Oleh Dr. Tgk. H. Zulkarnain, MA (Abu Chik Diglee)
Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal ( تهذيب الكمال في اسماء الرجاب ) adalah salah satu kitab yang memuat rijal al hadist (sanad dan perawi hadist). Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal adalah karya besar dalam bidang ilmu rijal al hadis dan ilmu al jarh wa al ta’dil yang sangat dibutuhkan di dalam mengkaji ulum al hadits. Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal ditulis pada tahun 705 Hijriah oleh imam al Hafidz al Mizzi.
Selain itu, imam al Mizzi memiliki nama lengkap imam al Hafidz Jamaluddin Abu al Hajjaj Yusuf Bin al Zaki Abdurrahman Ibn Yusuf Ibn Ali Ibn Abi al Zuhri al Kalbìy al Qadha’i al Mizzi. Imam al Mizzi dilahirkan di kota Halab (Aleppo) sebuah kota tua di negeri Syam, pada malam 10 Rabi’ul Akhir tahun 654 Hijriah di tengah tengah suku arab asli yaitu Qabilah al Kalb al Qadha’i. Imam al Mizzi wafat dalam keadaan sedang membaca ayat Kursi pada hari Sabtu sebelum masuk waktu Ashar tanggal 12 Shafar tahun 742 Hijriah dalam usia 88 tahun, setelah sakit beberapa hari karena terserang penyakit tha’un atau wabah dan dimakamkan di Shufiyyah. Imam al Mizzi telah hafal Al Qur’an sejak usia dini dan mulai tekun mendalami ajaran Islam pada tahun 675 Hijriah dengan memulai belajar banyak ilmu kepada syekh Ahmad Bin Abil Khair al Dimasyqi al Hanbali.
Adapun guru-gurunya yang lain adalah syekh al Muslim Bin ‘Alan, syekh al Fahr Bin al Bukhari, imam Muhyiddin al Nawawi dan lain-lainnya. Imam al Mizzi juga melakukan perjalanan ke berbagai wilayah seperti Haramain (Mekkah dan Madinah), Mesir, Hims, Ba’labak, Bilbis, dan lain-lainnya.
Di dalam pengembaraannya itulah imam al Mizzi banyak mendalami hadist-hadist Nabi Saw dan memperkuat penguasaan ilmu ilmu yang menyangkut bahasa Arab, sehingga imam al Mizzi masyhur sebagai muhadits yang piawai dalam bidang ulum al hadits dan juga ahlu al lughah (ahli bahasa Arab). Pada suatu hari imam al Mizzi berangkat ke Alexsandria untuk berguru secara khusus kepada syekh Shadruddin Sahnun sampai dengan tahun 684 Hijriah dan kemudian tepat pada tanggal 23 Dzulhijjah tahun 718 Hijriah ia resmi diangkat menjadi pimpinan tertinggi sebuah lembaga hadist terbesar di Damaskus yaitu Darul Hadits al Asyrafiyyah.
Di samping itu, imam al Mizzi juga mengajar di Darul Hadits al Himshiyah sampai akhirnya pada tahun 739 Hijriah imam al Mizzi diangkat menjadi pemimpin lembaga hadist yang paling maju di Damaskus yaitu Darul Hadits al Nuriyah dan jabatan itu diembannya sampai ia wafat.
Adapun yang melatarbelakangi imam al Mizzi untuk menulis kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal dikarenakan beliau melihat adanya kekurangan yang perlu disempurnakan dari kitab al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya al imam al hafidz Abu Muhammad Abdul Ghani yang di dalamnya ternyata masih belum memuat ratusan sanad dan rawi kutubu al tis’ah secara lengkap.
Dalam rangka menyempurnakan hal tersebut imam al Mizzi menulis kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal. Imam al Mizzi memulai menulis kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal pada tanggal 9 Muharram tahun 705 Hijriah dan baru selesai penulisannya pada hari raya Idul Adha tahun 712 Hijriah, dengan demikian imam al Mizzi membutuhkan waktu 7 tahun untuk dapat menyelesaikan penulisan kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal sebagai kitab monumental pada zamannya.
Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya imam al Mizzi tersebut terdiri atas 14 jilid dan di dalam penyempurnaannya menjadi 35 jilid dengan jumlah kandungan sanad dan rawi di dalamnya sebanyak 8.645 orang. Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal mulai dipromosikan pada tahun 716 Hijriah. Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya imam al Mizzi telah memiliki pola sistematika yang sangat baik.
