Senantiasa Berbuat Baik

Senantiasa Berbuat Baik

  • Bagikan

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. Alzalzalah: 7-8)

Ayat di atas dibacakan Nabi Muhammad SAW ketika Shasha’ah bin Najiyah, kakek al-Farazdaq, datang kepada Nabi SAW meminta untuk dibacakan ayat Al-Quran. Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?”

Nabi SAW menjawab, “Yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya.” Kemudian Dia bertanya lagi, “Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?” Nabi SAW menjawab, “Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya” (HR. Thabrani dan Abu Naim)

Manfaat berbuat baik ada tujuh yakni; Pertama, kebaikan Allah. “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu” (QS. Al-Qashas: 77). Setiap hari Allah selalu memberikan kebaikan untuk kita.

Sejak mata ini terbuka di pagi hari, Allah telah memberi udara yang segar, kesehatan, penglihatan dan semua kebaikan. “Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah: 122).

Kedua, janji pahala. Allah berjanji bagi siapa yang mau berbuat baik, akan membalasnya dengan yang lebih baik. Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu;

Dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Ketiga, kebaikan di atas keburukan. Allah menekankan sekecil apa pun kebaikan, tetaplah jauh di atas keburukan. “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik” (QS. Fussilat: 34).

Bahkan kebaikan sekecil apa pun tetaplah kebaikan. Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu” (QS. Al Maidah: 100).

Keempat, pahala berlipatganda. Allah SWT tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya. “Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu” (QS. Al Qashas: 84).

Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya” (QS. Al An’am: 160). “Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah Melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak” (QS. Al-Baqarah: 245).

Kelima, kabar gembira. Bahwa Allah Swt memberikan kabar gembira kepada mereka yang selalu berbuat baik. Jika kita telah menerima kabar baik dari Allah, Tidak ada lagi yang perlu ditakuti dan dikhawatirkan.

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Hajj: 37). Orang semacam ini selalu nyaman merasa dilindiungi. Karena hati mereka selalu dipenuhi dengan kabar gembira dari Allah.

Keenam, bersama Allah. Bagi seorang yang mau berbuat baik, Allah menjanjikan posisi yang lebih tinggi dari seorang kekasih. Allah berjanji kepada seorang yang selalu berbuat baik bahwa Allah selalu bersamanya.

Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Ankabut: 69). “Jangan engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita” (QS. At-Taubah: 40).

Ketujuh, sebagai kekasih Allah. Ternyata Allah punya janji lain yang lebih agung bagi orang yang berbuat baik. Seorang yang mau berbuat baik, Allah akan jadikan dia kekasih-Nya;

Sungguh, Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195). Layaknya seorang kekasih, pasti dia akan menyayangi, membahagiakan, melindungi dan mencintai kekasihnya.    WASPADA

Guru SMAN 16 Medan, Alumni Program Doktor PEDI UINSU

  • Bagikan