Waspada
Waspada » Sabar Menghadapi Ujian
Al-bayan Headlines

Sabar Menghadapi Ujian

Oleh Tantomi Simamora

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 155)

Ketika kita mulai belajar beladiri, maka siap-siaplah untuk menghadapi lawan yang siap menguji ketangkasan dan kecepatan gerakanmu untuk menghadapi serangan musuh yang bisa saja mengalahkanmu. Ketika mulai sungguh-sungguh menuntut ilmu, maka siap-siaplah dengan ujian untuk meningkat derajatmu sebagai penuntut ilmu.

Ketika kita mulai bekerja dan memiliki usaha, maka harus siap-siap juga menghadapi ujian sehingga mempersiapkan manajemen yang kuat dalam rangka mengerjakan tugas perusahaan. Intinya, seseorang yang ingin sukses dan berhasil tidak akan luput dari sebuah ujian, karena hanya dengan ujianlah yang bisa mengukur keberhasilan seseorang.

Ada banyak ujian yang disediakan oleh Allah SWT untuk hambanya. Allah SWT menguji hamba-Nya bukan karena tidak suka, justru Allah SWT menguji hamba-Nya karena cinta dan kasih sayang-Nya. Semakin banyak ujian, maka akan semakin ikhlas dan lapang dada dalam menghadapi segala cobaan.

Kemudian orang yang sering diuji, maka akan semakin teruji sehingga ia menjadi hamba yang hanya taat kepada Allah SWT bukan kepada manusia. Ujian tidak akan ada henti-hentinya kepada orang yang beriman, karena belum bisa dikatakan seseorang itu beriman sebelum ia mendapat ujian yang berat.

Kemudian beratnya ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya seiring meningkatnya derajat dan kemuliaannya di sisi Allah SWT. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Jika kita lihat sejarah para nabi dan sahabat, betapa mereka dicintai Allah SWT karena kesabarannya dalam menjalani ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Contohnya Nabi Ayub AS. Satu persatu ujian didatangkan seperti diuji dengan kemiskinan, penyakit yang sangat berat selama berpuluh tahun, tetapi tetap teguh dalam keimanannya dan sabar.

Sejarah itu sesungguhnya sudah bisa sebagai petunjuk bagi kita dalam hal menghadapi ujian, tidak ada cara lain kecuali sabar dan terus konsisten dalam melakukan ibadah, terutama shalat. Bahkan jika kita mencoba menikmati ujian dari Allah SWT, maka ujian itu akan menjadi pengikis dosa. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 153).

Sabar bukan berarti pasrah dan tidak mau berusaha, justru sikap sabar akan melapangkan dada untuk terus melatih diri dengan keimanan yang kokoh sehingga kuat dalam menghadapi semua ujian dari Allah SWT. Sebagai Muslim yang mengaku beriman, ketika ia sudah mulai tak kuasa untuk menahan, maka ia akan mengadu dan berdo’a kepada Allah SWT semoga diberi kekuatan untuk menjalani ujian. Hal ini sesuai dengan hakikat dari pada shalat yaitu berdoa dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kesabaran adalah kunci dari solusi untuk menghadapi ujian, jika kesabaran tertanam dalam jiwa seseorang, maka kesabaran itu akan membangkitkan semangat juang untuk menghadapi semua ujian. Sabar bukan untuk mengeluh apalagi bersedih ketika menghadapi ujian. Sabar itu harus selalu bersemangat menghadapi ujian apapun, dan tidak pernah putus asa terhadap apapun yang terjadi.

Sabar artinya sangat luas sekali, namun bagi orang-orang yang benar-benar memahami makna dari bersabar yaitu menahan, dengan sendirinya kita akan paham, betapa tingginya derajat orang yang sabar. Kemudian kita akan memahami juga bahwa untuk menjadi orang sabar tidaklah mudah, semua membutuhkan proses. Ketika dalam proses tersebut kita bisa bersabar, maka pada saat itulah kita dijadikan oleh Allah SWT sebagai orang yang sabar. Inilah yang disebut dengan kemenangan yang sesungguhnya.

Menjadi orang yang sabar memang butuh waktu dan proses, namun yang perlu kita pahami adalah; selagi manusia tidak bisa sabar dalam menghadapi ujian, tentu tidak akan pernah menggapai sebuah kemenangan. Sabar adalah kekuatan untuk menahan segala cobaan yang dibarengi dengan hati yang tulus dan kekokohan iman.

Sabar juga merupakan prasyarat yang diperlukan dalam semua kondisi kehidupan. Ibarat dua sisi mata uang, sabar merupakan jalan pilihan dalam menyelesaikan beban kehidupan yang berat agar seseorang sampai ke tempat tujuan dengan baik pada satu sisi. Sedangkan pada sisi lain, sabar merupakan benteng pertahanan yang akan berujung kepada sebuah kemenangan.

Bersabar bukan berarti lemah dan menyerah terhadap keadaan. Bersabar justru merupakan sikap posif dan menunjukkan kuatnya iman seseorang. Allah SWT berfirman: “Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, Sungguh yang demikian itu termasuk kewajiban dalam menghadapi perkara” (QS Luqman: 17).  WASPADA

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM, Kab. Tapanuli Selatan

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2