Oleh Prof Dr Faisar A. Arfa, MA
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kalian tidak menyembah Allah), aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat). Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.” Nuh menjawab, “Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku menyampaikan kepada kalian amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepada kalian, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui” (QS. Al Araf: 59-62)
Al-Quran memulai kisah tentang para Nabi dan Rasul di Bumi dengan menyebutkan nabi Nuh as karena sesungguhnya ia adalah rasul Allah pertama yang diutus kepada penduduk Bumi setelah nabi Adam as dan nabi Idris as. Kisah ini merefleksikan pertarungan antara seorang Nabi dengan para penguasa yang memelihara ketololan yang merebak di masyarakat demi kelanggengan kekuasaan mereka.
Ketololan itu terjadi dalam format penyembahan kepada berhala atau patung patung orang terdahulu yang dianggap sebagai panutan yang layak untuk diikuti. Para penguasa itu memelihara penyimpangan ini dan membiarkan rakyatnya hidup dalam kebodohan karena lebih mudah untuk mempengaruhi mereka untuk menjadi pengikut yang setia.
Abdullah bin Abbas dan beberapa ulama dari kalangan ulama tafsir berkata, ”Awal mula berhala-berhala itu disembah adalah karena ada suatu kaum yang shalih mati. Kemudian kaum mereka membangun masjid-masjid untuk mereka dan membuat gambar-gambar mereka di dalamnya agar mereka bisa mengingatkan keadaan dan ibadah mereka sehingga mereka bisa menirunya. Setelah masa berlalu lama, mereka menjadikan gambar-gambar itu menjadi bentuk tubuh”. Setelah masa berlalu lama lagi, mereka menyembah patung-patung itu dan menamainya dengan nama-nama orang shalih itu, yaitu Wad, Suwa, Yaghuts, Yauq, dan Nasr.
Ketika hal itu semakin gawat, Allah SWT mengutus seorang rasul yaitu nabi Nuh. Lalu dia memerintahkan kepada mereka agar menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu Allah SWT berfirman: (Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagi kalian selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kalian tidak menyembah Allah), aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)) yaitu azab hari kiamat ketika kalian bertemu dengan Allah, dan kalian dalam keadaan menyekutukanNya. Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata. Orang sesat memang suka menuduh orang lain dalam kesesatan
Setelah pada ayat yang lalu diterangkan tentang nikmat Allah berupa hujan yang bisa menumbuhkan tanah tandus dan tanam tanaman sebagai bukti keesaan Allah untuk menghidupkan orangorang yang telah mati pada hari kiamat, pada ayat ini dan ayat-ayat selanjutnya Allah menyebutkan kisah beberapa nabi terdahulu dan umatnya sebagai pelajaran bagi umat nabi Muhammad. Penyebutan kisah-kisah nabi ini dimulai dari kisah nabi nuh, rasul pertama yang mengajarkan ajaran tauhid. Sungguh, kami benar-benar telah mengutus nabi nuh kepada kaumnya untuk mengajak mereka mengesakan Allah dan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, lalu dia berkata dengan lemah lembut dan sopan, wahai kaumku! sembahlah Allah yang maha esa! tidak ada tuhan atau sembahan yang layak disembah bagimu selain dia.
Sesungguhnya jika kamu durhaka dan tetap menyembah berhala berhalamu, aku takut kamu akan ditimpa azab yang pedih akibat kekufuranmu pada hari yang dahsyat, yakni hari kiamat. Kaum nabi nuh tidak menghiraukan perkataan nabi nuh, bahkan pemuka-pemuka atau pembesar kaumnya berkata dengan nada menghina, sesungguhnya kami tidak mempercayai apa yang kamu sampaikan, malah kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata karena kamu memusuhi tuhan-tuhan kami dan menyalahkan cara ibadah kami.
Nabi Nuh as merupakan rasul pertama yang diutus di muka Bumi setelah Nabi Adam, ia hidup di negeri Irak. Ada pendapat mengatakan bahwa nabi Idris diutus sebelum nabi Nuh. Nabi Nuh menyeru mereka dengan lembut: “Hai kaumku, sembahlah Allah Semata karena tidak ada Tuhan selain Dia. Sungguh aku khawatir akibat kesyirikan yang kalian lakukan, kalian akan mendapat azab yang pedih pada hari yang sangat mengerikan, baik itu di dunia maupun di Akhirat”.
