Bripka Roni Surbakti Ditendang Saat Operasi Zebra Toba 2019

BERASTAGI (Waspada): Bripka Roni Surbakti, personil Unit Lantas Polsekta Berastagi ditendang pengemudi sepedamotor saat menggelar razia Operasi Zebra Toba 2019, Sabtu (26/10) di seputaran Tugu Juang Berastagi.

Bripka Roni Surbakti Ditendang Saat Operasi Zebra Toba 2019
Bripka Roni (duduk) korban tendangan pengendara sepedamotor saat melakukan razia.Waspada/Panitra Nedy

Peristiwa berawal saat Kanit Lantas Polsekta Berastagi Ipda Poltak Hutahean bersama 9 orang personilnya, menggelar razia Operasi Zebra Toba 2019 dengan target kendaraan pengguna jalan raya yang tidak melengkapi dokumen dan kelengkapan kendaraan.


Informasi yang berhasil dihimpun Waspada di lapangan menyebutkan, insiden berawal dari kedatangan pengendara sepedamotor berinisial DB, 41, warga Doulu Kec. Berastagi dari arah Tahura menuju kota Berastagi yang saat itu berpenumpang, diberhentikan oleh Bripka Roni Surbakti. 


Permintaan untuk berhenti ke pinggir jalan, rupanya tidak diindahkan DB, sang pengemudi honda bebek, yang tidak memakai helm, dengan alasan hendak berbelanja kebutuhan pesta tahunan di Desa Doulu. Karena standar alat kelengkapan berkendaraan tidak dipenuhi, Bripka Roni Surbakti meminta pengemudi untuk berhenti sebentar guna diperiksa kelengkapan surat-suratnya. Diduga saat kejadian itu, DB terburu-buru dan emosi saat diberhentikan petugas sehingga menendang bagian paha Bripka Roni Surbakti.


Akibat perbuatan tindak pidana ini, Bripka Roni Surbakti memaksa DB untuk berhenti ke tepi jalan sambil memegang stang sepeda motor. Suasana menjadi riuh saat warga dan petugas mengetahui Roni Surbakti dihadiahi tendangan oleh pengendara yang terkena razia.


Bukan hanya petugas, masyarakat Berastagi yang merasa  tidak simpati atas perlakuan pengendara sepedamotor ini, ikut beramai-ramai menjaga tersangka agar tidak kabur dari pengamanan Polisi. Selanjutnya tersangka tindak pidana bersama barang bukti sepeda motor diamankan ke Mapolsekta Berastagi.


Korban, Bripka Roni Surbakti kepada Waspada menyebutkan, sepedamotor yang dikemudikan DB terpaksa diberhentikannya saat itu karena DB sebagai tidak mengenakan hlem dan sepedamotor jenis bebek yang dikendarainya tidak menggunakan nomor polisi.


Saat diminta berhenti, pengendara melawan, tidak mau berhenti dengan alasan mau belanja kebutuhan pesta tahunan di Desa Doulu. Tetapi karena kendaraan tidak memiliki plat nomor polisi dan tidak memakai hlem, petugas menyarankan untuk berhenti sebentar. Permintaan petugas direspon melalui tendangan, kata Roni.


Karena telah berbuat tindak pidana, saya memaksa untuk berhenti di pinggir, malah  pengendara memutar arah dan berhenti di tengah jalan dekat rambu pemblokir jalan seputaran Tugu Juang Betastagi. Saat itulah pengendara diamankan berikut barang bukti sepedamotor dan sudah membuat laporan ke Polsekta Berastagi, katanya.


Kanit Lantas Berastagi Ipda Poltak Hutahayan membenarkan peristiwa itu dan memerintahkan anggotanya untuk membuat laporan sekaligus menyerahkan tersangka untuk diproses secara hukum atas tindakannya, sebutnya.


Kapolsekta Berastagi AKP Pawang Ternalem dihubungi Waspada saat itu menyebutkan, belum mengetahui kejadian tersebut, karena belum mendapat laporan dari anak buahnya.  (cpn)