Bergaji Rp2 Miliar, Politisi Australia masih Keluhkan Kurang

Bergaji Rp2 Miliar, Politisi Australia masih Keluhkan Kurang
Barnaby Joyce

     QUEENSLAND, Australia (Waspada): Mantan Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce terpaksa harus mengklarifikasi pernyataannya terkait gaji AUS$211 ribu (Rp2,1 miliar) pertahun yang sempat ia keluhkan ‘kurang’.

     Seperti dilansir ABC, Senin (29/7), politisi dari Partai Nasional itu kepada media lokal sebelumnya menyatakan, dengan penghasilan sebagai anggota DPR biasa, dirinya "selalu kekurangan uang".

     Pernyataan itu ia lontarkan saat dimintai keterangan terkait kebijakan tunjangan sosial bernama Newstart bagi pencari kerja di Australia. Pernyataan Barnaby ini sontak memicu kecaman dari sesama anggota parlemennya, sehingga yang bersangkutan pun harus melakukan klarifikasi.

     "Saya bukan selalu kekurangan uang," katanya kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senin. "Anda semua sudah membacanya. Tapi saya tidak selalu kekurangan uang. Saya mendapat gaji yang sangat baik. Namun ada saatnya kita benar-benar harus berhemat karena keadaan yang saya buat sendiri," jelasnya. "Jika dengan gaji besar saya masih harus begitu (kekurangan uang), bagaimana dengan mereka yang hidup dengan AUS$280 seminggu?" kata Barnaby.

     Diketahui, politisi ini kini harus menyokong dua keluarga, setelah dia bercerai dengan istri pertamanya, Natalie, yang memiliki empat anak. Barnaby kini hidup dengan istri barunya, Vikki Campion, yang tak lain merupakan mantan stafnya sendiri di parlemen. Mereka telah dikaruniai dua anak.

     Dalam artikel di media lokal itu, Barnaby mengaku sudah jarang pergi makan di luar dan dia bahkan terkadang harus mematikan pemanas di musim dingin demi bisa menghemat. Barnaby menyerukan kenaikan tunjangan sosial Newstart karena sudah tahu betapa sulitnya kehidupan. "Bukannya saya tidak mendapatkan uang, hanya saja sangat tipis," katanya seperti dimuat The Courier-Mail.

     Pernyataan ini ditanggapi politisi Partai One Nation Pauline Hanson. "Dia merasakan selalu kekurangan uang?" katanya. "Itu cara konyol dan bodoh menjelaskan diri sendiri," tambahnya.

     Saat ini sekitar 723.000 warga Australia menerima tunjangan sosial Newstart. Tunjangan ini ditujukan bagi para lajang yang hidup dengan AUS$40 (sekitar Rp 380 ribu) sehari. Nilai tunjangan ini secara nyata tidak mengalami kenaikan selama 25 tahun terakhir.

     Sejumlah LSM, pengusaha dan politisi menyerukan perlunya kenaikan tunjangan Newstart. Pemerintah sendiri berulang-kali menolak seruan itu dan menyatakan dua pertiga penerima tunjangan Newstart telah mendapatkan pekerjaan dalam waktu 12 bulan. (abc/And)