Sistematika tersebut di antaranya dalam penulisan nama-nama sanad atau rawi telah berdasarkan urutan mu’jam dan memulainya dengan nama Ahmad. Kemudian kunyah, laqab, nasab, dan sanad dari kalangan perempuan juga ditulis secara komprehensif. Imam al Mizzi juga membedakan antara nama-nama sanad yang baru dan lama, dengan cara sanad yang baru ditulis lengkap disertai nasab ayahnya.
Adapun nilai unggul dari kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal di antaranya adalah susunan sanadnya yang telah tertib menurut standar kitab mu’jam, menyertakan dengan lengkap biografi para guru dari sanad dan perawi, memberikan kode yang terpisah antara sanad-sanad dari kutub al sittah dengan sanad sanad dari kutub al tis’ah, misalnya untuk kutub al sittah ada 27 kode dan 19 kode untuk kutub al tisa’ah serta kitab-kitab induk hadist yang lainnya.
Imam al Mizzi juga menambahkan 4 fasl berbeda dari yang dimiliki oleh kitab al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya Abu Muhammad Abdul Ghani. Empat fasl tambahan tersebut adalah Pertama, Fasl Fi Man Isytaha Bi al Nisbati Ila Abihi Au Jaddihi Au Ummihi Au ‘Ammihi Au Nahwi Dzalik. Kedua, Fasl Fi Man Isytahara Bi Nisbati Ila Qabilah Au Shina’ah Au Nahwi Dzalik. Ketiga, Fasl Fi Man Isytahara Bi Laqabihi Au Nahwi Dzalik. Keempat, Fasl Fi Mubhamat.
Selanjutnya perlu diperkenalkan melalui tulisan ini, bagaimana kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal menulis nama sanad berdasarkan urutan huruf hiruf dalam kitab mu’jam. Di dalam kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal jilid,1, halaman 18, imam al Midzzi mulai mengulas nama sanad dan memberikan penilaian menurut ukuran ilmu al Jarh wa Ta’dil.
Imam al Mizzi menulis sebagai berikut : احمد بن ابراهيم بن خالد الموصلي ابو على ، نزيل البغداد ،روى عن ابراهيم بن سعد ابن ابراهيم ابن عبد الرحمن ابن عوف الزهري المدني و ايراهيم ابن سليمان ابي اسماعيل ابن المؤدب و اسماعيل ابن ابرهيم ابن مقسم الاسدي المعروف بابن علية Artinya, Ahmad Ibn Ibrahim Ibn Khalid al Mushiliy yang biasa dipanggil Abu Ali lahir di Baghdad.
Ia meriwayatkan hadist dari Ibrahim Bin Sa’ad Ibn Ibrahim Ibn Abdirrahman Ibn ‘Auf al Zuhriy al Madinjy dan Ibrahim Ibn Sulaiman yang biasa disebut Abi Ismail Ibn al Ma’dub dan Ismail Bin Ibrahim Ibn Muqsim al Asadiy yang biasa dikenal dengan sebutan Ibnu ‘Alayyah.
Selanjutnya imam al Mizzi di dalam kitabnya Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal menulis nama nama sanad berdasarkan Kunyahnya, misalnya sanad nomor 8779 dengan kode huruf س sebagai berikut : ابو ابراهيم الترجماني، اسمه اسماعيل بن ابراهيم بن بسام، روى عن شعيب و غيره روى عنه زكريا بن يحى السجزي و غيره Artinya, Abu Ibrahim al Turjumaniy namanya Ismail Ibn Ibrahim Ibn Basam, meriwayatkan hadits dari Syu’aib dan selainnya dan meriwayatkan hadits darinya Zakaria Ibn Yahya al Sajaziy dan selainnya.
Kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya imam al Mizzi merupakan salah satu karya akademik yang legendaris tentang rijal al hadist. Kitab ini ibarat peralatan tukang dimana sebuah bangunan tidak berpijak pada pondasi yang kuat jika sebuah sumber hukum seperti hadits Nabi Saw belum teruji kualitas sanad-sanadnya.
Untuk menguji mana sanad-sanad yang mendapatkan jarh (celaan) dan mana yang berpredikat ta’dil (terpuji) tentunya diperlukan ilmu jarh wa ta’dil dan peralatan kitab ilmu rijal al hadist seperti kitab Tahdzib al Kamal Fi Asma’ al Rijal karya imam al Mizzi tersebut.
Dengan memahami realitas akademis seperti itu, diharapkan umat Islam tertarik untuk mempelajari ilmu jarh wa ta’dil dan ilmu Rijal al hadits serta semangat dalam membaca kitab kitab Rijal al hadist. Wallahu’alam.
Penulis adalah Dosen Hadist Ahkam dan Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara Pascasarjana IAIN Langsa
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.