SYAWAL, PENINGKATAN ETOS KERJA
Oleh : Hasan Bakti Nasution

  • Bagikan

Seperti diurai sebelumnya bahwa Syawal bermakna peningkatan, artinya, di bulan Syawal ini harus banyak kejutan peningkatan. Selain berbagai hal tersebut yang bermuara pada etos pengabdian atau ibadah, peningkatan etos kerja juga tak terlewatkan.
Yang dimaksud dengan etos kerja ialah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.

Begitu KBBI memberi pengertian. Jadi semangat kerja itu memiliki landasan kuat sesuai keyakinan yang dianut. Dalam Islam, landasannya ialah keyakinan bahwa kerja itu ialah ibadah. Sebagai ibadah, pasti ada nilai positif (ganjaran) yang diterima, yaitu dari Allah.
Peningkatan etos kerja ini maha penting, karena harus diakui sebagai dampak pandemi copid-19, salah satunya ialah perubahan pola kerja dari yang sifatnya tatap muka (face to face) menjadi serba on-line. Atau disebut dengan WFH (work from home), dari yang selama ini WFO (work from office).


Metode kerja dengan sistem on-line ini bagaimanapun telah banyak melakukan terobosan sehingga adminisitrasi perkantoran dapat berjalan. Namun ada hal yang tersisa dari kebijakan ini yang dipandang kurang “birockratic orientasion”, yaitu munculnya sejenis budaya baru bahwa “masuk kantor bukan lagi suatu kemestian”. Jikapun datang ke kantor, karena di dalam ruangan dianggap tempat bersarangnya virus, lalu banyak yang duduk-duduk saja di luar kantor, alias bukan di meja kerja.


Trend di atas tentu dianggap sebagai pertanda etos kerja menalami daegradasi. Yang namanya birokrasi yang berarti “meja”, seorang pegawai haruslah di depan meja. Insya Allah, dengan semangat syawal 1443 H etos kerja akan mengalami gradasi, selain kuantitas (etos masuk kantor dan stay di meja), juga kualitas, yaitu output yang dihasilkan. Ini penting agar SKP yang dilaporkan tidak hanya sekedar data-data….
Mudah-mudahan !.

9 Syawal 1443 H/ 2022.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *