TAFSIR ALQURAN APLIKATIF : Bukti Kebenaran Allah (QS. An-Nisaa’: 174-175)

TAFSIR ALQURAN APLIKATIF : Bukti Kebenaran Allah (QS. An-Nisaa’: 174-175)
Oleh Prof Dr Faisar A. Arfa, MA

  • Bagikan

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bukti ke­benaran dari Tuhan kalian, dan telah Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang ben­derang (Al-Qur’an). Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (Surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepa­da jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW ditujukan kepada semua  manusia dan se­bagai pemberitahuan kepada mereka. Bahwa sesungguhnya telah datang kepada mereka bukti kebenaran yang besar dari Allah SWT, yaitu dalil yang pasti yang membantah semua alasan, dan hujah yang mele­nyapkan semua kerumitan.

Karena itulah disebutkan pada permulaan ayat melalui firman-Nya: dan telah Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang ben­derang (QS. An-Nisaa’: 174). Yaitu cahaya yang terang dan jelas menunjukkan perkara yang hak. Menurut Ibnu Juraij dan lain-lainnya, makna yang dimaksud ialah Al-Qur’an.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya (QS. An-Nisaa’:  175), yakni memadukan antara ibadah dan bertawakal kepada Allah dalam semua urusan mereka.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa makna yang di­maksud ialah “orang-orang yang beriman dan berpegang teguh ke­pada Al-Qur’an”. Niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya (QS. An-Nisaa’: 175).

Allah belas kasihan kepada mereka, maka Dia memasukkan mereka ke dalam Surga dan menambahkan kepada mereka pahala yang berlipatganda; derajat mereka ditinggikan berkat karunia Allah kepada mereka dan kebaikan-Nya.

Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS. An-Nisaa’: 175). Yaitu jalan yang jelas, tujuan yang lurus, tidak ada bengkoknya dan tidak ada penyimpangan.

Demikianlah gambaran tentang orang-orang Mukmin di Dunia dan Akhirat. Di Dunia mereka berada pada tuntunan yang lurus dan ja­lan keselamatan dalam semua akidah dan amaliyahnya. Sedangkan di Akhirat berada pada jalan Allah yang lurus yang menghantarkan me­reka ke taman-taman Surga-Nya.

Di dalam hadis Al-Haris Al-A’war, dari Ali ibnu Abu Talib r.a., dari Nabi Saw. disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda: Al-Qur’an adalah jalan Allah yang lurus dan tali Allah yang kuat.

Allah SWT menunjukkan kepada seluruh manusia hakikat kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW, dan yang paling agung adalah Al-Qur’an yang Allah turunkan dengan keagungan, kekuasaan, pengetahuan, dan kebijaksanaan-Nya.

Dengan al-Qur’an Allah menegakkan hujjah-Nya dengan mukjizat dan penjelasannya yang indah dan menjelaskan suatu perkara dengan menggabungkan antara kebenaran wahyu dan penggunaan akal.

Sehingga tidak ada seorangpun yang bisa beralasan dan mengatakan tidak mendapatkan penjelasan atau tidak memahaminya. Dan Allah menerangi jalan manusia dengan kandungan yang ada dalam al-Qur’an.

Al-Qur’an, dan disebut sebagai cahaya karena ia dijadikan sebagai penerang dalam gelapnya kesesatan. Al-Qur’an adalah perjanjian yang Allah berikan kepada seluruh umat manusia. Maka apakah mereka mampu menerima perjanjian itu, dan menyetujui sepenuhnya, atau malah masih ragu degan perjanjian itu?

Ayat-ayat yang dengannya bercahayalah hati, wajah, dan jalan menuju Allah. Maka carilah bekas cahaya ini di hati dan wajah dan di kehidupanmu seluruhnya.

Setelah meninggalnya Rasulullah SAW datanglah Abu Bakr dan Umar menemui Ummu Aiman di rumahnya, dan ternyata keduanya mendapati Beliau tengah menangis.

Kemudian dua Sahabat ini berkata: Tidakkah engkau mengetahui bahwa apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk Rasul-Nya adalah kebaikan baginya? Ummu Aiman kemudian menjawab: Tentu, namun yang aku tangisi adalah terputusnya wahyu dari Langit!!

Perhatikan jawaban yang menakjubkan ini. Adakah di antara kaum Muslimin yang merasakan hal yang sama, atau justru mereka tidak merasakan apapun dalam hatinya?

Maka ia akan siksa mereka satu siksaan yang pedih. Dan mereka tidak akan dapat buat (diri) mereka, selain dari Allah, siapapun pengurus dan tidak siapapun penolong.

Allah telah memberikan karunia kepada seluruh manusia dengan apa yang telah menghantarkan kepada mereka berupa keterangan dan bukti yang nyata serta cahaya yang terang, dan menegakkan hujjah atas mereka, dan menjelaskan kepada mereka syariat-Nya.

Allah SWT berfirman, “Hai manusia, sungguh telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu” yaitu, hujjah-hujjah yang pasti di atas kebenaran, yang menjelaskannya, menerangkannya, dan menjelaskan yang berlawanan dengannya.

Ini mencakup seluruh dalil-dalil logika maupun riwayat, dan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan Allah) berupa semesta maupun di dalam diri manusia.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?“ (QS. Fushilat: 53).

Dan dalam Firman-Nya: “Dari Tuhanmu,” terdapat apa yang menunjukkan kepada kemuliaan bukti ini dan keagungannya, yang berasal dari Tuhan kalian yang telah mendidik kalian dengan pendidikan agama maupun dunia.

Dan di antara didikan-Nya terhadap kalian yang patut untuk dipuji dan disyukuri adalah menyampaikan keterangan-keterangan kepada kalian agar Allah memberi petunjuk kepada kalian dengannya kepada jalan yang lurus dan sampai kepada Surga yang penuh kenikmatan.

Allah menurunkan “kepadamu cahaya yang terang benderang,” yaitu al-Quran yang agung ini; yang mencakup ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang akan datang, berita-berita yang benar dan bermanfaat, perintah kepada setiap keadilan, kebaikan, dan kebaktian, larangan dari setiap kezhaliman dan kejahatan.

Manusia akan berada dalam kegelapan bila mereka tidak meneranginya dengan cahaya-cahaya al-Quran, dan berada dalam kesengsaraan bila tidak mendapatkan kebaikannya.

Bukti kebenaran ini mencakup di dalamnya dalil ‘aqli, dalil naqli, ayat-ayat yang ada di alam semesta dan pada diri manusia. Di dalamnya terkandung pengetahuan tentang generasi terdahulu dan generasi kemudian, berita-berita benar yang bermanfaat.

Juga perintah mengerjakan semua keadilan, ihsan dan kebaikan serta larangan terhadap kezaliman dan keburukan. Manusia berada dalam kegelapan tanpa cahaya Al-Qur’an dan berada dalam kebinasaan jika tidak mengambil cahayanya.

Al-Qur’an cahaya petunjuknya menerangi umat manusia. Ayat ini menjelaskan sikap manusia dalam menghadapi bukti kebenaran itu. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada tali Allah, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia yang besar dari-Nya, yaitu Surga, dan memberikan kepadanya bermacam-macam karunia. WASPADA

  • Bagikan