Angin Kencang Sebabkan Dua Rumah Rata Dengan Tanah 

LANGKAT (Waspada): Angin kencang disertai hujan deras yang melanda beberapa daerah di Langkat, Kamis (29/8) malam, menyebabkan sejumlah bangunan rumah rusak, bahkan ada rumah yang rubuh rata dengan tanah. Namun, peristiwa alam ini tidak meinmbulkan korban jiwa.

Angin Kencang Sebabkan Dua Rumah Rata Dengan Tanah 
Teras bangunan di lantai dua Ponpes Al Habib di Kec. Sei. Lepan, rusak diterpa angin kencang. Waspada/Ist

Di Desa Telukmeku, Kec. Babalan, sedikitnya ada lima rumah yang bagian atapnya rusak, bahkan dua rumah di antaranya rubuh. "Dua rumah warga di Dusun II dan Dusun VI rata dengan tanah," kata Kades Telukmeku Nursaid, saat dihubungi Waspada, Jumat (30/8). 

Angin kencang juga menerjang bangunan Pondok Pesantren Modern Al Habib di Lingk Kampung Baru, Kel. Alurdua Baru, Kec. Sei. Lepan. Empat lokal bangunan dan teras di lantai dua rusak parah, termasuk atap seng mushola dan dapur umum.

Menurut pimpinan Pondok Pesantren Al Habib, Muhammad Darwis Siagian, S.Pd, peristiwa alam ini terjadi sekira pukul 18:25, saat para santri hendak berbuka puasa sunah berjamaah, persis di depan teras. 

"Para santri saat itu panik. Mereka berlarian masuk ke dalam ruangan untuk berlindung," ujar pimpinan Ponpes sembari menambahkan, hari ini proses belajar mengajar tidak dapat terlaksana karena atap bangunan yang rusak parah sedang dalam tahap perbaikan.

Siagian mengatakan, perstiwa ini sudah ia laporkan kepada aparat kelurahan setempat, namun sampai saat ini belum ada dari pihak terkait termasuk Dinas Sosial Pemkab Langkat yang turun meninjau ke lapangan. 

Angin kencang juga menerbangan atap seng pabrik beton PT Sumber Tri Megah yang berlokasi di perbatasan antara Kec. Brandan Barat dan Besitang. Menurut seorang pekerja, puluhan atap seng pabrik terlepas dari ring akibat diterjang angin. Peristiwa ini terjadi, katanya, pada saat karyawan sedang bekerja.

Sementara itu, di kawasan Kec. Hinai, satu pohon besar tumbang dan melintang di badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalulintas kenderaan yang menghubungi Medan-Aceh pada malam itu sempat mengalami kemacatan total.

Azhar, salah seorang warga yang melintas mengatakan, malam itu kemacatan yang terjadi mencapai 5 Km lebih. "Kemacatan baru terurai beberapa jam kemudian setelah batang pohon berhasil disingkirkan dari badan jalan," ujarnya. 

Fenomena alam angin kencang juga melanda Besitang. Di Lingk VIII Kel. Bukitkubu, satu batang pohon kelapa yang tinggi menjulang, patah dan tumbang menimpa pohon jeruk manis. Hembusan angin yang cukup kencang ditambah hujan deras membuat warga cemas.
(a02)