Waspada
Waspada » ZAKAT
Al-bayan Opini

ZAKAT

Oleh : H. Hasan Bakti Nasution

 

Mengeluarkan zakat adalah satu dari lima rukun iman yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam sesuai dengan ketentuan syariat. Menurut bahasa zakat berarti bersih, bertambah, berkembang.

Disebut bersih karena ia akan membersihkan jiwa dan harta orang yang berzakat, dan harta yang dizakati akan berkembang dan terus bertambah karena dizakati.

Hukum.
Dasar kewajiban zakat ialah surat at-Taubah/103 yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian haarta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka”. Ayat ini diperbuat beberapa ayat lainnya, seperti yang berbunyi: “aqimush-shalata qa atuz-zakata” Q.S. al-Baqarah/2: 43), dan hadits tentang rukun Islam (Riwayat Bukhari no 8 dan Muslim nomor 16).

Syarat barang wajib dizakati.
Suatu barang/kekayaan wajib dizakati jika memenuhi 6 syarat, yaitu:
1. Dimiliki secara penuh (milkut-tam).
2. Berkembang, memiliki peluang berkembang
3. Cukup nisabnya sesuai ketentuan syari’at.
4. Lebih dari kebutuhan pokok minimum (al-hajah ashliyah) seperti makan, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan, dll.
5. Lepas dari hutang, atau jika hutang dibayar jumlahnya masih sampai nishab
6. Dimiliki, disampai sampai satu tahun (haul)

Pembagian Zakat.
Secara umum zakat terbagi 2, yaitu:
1. Zakat fitrah, yaitu zakat yang berfungsi untuk mensucikan diri orang yang berzakat/ berpuasa, yang dilakukan sekali setahun, yaitu sebelum shalat Idul Fithri.
2. Zakat mal (harta kekayaan). Mal menurut bahasa ialah segala yang diinginkan manusia dimiliki, disimpan dan dimanfaatkan. Sedang menurut istilah segala sesuatu yang dapat dimiliki, disimpan dan dimanfaatkan menurut kebiasaan.
Dianggap sebagai harta jika memiliki dua syarat, yaitu (a) dapat dikuasai, dimiliki, disimpan dan dimanfaatkan, dan (b) dapat diambil manfaatnya secara kebiasaan (ghalib).

Zakat mal merupakan bagian dari harta kekayaan seseorang atau badan hukum yanag wajib dikeluarkan untuk golongan tertentu, setelah dimiliki dalam jangka tertentu, dan jumlah minimal tertentu (UU No 23 tahun 2011, tentang pengelolaan zakat)
a. Emas dan perak, selain yang dipakai secara normal
b. Ternak peliharaan (unta, lembu, kerbau, kambing, kibash) dan unggas (ayam, itik, burung)
c. Hasil pertanian
d. Hasil perniagaan (usaha bisnis)
e. Hasil tambang di darat dan di laut
f. Rikaz, harta temuan atau sering disebut harta karun

Ukuran
1. Zakat fitrah ukuran zakatnya ialah 2,7 Kg beras sesuai yang dikonsumsi. Bisa diberikan dalam bentuk uang seharga 2,7 kg.
2. Zakat emas yang mencapai 85 gram. Sedang perak sebesar 595 gram, zakatnya 2,5 %
3. Zakat pertanian, yaitu hasil pertanian padi yang mencapai 5 wusuq atau 1 ton gabah. 1 ton gabah sekitar 653 kg beras, sesuai hadits Bukhari no. 1045. Jika dirupiahkan 653 x 12.000,-/perkilo= Rp. 7.836.000,-. Zakatnya 5 %, jika sawah tadah hujan zakatnya 10 %.
4. Zakat perdagangan, yaitu hasilan bersih usaha dagang selama 1 tahun senilai 85 gram emas (Rp.85.000.000.000,-), zakatnya 2,5 % (Rp.2.125.000). Termasuk zakat tabungan, deposito dan profesi.
5. Zakat profesi, yaitu harta yang diperoleh melalui profesi yang ditekuni, seperti ASN, TNI, POLRI, pengacara, legislatif, ekskutif, dll.

Jika penghasilan bisa mencapai 85 gram emas selama setahun, maka wajib zakatnya 2,5 %. Jika 85.00.000,- dibagai 12, berarti memiliki gaji 7 juta sebulan wajib dizakati 2,5 % atau 175.000,- perbulan.
6. Zakat ternak unta, setiap 5 ekor zakatnya 1 ekor kambing usia 2 tahun
7. Zakat ternak lembu/kerbau, setiap 30 ekor zakatnya 1 ekor lembu usia 1 tahun, setiap 40-59 ekor zakatnya 1 ekor lembu usia usia 2 tahun. Setiap kelipatan 30 akatnya 1 ekor 1 tahun, Setiap kelipatan 40 zakatnya 1 ekor usia 2 tahun.

8. Zakat ternak kambing/kibash, setiap 40-120 ekor zakatnya 1 ekor kambing usia 2 tahun/1 ekor domba usia 1 tahun; 121-200 akatnya 2 ekor kambing usia 2 tahun/2 ekor domba usia 1 tahun; 200-300 zakatnya 3 ekor kambing usia 2 tahun/3 ekor domba usia 1 tahun.
9. Zakat harta temuan atau harta Qarun 20 %, sesuai hadits “Di dalam harta terpendam ada zakat seperlima” (H.R Bukhari no. 6912 dan Muslim 1710).

Hikmah/Fungsi zakat.
Zakat berfungsi membersihkan diri dan harta yang dizakati, menenangkan hati, menyempurnakan iman, menghapus dosa, mendekatkan diri kepada Allah, menjaga keseimbangan, menegakkan aturan syari’at Allah, meningkatkan tali slaturrahim.

Yang berhak menerima zakat, terdri dari delapan kelompok masyarakat, yaitu: fakir (hanya mampu memenuhi separo kebutuhan), miskin (tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok), amil (pekerja zakat), muallaf (masuk Islam selama 2 tahun), budak (ingin merdeka, perlu dukungan dana), berhutang (untuk kepentingan orang banyak, seperti berhutang pembangunan rumah ibadah atau sekolah yang dimiliki secara bersama), sabilillah (berperang di jalan Allah atau segala kegatan yang mengagungkan Allah seperti sekolah Islam), dan Ibn sabil (orang yang dalam perjalanan jauh ke kampung halamannya). (24 Ramadhan 1442 H/7 Mei 2021 M).
-=o0o=-

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2