Waspada
Waspada » Surga Yang Terabaikan
Al-bayan Headlines

Surga Yang Terabaikan

Oleh Ali Sakti Rambe

“Barang siapa yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: “Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Siapa yang giat mengerjakan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Siapa yang termasuk orang yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Siapa yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu ar-Rayyan. Dan barang siapa termasuk orang yang gemar bersedekah, maka ia akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Surga menjadi dambaan siapa saja. Setiap orang berharap tempat persinggahan terakhirnya di akhirat kelak adalah surga. Baik orangnya taat maupun maksiat, penurut dan pembangkang, dalam benaknya masing-masing berharap akhir dari perjalanan hidupnya adalah surga.

Bagi manusia, Allah SWT turunkan Al-Qur’an sebagai penuntun lewat utusannya yang mulia rasulullah SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Siapa yang tidak terpaut hatinya dengan surga, banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan betapa nikmat dan indahnya surga dengan segala fasilitas yang Allah SWT sediakan di dalamnya.

Luasnya terbentang seluas langit dan bumi, “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133)

Di dalam surga juga terdapat buah-buahan dan sungai-sungai yang mengalir, “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.”

Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka memperoleh pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Baqarah: 25) Juga ada bidadari-bidadari yang selalu menundukkan pandangannya serta belum pernah disentuh oleh manusia maupun jin, “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya” (QS. Ar-Rahman: 56).

Hebatnya lagi, di dalam surga semua keinginan dan permintaan akan duikabulkan oleh Allah SWT, “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta” (QS. Fushshilat: 31)

Pintu surga itu sangat banyak, sebagaimana dijelaskan dalam hadis pembukaan di atas. Karena itulah setiap orang sibuk untuk memantaskan diri agar bisa masuk ke dalamnya. Mulai dari anak-anak muda terlebih yang sudah tua. Mereka mengerjakan berbagai amal-amal shalih. Sayangnya, tidak sedikit di antara para pencari pintu surga tersebut yang terlena, mengejar pintu-pintu surga yang jauh sementara pintu surga yang sangat dekat dengannya terabaikan.

Ada orang yang berkali-kali umrah, tetapi lupa berbakti kepada orangtua. Ada juga orang yang banyak bersedekah kepada orang lain sementara kedua orangtuanya terlupakan. Ada pula yang karena sibuk dengan mengurusi kebutuhan dan kesejahteraan istri beserta anak-anaknya, kedua orangtuanya menjadi terabaikan.

Yah, pintu surga yang sering terabaikan tersebut adalah kedua orangtua. “Orangtua adalah pintu surga yang paling tengah, kalian bisa saja mengabaikan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya” (HR. Tirmidzi). Berbakti kepada orangtua adalah kewajiban yang harus ditunaikan setelah menyembah Allah SWT dan mentaati Rasul-Nya.

Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak” (QS. An-Nisa: 36)

Silahkan kita mengejar pintu-pintu surga, tetapi kewajiban berbakti kepada orangtua jangan sampai terabaikan. Tulisan ini tidak untuk mengatakan bahwa penulis merupakan orang yang sudah berbakti kepada orangtua sekaligus telah mencapai pintu-pintu surga yang lain. Tetapi lebih kepada mengingatkan kita semua, khususnya penulis sendiri. Agar jangan sampai mengabaikan kedua orangtua. Karena keduanya merupakan salah satu perantara kita bisa meraih surga Allah SWT.  WASPADA

(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Kab. Tapanuli Selatan)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2