Nabi Nuh as mengatakan itu pada mereka tapi mereka menjawab dengan jawaban yang buruk, ”pemuka-pemuka dari kaumnya berkata” yakni orang-orang kaya, para pemimpin yang diikuti yang telah terbiasa menyombongkan diri di depan kebenaran, dan pembangkang kepada para rasul, ”sesungguhnya kami memandang kamu berada di dalam kesesatan yang nyata.” mereka tidak merasa cukup, semoga Allah menjelekkan mereka, hanya dengan pembangkangan. Bahkan lebih dari itu, mereka menyombongkan diri dari tunduk kepadanya. mereka mencela dengan celaan yang pedas. Mereka menisbatkan pada kesesatan.
Tidak sebatas sesat, lebih dari itu mereka menyatakan kesesatan dengan kesesatan yang nyata lagi jelas bagi siapaun. Ini bentuk kesombongan diri paling besar yang akan dilakukan oleh orang yang paling lemah akalnya sekalipun. Justru kriteria ini jelas pas untuk kaum Nuh, yang mendatangi berhala-berhala yang mereka bikin. dan mereka bentuk dengan tangan mereka dari benda mati yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, dan tidak berguna sedikitpun, tetapi mereka memposisikannya sebagai pencipta langit.
Kepada berhala-berhala itu mereka memberikan berbagai macam ibadah. Sekiranya mereka tidak memiliki akal yang dengannya hujjjah Allah tegak atas mereka, niscaya mereka dikatakan lebih sesat daripada orang-orang gila. Justru orang-orang gila itu lebih berakal dan lebih mendapatkan petunjuk daripada mereka.
Kaum nabi Nuh as tidak menghiraukan perkataan nabi nuh, bahkan pemuka-pemuka atau pembesar kaumnya berkata dengan nada menghina, sesungguhnya kami tidak mempercayai apa yang kamu sampaikan, malah kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata karena kamu memusuhi tuhan-tuhan kami dan menyalahkan cara ibadah kami. Dia, nabi nuh, menjawab tuduhan dan penolakan kaumnya, wahai kaumku! aku menyuruhmu mengesakan Allah dan tidak menyembah tuhan selain dia. Aku tidak sesat seperti dugaanmu, tetapi aku ini seorang rasul yang diutus dari tuhan pencipta dan penguasa seluruh alam.
Nabi Nuh menjawab dengan halus, dia bersikap lemah lembut berharap mereka akan tunduk. Nuh berkata ”hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun”. Yakni aku bukanlah orang yang sesat dalam satu persoalan pun. Akan tetapi aku hanyalah pemberi petunjuk yang diberi petunjuk. Oleh karena itu dia berkata”tetapi aku adalah utusan dari Rabb semesta alam”. Yakni Rabbku. Rabbmu, Rabb seluruh makhluk, yang mendidik seluruh makhluk dengan segala bentuk pendidikan, dimana salah satu pendidikanNya yang paling agung adalah bahwa Dia mengutus para rasul kepada hamba-hambaNya yang mengajak mereka kepada amal shalih, akhlak yang mulia dan akidah yang lurus, dan melarang dari yang sebaliknya.
Nabi Nuh as kemudian menegaskan tugasnya sebagai utusan Allah dengan berkata, bahwa dia tak akan lelah untuk menyampaikan amanat Tuhan berupa perintah dan larangan-Nya, memberi nasihat dan tuntunan untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat, dan dia mengetahui persoalan agama dan hal-hal yang gaib melalui wahyu dari Allah apa yang tidak bisa ketahui orang pada umumnya.. Selanjutnya nabi Nuh berkata, tidak usah heran dan percaya saja lah bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhan melalui perantaraan seorang laki-laki dari kalangan sendiri, dari anggota masyarakatmu yang diketahui keturunan dan kejujurannya, untuk memberi peringatan tentang azab apabila diiingkari dan hendaknya bertakwalah selalu dengan mengikuti perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, sehingga nantinya mendapat rahmat dari Allah dan terhindar dari siksa-Nya.
Dosen Pascasarjana UINSU Dan UMSU
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.