Tujuan Insan Diciptakan

  • Bagikan

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS Al Qiyamah: 36)

Untuk apa sebenarnya insan diciptakan Tuhan? Apakah sekadar hidup lalu mati tanpa ada kontribusi berarti dan tanggungjawab yang harus dipenuhi? Insan sebagai makhluk paripurna dibekali akal, nafsu dan hati pasti memiliki tujuan kenapa kemudian diciptakan Ilahi.

Berbeda dengan Malaikat, punya akal tak punya nafsu memiliki tujuan diciptakan tersendiri. Begitu juga hewan, punya nafsu tapi tak berakal juga punya tujuan diciptakan Tuhan. Tumbuhan tak berakal dan tak bernafsu juga demikian, pasti memiliki tujuan diciptakan Sang Khaliq, Dzat Yang Mahamenciptakan.

Jangan sampai kita mengira bahwa tidak ada tujuan diciptakannya insan. Sehingga bebas melakukan apa saja, menuruti nafsu liar kita. Allah SWT sebagai Tuhannya insan dan semua makhluk yang ada di alam ini, sesungguhnya sudah mengingatkanya dalam firmanNYA:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al Mu’minun: 115).

Mari kita kaji dari kitab suci yang telah terbukti menjadi pedoman hidup dan mati. Setidaknya ada dua tujuan insan diciptakan Allah, Tuhan Semesta Alam. Pertama, untuk mengenal Tuhannya manusia, yakni Allah Azza wa Jalla.

“Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu” (QS Ath-Thalaq : 12).

Sebelum ada perintah lain maka wajib manusia itu mengenal siapa Tuhannya. Karenanya, selama 13 tahun Rasulullah, sebagai utusan terkahir Tuhan berdakwah di Makkah hanya menekankan materi tentang Keesaan Allah Ta’ala, memfokuskan umat manusia untuk ma’rifatullah (mengenal Allah).

Kedua, untuk beribadah kepada yang telah menciptakan insan, yakni Allah SWT. “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Setelah mengenal Dzat yang menciptakannya, maka tujuan diciptakan manusia berikutnya adalah menyembahnya. Maka pastikan sepanjang hari aktivitas kita bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Baik ibadah individual vertikal (hablumminallah) ataupun amal sosial horizontal (hablumminannas). Apapun profesi hidup kita hendaknya menuai pahala sebagai bekal di yaumil mizan hingga lebih berat pahala dari dosa (Sabiqun bilkhayrat).

Inilah setidaknya tujuan insan diciptakan oleh Allah SWT. Dan jika dilaksanakan dengan sempurna maka bahagia dunia akhirat menjadi niscaya. Ibnul Qayyim ra dalam kitab Miftaah Daaris Sa’aadah menjelaskan:

“Tujuan terpuji yang jika setiap insan merealisasikannya bisa menggapai kesempurnaan, kebahagiaan hidup, dan keselamatan adalah dengan mengenal, mencintai, dan beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada-NYA. Inilah hakekat dari perkataan seorang hamba “Laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah)”.

Dengan kalimat inilah para Rasul diutus dan semua kitab diturunkan. Suatu jiwa tidaklah menjadi baik, suci dan sempurna melainkan dengan mentauhidkan Allah semata. Allahua’lam bishshawab. (Guru PAI SMAN 2 Medan Ketua Deputi Humas Ikadi Sumut Wakil Ketua Majelis Dakwah PW Al Washliyah Sumut)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Tujuan Insan Diciptakan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *