Balon Kades Digugurkan, Masyarakat Aliaga Berunjuk Rasa 

PALAS (Waspada): Ratusan masyarakat desa Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi kabupaten Padang Lawas (Palas) menggelar aksi unjuk rasa karena bakal calon (Balon) Kepala desa mereka digugurkan dengan alasan yang tidak jelas.

Balon Kades Digugurkan, Masyarakat Aliaga Berunjuk Rasa 
Ratusan masyarakat desa Aliaga kecamatan Hutaraja Tinggi berunjukrasa di depan kantor Pemberdayaan desa dan masyarakat kabupaten Palas, Senin (14/10).(waspada/Idaham butar butar)

Pantauan Waspada, Senin (14/10), massa unjuk rasa mendatangi  Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Palas dengan mengendarai roda dua, Empat dan enam.

Warga menuntut penjelasan dan transparansi panitia Pilkades Serentak terkait gugurnya salah seorang calon dari tiga calon yang ada di Desa tersebut. 

Dan tidak diketahui alasan panitia pelaksana Pilkades Serentak ataupun panitia seleksi kabupaten menggugurkan salah satu calon. Padahal dalam permendagri nomor 56 tahun 2017 dan perbup 21 tahun 2019 tidak ada unsur yang dilanggar. 

Masyarakat pengunjuk rasa  yang didominasi kaum bapak dan kaum ibu serta pemuda meminta penjelasan atas gugurnya salah satu calon, sekaligus meminta agar keputusan penetapan calon kepala desa itu ditinjau kembali. 

Koordinator aksi, Isron didampingi Rasman Hasibuan, Fahmi Riski, Busroni Hasibuan dan Syahwin Muhammad Saidi dalam orasinya menuntut penjelasan terkait alasan panitia seleksi tidak diloloskannya salah satu dari tiga orang balon kades di desa Aliaga.

Namun untuk menjaga agar aksi unjuk rasa itu tidak melebar dan menjadi brutal, tim Polsek Barumun bersama Satpol PP melakukan pengawalan dan pengamanan agar aksi unjuk rasa berjalan baik dan damai.

Sementara Yusuf Hutajulu selaku perwakilan dinas PMD yang menerima pengunjuk rasa tersebut mengatakan akan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Aliaga itu ke pimpinan. 

Sebab tidak puas menerima jawaban yang tak pasti, masyarakat membubarkan diri. Dan melanjutkan aksi ke kantor DPRD Palas. (a33/B)