Syarat Hewan Kurban - Waspada

Syarat Hewan Kurban

  • Bagikan

 

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2)

Diriwayatkan Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan harta, sedangkan ia tak berkurban, janganlah dekat-dekat mushala kami” (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim).

Menyembelih hewan kurban Ied Adha, dianggap sah jika sudah terpenuhi syaratnya. Dalam syariat Islam, terdapat dua syarat yang harus terpenuhi agar sah. Berkurban sendiri hukumnya sunah muakadah. Pelaksanaan kurban diatur jelas dalam Islam.

Tidak semua hewan dapat dijadikan kurban, dan harus memenuhi syarat tertentu. Ada beberapa syarat sah hewan kurban. Pertama, hewan kurban wajib hewan ternak: unta, sapi, kambing, atau domba. Selain hewan-hewan ternak itu, tidak bisa dijadikan sebagai hewan kurban.

Ayam, bebek, burung, ikan dan hewan halal lainnya, tidak bisa dikategorikan sebagai hewan kurban. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan [kurban], supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka,” (QS. Al-Hajj: 34)..

Kedua, hewan ternak yang akan dikurbankan harus mencapai usia minimal: Unta minimal berumur 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6. Sapi atau kerbau minimal berumur 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3. Kambing jenis domba atau biri-biri berumur 1 tahun kambing jenis domba bisa berumur 6 bulan jika yang berusia 1 tahun sulit ditemukan.

Kambing biasa (bukan domba/biri-biri) minimal usia 1 tahun dan masuk tahun ke 2, maka tidak sah berkurban menggunakan kambing, domba, unta, sapi ataupun kerbau jika belum mencapai kriteria usia minimal yang sudah ditetapkan.

Selain itu, jika usia hewan ternak itu sudah melebihi batas usia minimalnya, sebaiknya tidak terlalu tua. Karena, dagingnya keras dikonsumsi.

Ketiga, hewan tidak dalam kondisi yang menyebabkannya tidak sah menjadi kurban. Hewan buta, pincang, sakit yang tampak jelas sehingga kurus dan rusak dagingnya, terputus sebagian atau seluruh telinganya, terputus sebagian atau seluruh ekornya.

Hewan seperti ini tidak sah di kurbankan. Akan tetapi, hewan yang pecah atau patah tanduknya, maupun tidak ada tanduk, tetap sah dijadikan hewan kurban. Selain syarat ini, yang perlu diperhatikan, waktu penyembelihannya.

Hewan kurban disembelih saat Idul Adha, atau 10 Dzulhijjah, yakni setelah lewatnya waktu yang cukup untuk shalat dua rakaat dan dua khutbah yang terhitung sejak matahari terbit. Waktu penyembelihan hewan kurban berlangsung hingga matahari terbenam pada hari tasyriq yang terakhir, 13 Dzulhijjah.

Diriwayatkan Jabir ra, bahwasanya, “Nabi memerintahkan kepada kami berkurban seekor unta atau sapi untuk setiap 7 orang dari kami” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).    WASPADA

Dosen FAI, Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan