Bangunan Tanpa Izin Di Bantaran Sungai Deli Harus Dibongkar

MEDAN (Waspada): Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Medan mengimbau para pemilik bangunan cafe, warung dan rumah yang berada di sepanjang bantaran Sungai Deli Jl. Datuk Rubiah Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan agar segera membongkar sendiri bangunannya karena semua bangunan tersebut tanpa memiliki surat izin mendirikan bangunan.

Bangunan Tanpa Izin Di Bantaran Sungai Deli Harus Dibongkar
Waspada/Andi Aria Tirtayasa Sejumlah bangunan tanpa izin yang berdiri bebas di sepanjang bantaran Sungai Deli Jl. Datuk Rubiah Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Selasa (15/10).

 

"Surat imbauan sudah diberikan oleh pihak Sat Pol PP dan sudah diterima oleh para pemilik bangunan," ujar Kasat Pol PP Kota Medan Muhammad Sofyan dalam surat edarannya yang telah diberikan kepada para pemilik bangunan tanpa izin tersebut.

Surat edaran tertanggal 21 September 2019 tersebut merupakan surat edaran kedua namun sampai sekarang tak seorangpun pemilik bangunan telah membongkar banguannya.

Dalam surat edaran tersebut, Kasat Pol PP meminta agar para pemilik bangunan membongkar bangunannya sendiri.

"Bila tidak diindahkan maka Sat Pol PP akan membongkar paksa bangunan tersebut," ujar Sofyan.

Selain Kasat Pol PP, pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Pemko Medan juga memberikan surat edaran yang sama.

Dalam surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Pemko Medan Benny Iskandar ST, semua pemilik bangunan tanpa izin tersebut harus dibongkar karena adanya proyek normalisasi sungai-sungai di Kota Medan.

Ketiga sungai tersebut yakni Sungai Deli, Sungai Bederah dan Sungai Babura sedangkan proyek normalisasi itu akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II dan Pemko Medan.

" Normalisasi sungai tersebut bertujuan untuk mengembalikan bentuk sungai sesuai dengan peruntukkan dan bentuk awalnya sekaligus mengatasi masalah banjir akibat penyempitan daerah aliran sungai (DAS)," sebut Benny Iskandar.

Pantauan Waspada, meski kedua instansi pemerintah tersebut telah memberikan surat teguran namun hingga Selasa (15/10) belum satupun diantara ratusan bangunan yang berdiri di bantaran dan tepi Sungai Deli yang telah dirubuhkan oleh pemiliknya. Bahkan banyak bangunan permanen yang terus berdiri.

Meski banyak berdiri bangunan tanpa izin tersebut, sepertinya pihak Seksi Tramtib Kecamatan Medan Marelan terkesan tidak pro aktif dalam mencegah berdirinya bangunan tanpa izin di bantaran Sungai Deli tersebut.(h04)