Sombong

Sombong
Oleh Dr Nada Sukri Pane

  • Bagikan

“Tidak akan masuk sorga orang yang di dalam hatinya ada bagian terkecil dari sombong” (HR. Muslim)

Sombong, sebagaimana ditegaskan imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya’ Ulumuddin, adalah menganggap remeh orang lain dan menilai dirinya lebih mulia.

Seseorang yang sombong akan menolak nilai kebenaran, padahal dia tahu itu adalah benar. Dirinya merasa tidak pantas menerima masukan dan nasehat.

Kesombongan ada dua macam, yaitu sombong terhadap al haq dan sombong terhadap makhluk. Sombong terhadap al haq adalah orang yang sombong terhadap ajaran Rasul. Allah berfirman;

Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka” (QS. Al-Ahzab: 36).

Sedangkan sombong terhadap makhluk. Yakni seseorang bangga dengan dirinya sendiri. Menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain, karena rajin ibadah ke masjid.

Meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan perbuatan maupun perkataan orang lain. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (HR. Muslim).

Kenali sifat sombong, karena sombong selalu berteman Setan. Ketika sifat sombong datang menghampiri, coba tersenyum mengenali, sembari menasihati diri. Lakukan hal ini berulamg kali, sampai sifat sombong tak mau dan malu datang lagi.

Orang yang berhasil meninggalkan kesombongan, maka akan menjadi manusia paling mulia, paling berlapang dada, bertenggang rasa, sabar, selalu tersenyum dan paling bahagia.

Ada beberapa akibat memiliki sifat sombong; Pertama, menghancurkan amal shaleh. Mereka yang memiliki sifat sombong, tidak memiliki sifat ikhlas yang merupakan dasar ibadah. Karena kesombongan itu dapat membinasakan amal ibadah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri” (HR. Thabrani).

Kedua, memperturutkan hawa nafsu. Orang yang sombong akan selalu bertindak sesuai dengan apa yang ia kehendaki tanpa memikirkan atau memerdulikan sekitar.

Akibatnya, mereka sering bertindak tanpa berpikir dan hanya mengandalkan hawa nafsu. Mereka akan melakukan apapun yang penting bisa membuat mereka puas dan bangga. Dalam keadaan seperti itu, mereka cenderung berbuat maksiat semata.

Ketiga, dibenci Allah SAW dan Rasulullah. Jika memiliki sifat sombong maka kita sudah melanggar perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang yang tidak taat tentunya wajar jika tidak disukai.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Luqman:18).

Keempat, menjadi hina. Menurut Irene Scopelliti yang membuat penelitian tentang pamer diri mengatakan bahwa orang yang sering pamer sesuatu di media sosial dengan niat berbagi kabar baik dan merasa orang lain akan merasakan hal yang sama.

Kenyataannya, keyakinan tersebut sering tidak sesuai dengan fakta lapangan, sehingga tanggapan orang lain malah berbeda dari yang Anda harapkan. Alih-alih membanggakan, malah merendahkan diri. WASPADA

Guru SMAN 16 Medan, Alumni Program Doktor PEDI UIN SU

  • Bagikan