Apersi Desak Pemerintah Realisasikan Tambahan Kuota 20 Ribu Rumah Subsidi

MEDAN (Waspada) : Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendesak pemerintah segera merealisasikan penambahan kuota Fasilitas Likuidasi Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hal tersebut dikatakan Bendahara DPP Sumut, Yanti Nabila, meminta pemerintah merealisasikan penambahan kuota 20 ribu unit rumah bersubsidi.

Apersi Desak Pemerintah Realisasikan Tambahan Kuota 20 Ribu Rumah Subsidi
Bendahara Apersi Yanti Nabila

"Sampai sekarang belum ada realisasinya,  kalau dicermati lebih jauh habisnya kuota ini berdampak bukan hanya kami pengembang  tapi juga banyak orang yang ada di industri ini. Hal ini cukup mendesak, sebab tidak sedikit pembeli rumah murah yang sudah akad namun tidak bisa diproses kreditnya," kata Yanti dalam keterangan persnya, Selasa (15/10). 

Dikatakannya,  Presiden Joko Widodo telah menyepakati adanya penambahan kuota subsidi FLPP sebanyak 20 ribu pada 26 September 2019 lalu. Kini,  ada 1200 unit rumah yang sudah selesai 100 persen dan siap diakadkan. 

"Ada konsumen yang sudah keluar persetujuan dari bank tapi tak bisa akad karena masalah kuota. Kemaren ada janji dua minggu setelah pertemuan DPP Apersi dengan presiden,  tapi snagat disayangkan sampai hari ini belum teralisasi," ungkapnya. 

Menurutnya,  selama ini pengembang khususnya yang tergabung di Apersi sudah menjadi pendamping pemerintah mewujudkan program 1 juta rumah. 
"Hampir 90 persen rumah yang dibangun Apersi merupakan rumah subsidi sesuai program pemerintah membangun 1 juta rumah,"jelasnya. 

Akibat tidak jelasnya penambahan kuota kata Yanti, semakin banyak tukang yangbtidak bekerja karena pembangunan staknasi menunggu penambahan kuota. "Karyawan masih bekerja tapi kalau ini terus tanpa kepastian tidak tertutup karyawan akan kehilangan pekerjaan khususnya di Apersi yang saat ini ada 3000 pengembang,"  ujarnya. 

Yanti berharap pemerintah segera merealisasikan janji penambahan kuota subsidi FLPP sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat ekonomi bawah hingga mereka bisa memiliki rumah sendiri. 

"Semua keluarga harusnya memiliki rumah sendiri tidak lagi mengontrak rumah. Karenanya Apersi menagih janji pemerintah untuk segera merealisasikan penambahan kuota subsidi FLPP, " katanya. (M44)