KLHK Tangani Bau Busuk Di Blok A

  • Bagikan
TURUN KE BLOK A: Tim PPU KLHK bersama Walhi Aceh, melakukan pertemuan dengan warga saat berkunjung ke salah satu rumah warga terkait bau busuk di Blang Nisam, Indra Makmu, Aceh Timur, membahas pencemaran udara dampak dari produksi migas PT Medco E&P Malaka, Rabu (18/1). Waspada/Ist
TURUN KE BLOK A: Tim PPU KLHK bersama Walhi Aceh, melakukan pertemuan dengan warga saat berkunjung ke salah satu rumah warga terkait bau busuk di Blang Nisam, Indra Makmu, Aceh Timur, membahas pencemaran udara dampak dari produksi migas PT Medco E&P Malaka, Rabu (18/1). Waspada/Ist

IDI (Waspada): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, menyambut baik respon cepat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, dalam menangani bau busuk yang diduga dari proses produksi minyak dan gas (migas) yang dikelola PT Medco E&P Malaka, yang dinilai telah menyebabkan pencemaran udara di sekitar lingkar tambang.

“Kita menyambut baik niat baik KLHK-RI yang turun dan bertemu, berdiskusi dan mendengar keluhan warga terkait kebauan yang diduga bersumber dari proses produksi PT Medco,” kata Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, dalam siaran pers diterima Waspada, Jumat (20/1).

Dijelaskan, tim Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) KLHK RI bertemu dengan warga, setelah kelompok perempuan Gampong Blang Nisam (Indra Makmur) bersama Walhi Aceh melaporkan kebauan tersebut yang telah banyak memakan korban, baik perempuan, anak-anak, ibu hamil hingga lansia.

Kedatangan tim PPU KLHK RI ke desa-desa yang selama ini mencium bau busuk, lanjut Ahmad Shalihin, merupakan kemenangan kecil dari warga yang menetap di sekitar lingkar tambang yang dikelola PT Medco EP Malaka. “Warga hari ini memperjuangkan hak-haknya, sehingga hidup sehat dengan udara yang berkualitas,” timpanya.

KLHK Tangani Bau Busuk Di Blok A

Dituliskan, tim PPU KLHK berjumlah dua orang yaitu Jamsen dan Ahmad didampingi Walhi Aceh bertemu dengan perwakilan kelompok perempuan di Blang Nisam, Rabu (18/1) lalu. Tim juga meninjau ke sejumlah titik perumahan warga yang berdekatan dengan PT Medco E&P Malaka.

“Dalam pertemuan selama dua jam lebih, tim PPU KLHK menjaring aspirasi warga, dari kebauan, dampak kesehatan hingga pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan,” tulis Ahmad Shalihin.

Pria yang akrab disapa Om Sol itu menyebutkan, pertemuan antara tim PPU KLHK dengan warga itu menyerap berbagai keluhan yang disampaikan warga terhadap tim PPU KLHK. Persoalan yang paling dominan muncul adalah dampak kebauan yang berakibat terganggu kesehatan hingga aktivitas ekonomi.

“Sejak 2019 hingga akhir 2022, lebih 13 orang menjadi korban dari bau di sekitar lingkar tambang, baik yang dirawat di Puskesmas setempat maupun sebagian korban lainnya dilarikan ke RSUD-ZM Aceh Timur di Idi,” tulis Ahmad Shalihin.

Keluhan mereka sesak nafas, mual, muntah-muntah, pusing, lemas hingga pingsan setelah menghirup bau busuk dari limbah proses produksi PT. Medco E&P Malaka. Korbannya lagi-lagi kebanyakan adalah perempuan, anak-anak serta lansia yang berusia di atas 80 tahun. “Baru-baru ini anak usia dua tahun dari Gampong Alue Patong, harus dilarikan ke Puskesmas Alue Ie Mirah. Tak lama di sana, anak tersebut dirujuk ke RSUDZM Aceh Timur di Idi,” katanya.

Mengejutkan

Disisi lain, dalam pertemuan tersebut warga sama sekali tidak mengetahui dan memiliki pengetahuan terkait mitigasi tanggap darurat jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran atau kejadian luar biasa lainnya dari proses produksi migas di Blok A tersebut.

“Sayogianya warga sekitar kilang migas milik PT Medco itu wajib dibekali pengetahuan mitigasi, sehingga bila terjadi sesuatu dari proses produksi dapat meminimalisir korban dan warga memiliki pengetahuan cara menyelamatkan diri, termasuk titik kumpul bila terjadi sesuatu” ujar Om Sol.

Oleh sebabnya, Om Sol sangat menyayangkan pihak Medco tidak membekali warga cara menyelamatkan diri saat terjadi sesuatu dalam di lokasi kilang Medco itu. “Disaat anak-anak di sekolah, orang tua di rumah. Ketika terjadi sesuatu di kilang Medco tentu orang tua panik dan akan bertindak gegabah, sehingga perlu sekali dibekali pengetahuan mitigasi tanggap darurat,” demikian Om Sol. (b11).


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

KLHK Tangani Bau Busuk Di Blok A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *