Senantiasa Bertaubat - Waspada

Senantiasa Bertaubat

  • Bagikan

 

Dan selalu memohon ampunan di waktu pagi sebelum fajar (QS. As-Zariyat: 18)

Salah satu tujuan beribadah kepada Allah SWT adalah agar dosa-dosa diampuni. Ada amalan penting yang jika dilakukan akan dapat menghapus dosa satu keluarga. QS. 51 ayat 18, diamalkan setelah Tahajud sebelum shalat subuh,

                                             

“Dan di waktu sesaat sebelum fajar dia banyak beristighfar kepada Allah minta ampun”. Jika mengamalkannya, selain menghapus dosa, dampaknya kehidupan rumah tangga akan jadi lebih tenang.

Diriwayatkan Thabaqah pertama, golongan pertama dari nabi, yaitu 30 sahabat senior Nabi Muhammad SAW langsung mengatakan. “Ketika seorang bermunajat ke Allah mengatakan ‘Allahuma Istaghfirli (Ya Allah ampuni saya) apa jawaban Allah? Hambaku aku ampuni semua dosamu,” terang dia.

Maka ketika melakukan amalan tersebut dalam kehidupan rumah tangga, keluarga akan dijaga oleh Allah SWT, diberi ketenangan dan kesulitan akan hilang. Ketika dihisab, tidak akan ditanya tentang saudara ataupun tetangga, tetapi keluarga kita sendiri.

Untuk itu, mari kita jaga keluarga dari api neraka. Begitu selesai Tahajud berdoa bersama, istighfar minta ampun. Begitu air mata mengalir seakan masalah sudah hilang dan ringan hidupnya dan Allah akan jadikan hidup tenang. Dosa hilang, hidupnya ringan dan damai.

Dosa yang tidak diampuni Allah jika tidak taubat nasuha sebelum wafat. Dosa syirik akbar dan kufur akbar yang tergolong pembatal keislaman bila dilakukan. Di antaranya sihir, santet. Tentunya dosa seperti ini hanya bisa diampuni dengan taubat dari kesyirikan tersebut, dengan menjaga tauhid agar jangan sampai batal.

Dosa sesama manusia, seperti menggunjing, memfitnah, mengambil harta tanpa alasan yang benar, menyakiti hati dan fisiknya, durhaka kepada oang tua. Dosa ini juga sulit diampuni kecuali meminta maaf atau mengembalikan hak korbannya.

Dosa-dosa besar yang terkait dengan pelanggaran aturan Allah, seperti zina, mabuk, suap-menyuap, meninggalkan puasa ramadhan tanpa alasan, tidak membayar zakat. Intinya setiap dosa mendapat ancaman berat berarti tergolong dosa besar.

Dosa seperti ini masih memiliki peluang untuk diampuni Allah walaupun pelakunya belum sempat bertaubat, asal tetap bertauhid dan tidak batal Islamnya. Namun Allah juga bisa saja menghukumnya sesuai keadilan-Nya.

Intinya, harus bertaubat kalau ingin benar-benar bebas dari hukuman Allah swt. Dosa kecil otomatis diampuni Allah selama pelakunya bertauhid dan menjauhi dosa besar, jika konsisten dalam menjalankan amalan tertentu, seperti Shalat lima waktu, puasa Ramadhan.

Di antara amalan yang menjadikan pelakunya terampuni dosanya seperti mati syahid, kecuali jika masih memiliki hutang maka tidak bisa gugur dengan mati syahid. Dan solusi paling efektif ialah senantiasa memperbarui taubat setiap hari.

Luangkan waktu untuk mengingat dosa apa saja yang telah dilakukan, lalu minta ampun kepada Allah dan taubat nasuha. Tutuplah dengan zikir menjelang tidur. Insya Allah bila selalu dilakukan, maka kita menutup hari-hari yang dilalui dengan taubat sehingga insya Allah tidak menyisakan dosa.   WASPADA

Dosen FAI Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, dan Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan