Waspada
Waspada » SYAWAL, MOMEN KEBANGKITAN UMAT
Al-bayan Opini

SYAWAL, MOMEN KEBANGKITAN UMAT

Perjuangan Ramadhan dengan segala hiruk pikuknya usailah sudah, begitu juga dengan idul fithri dengan cirikhas ala prokes copid nineteen-nya pun berakhir sudah. Kini, umat Islam memasuki bulan Syawal, yang tentu membawa missi tersendiri dalam perjalanan hidup anak manusia. Lalu apa yang harus dilakukan ?.

Al-Qur’an pada surat al-Insyirah/94: 7, dengan pesan singkat mengatakan “faizda faraghta fanshab”, jika telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan lainnya. Jika Ramadhan sebagai bulan latihan, di bulan Syawal semua materi latihan harus dipraktekkan. Ibarat latihan olah raga, permainan sesungguhnya ialah pada pertandingan usai latihan.

Itu berarti bahwa, aplikasi hidup sesungguhnynya ialah pada bulan Syawal dan seterusnya, setelah berlatih sebulan penuh selama Ramadhan.
Maka yang harus dilakukan ialah mengadakan perubahan ke arah yang lebih baik (ashlah), sesuai dengan makna Syawal yang berarti peningkatan.

Sejatinya, segala sesuatunya harus meningkat di bulan Syawal ini dibanding sebelum bulan Ramadhan. Artinya perlu pembaharuan yang berkisar pada tiga hal, yaitu cara pandang terhadap Islam, sikap terhadap Islam, dan prilaku menyeharikan ajaran Islam.

Pertama, cara pandang, yaitu Islam adalah jalan hidup (way of life) yang menawarkan cara hidup yang islami, karena semua prilaku diajarkan dalam Islam. Jadi tinggalkan cara pandang yang skularistik terhadap Islam. Kedua, ajaran yang holistik ini harus disikapi secara positif, bahwa begitulah sejatinya. Jadi enyahkanlah sikap phobia terhadap Islam. Ketiga, prilaku, yaitu ajaran Islam harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Ibarat cara pemakaian barang yang tertulis dalam kemasan, cara pemakaian itu harus dipraktekkan sesuai yang tertulis. Jika tidak, barangnya tidak berfungsi atau bahkan akan rusak secara langsung. Atau ibarat makan obat harus sesuai dengan kadarnya (jumlah obat dan waktuya). Jika tidak, obatnya tidak akan berfungsi atau akan keracunan obat.

Jadi, cara hidup yang diatur Islam haruslah dipraktekkan akan bisa dibuktikan bahwa Islam memang sebagai suatu jalan hidup yang membahagiakan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Salah satu contoh sebagai titik tolak ialah “bermu’amalah secara Islam”. Mulailah bermuamalah secara Islam mulai saat ini juga. Atau tidak sama sekali.
Dengan tiga langkah linear progresif di atas, insya Allah Syawal tahun ini akan menjadi momentum kebangkitan umat. Mudah-mudahan.
…11-4-2021…

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2