Sensus Penduduk 2020 Akan Perbaharui Data Penduduk Pidie

SIGLI (Waspada): Sensus penduduk (SP) 2020 dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan metode kombinasi. “Metode kombinasi ini adalah, menggunakan metode sensus Online degan Website pada Februari-Maret 2020. Dan metode tradisional dengan mendatangi penduduk door to door oleh petugas sensus pada Juli 2020. Jadi data Dukcapil sebagai data dasar bukan digabung degan metode pencacahan lapangan” kata Kepala BPS Kabupaten Pidie, Munir Ilyas, SE saat menerima Waspada di ruang kerjanya. Senin (2/12) pagi.

Sensus Penduduk 2020 Akan Perbaharui Data Penduduk Pidie
KEPALA BPS Kabuaten Pidie Munir Ilyas, SE saat menerima Waspada di kantor BPS setempat, Senin (2/12). Waspada/Muhammad Riza

Menurut Munir Ilyas, metode ini dinilainya sangat tepat. Khusus untuk Kabupaten Pidie yang dinilainya data penduduk masih sangat lemah. “Rata-rata penduduk di Kabupaten Pidie, ini tidak tercantum alamat dusun. Coba lihat KTP warga Kabupaten Pidie, rata-rata alamat dusunnya itu tidak tercantum. Hanya berapa persen saja yang ada” katanya.

Karena itu sebut Munir Ilyas, saat ini hampir semua petugas Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) lagi berada di lapangan melakukan kecocokan data dengan bertemu Keuchik (kades) atau kepala dusun. Menurut dia melalui sensus penduduk 2020 data Disdukcapil akan diperbarui berdasarkan info terbaru sehingga nanti bisa menggolongkan data penduduk.

Tidak saja menggunakan data Disdukcapil, Smunir Ilyas, pun menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat akan ditingkatkan dalam sensus penduduk kali ini. Pasalnya, BPS akan mengajak masyarakat untuk melakukan pendataan mandiri secara online. Karena itu, Munir Ilyas, sangat berharap partisipasi masyarakat yang besar dalam pendataan secara online ini. Menurutnya, dengan adanya respons yang baik dari masyarakat maka akan menghasilkan data statistik yang baik pula. (b10)