Waspada
Waspada » Terompet Tahun Baru
Al-bayan

Terompet Tahun Baru

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani ?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim)

Di balik asyiknya meniup terompet tahun baru, ada peringatan keras bagi umat Islam untuk tidak ikut-ikutan menyemarakkannya. Karena ternyata meniup terompet dilarang Rasulullah SAW.  Hal ini terlihat dalam Hadis tentang disyariatkannya Azan.

“Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba.

Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, Beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi…”(HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi).

Nabi melarang membunyikan terompet untuk menyelisihi kaum Yahudi. Nabi SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk senantiasa menyelisihi Yahudi dalam masalah ibadah dan termasuk pula masalah penampilan.

Rasulullah SAW bersabda: “Selisihilah kaum Yahudi…” (HR. Abu Dawud). Hal ini menjadi penting diingatkan karena Nabi jauh-jauh hari sudah mengkhawatirkan sebagian umatnya akan mengikuti tradisi Yahudi.

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim menjelaskan hadis di atas, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziroo’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashrani.

Yaitu kaum Muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal-hal kekafiran mereka yang diikuti. Perkataan Beliau ini adalah suatu mukjizat bagi Beliau karena apa yang Beliau katakan telah terjadi saat-saat ini” (Syarh Muslim).

Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatawa menjelaskan, tidak diragukan lagi bahwa umat Islam ada yang kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nashrani dalam sebagian perkara.

Maka jadilah umat Islam sejati berciri khas tersendiri tanpa mengekor umat Yahudi dengan tidak lagi menjadikan terompet sebagai tradisi.**** Alexander Zulkarnaen , Ketua Deputi Humas Ikadi Sumut ****

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2