan para seniman dan pegiat kesenian yang ada di Deliserdang, atau dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar, baik lewat pengalokasian APBD untuk kesenian dan kebudayaan, maupun melalui dana CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Deliserdang, yang jumlahnya cukup besar.
Saya sangat berharap Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang sudi tampil sebagai lokomotif utama untuk meningkatkan kualitas kerja kesenian di kabupaten Deliserdang. Tentunya dengan tidak terus menerus menyerahkan urusan kesenian dan kebudayaan di Deliserdang hanya pada orang-orang terdekat yang mereka kenal.
Pertanyaannya sekarang; apakah selama ini keterlibatan para stakeholder kesenian itu sudah dimaksimalkan oleh Pemkab Deliserdang, atau malah sebaliknya, justru diabaikan?
Jawaban atas pertanyaan itu bisa dilihat dari berapa banyak seniman dan budayawan yang pernah diundang dalam rapat-rapat pembahasan program terkait seni budaya di Pemkab Deliserdang.
Atau, berapa banyak pejabat Pemkab Deliserdang yang hadir dalam peristiwa kesenian yang pernah diselenggarakan di kabupaten ini.
Jika ternyata tak ada satupun pejabat Pemkab yang menghadiri kegiatan kesenian itu, meskipun mereka diundang, maka bersiaplah para seniman dan penggiat kesenian di Deliserdang mengubur mimpinya untuk meningkatkan kualitas kesenian di kabupaten ini.  Ah….. (*)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2