Animo Masyarakat Urus IMB Tinggi

BINJAI (Waspada): Animo masyarakat Kota Binjai untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) cukup tinggi.

Animo Masyarakat Urus IMB Tinggi
Kantor Dinas PMP2TSP Kota Binjai di Jalan Jambi, Kec. Binjai Selatan. (Waspada/Ria Hamdani)


Hal itu dapat dilihat dari pendapatan retribusi yang dihimpun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMP2TSP).

Kepala Dinas PMP2TSP Kota Binjai Ismail Ginting, Jumat (4/9), mengakui pengurusan IMB yang dilakukan masyarakat sudah menghasilkan retribusi sebesar Rp698.826.900.

"Jumlah retribusi itu terhitung sampai sekarang ini. Kita tidak memakai target, karena sifatnya pelayanan. Animo masyarakat memang cukup tinggi jika kita lihat dari jumlah pendapatan retribusi IMB ini," kata Ismail. 

Ismail menjelaskan, untuk mendapatkan IMB tidak sesulit yang dibayangkan. Sebelum ke Dinas PMP2TPS, pemohon terlebih dahulu menyiapkan berkas terdiri dari surat tanah, KTP, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan gambar (denah rumah) yang dilakukan oleh orang-orang yang membidangi teknis bangunan. 

"Setelah semua berkas siap, pemohon silahkan datang ke Dinas PMP2TSP untuk mengambil formulir. Berkas diperiksa dan jika sudah memenuhi syarat, maka akan diberikan surat tanda terima," urainya. 

Kemudian, lanjut Ismail, Dinas Perumahanan dan Pemukiman (Perkim) akan menurunkan tim teknis ke lokasi pembangunan. 

"Dari laporan tim teknis baru didapati berapa retribusi yang harus dibayarkan. Retribusi langsung bayar ke Bank Sumut. Setelah dibayar, pemohon tinggal menunggu tiga hari atau satu minggu kedepan untuk pencetakan IMB," terangnya. 

Terkait denah rumah yang harus disiapkan dan menjadi kendala bagi masyarakat, Ismail tidak menepis hal tersebut. "Kita tidak bisa siapkan jasa terkait hal itu. Karena tidak ada payung hukumnya," beber Ismail. 

"Persoalan ini pernah saya tindak lanjuti dengan mengusulkan denah bangunan langsung dibuat. Sehingga masyarakat tinggal memilih, mana tipe bangunan yang akan dibangunnya. Sementara petugas tinggal mengukur lokasi untuk memastikan apakah bangunan mengenai tanah tetangga atau sempadan jalan. Intinya kita mau masyarakat lebih dimudahkan," imbuhnya. (a05/crh)