Perkara Rahasia Allah

  • Bagikan
Perkara Rahasia Allah

Oleh Alexander Zulkarnaen

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta” (HR. Bukhari Muslim)

Setidaknya ada sepuluh perkara yang Allah rahasiakan kepada kita hamba-Nya agar kian giat beribadah dan lebih hati-hati berkiprah. Beberapa rahasia dijelaskan oleh Umar bin Khattab ra sebagaimana dinukil Syaikh an-Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad Lil Isti’dad Li Yaumil Ma’ad. Ali Zainal Abidin bin Husein ra juga turut menguraikan rahasia Allah seperti dikutip Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Al-Fushul al-‘Ilmiyyah wal Ushul al-Hikamiyyah.

Pertama, Allah rahasiakan ridha-Nya dalam amal ketaatan. Kita sama sekali tidak mengetahui amal ibadah mana yang mengundang ridha Allah Ta’ala. Hal ini menjadikan kita tidak mudah merasa puas dan tidak pula meremehkan amal ibadah sekecil dan sesederhana apa pun. Kisah Imam al-Ghazali masuk Surga layak menjadi inspirasi. Hujjatul Islam ini dikisahkan, ternyata beliau masuk Surga bukan karena menulis segudang kitab ilmu pengetahuan namun membiarkan seekor lalat meminum di wadah tinta miliknya. Begitu pula kisah wanita pezina mendapat ampunan Allah lantaran memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Kedua, Allah rahasiakan murka-Nya dalam kemaksiatan. Semua perbuatan maksiat mengundang murka Allah SWT. Jangan pernah kita merasa aman saat melakukan kemaksiatan, meski termasuk dosa kecil. Patut direnungkan, bukan besar atau kecilnya dosa yang kita lakukan, namun kepada siapa dosa itu kita kerjakan. Bilal bin Sa’ad pernah berkata, “Janganlah engkau melihat kepada kecilnya kesalahan. Tetapi lihatlah siapa yang engkau durhakai” (Kitab Hilyatul Auliya’).

Ketiga, Allah rahasiakan kekasih-Nya di tengah umat manusia. Tidak jarang kita hanya menghormati seseorang yang terkenal dan viral. Hanya segan kepada yang berpenampilan menawan. Mudah didikte oleh kalangan parlente. Sebaliknya, memandang sebelah mata kepada orang tak punya. Tak yakin kepada si miskin. Padahal kita tak tahu kedudukan mereka di sisi Allah Azza wa Jalla. Nabi mengingatkan, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR. Muslim).

Keempat, Allah rahasiakan kematian dalam kehidupan. Kita tidak pernah tahu kapan, dimana, dan bagaimana ajal menjemput. “Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati” (QS. Lukman: 34). Karenanya, kita mesti mempersiapkan bekal terbaik dan jangan pernah melupakan kematian. Nabi SAW berpesan, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas” (HR. Ibnu Majah).

Kelima, Allah rahasiakan shalat wushtha dalam setiap shalat fardhu. Shalat wushtha adalah shalat fardhu yang terbaik. Sengaja Allah rahasiakan agar kita benar-benar menjaga semua shalat fardhu lima waktu. Allah berfirman, “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” (QS. al-Baqarah: 238).

Keenam, Allah rahasiakan waktu mustajab di hari Jumat. Nabi pernah bersabda, “Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta” (HR. Bukhari Muslim). Tentu saja waktu mustajab itu dirahasiakan agar kita sepanjang waktu tetap semangat beribadah dan berdoa.

Ketujuh, Allah rahasiakan Lailatulqadar dalam Ramadhan. Tujuannya agar setiap detik kebersamaan kita di bulan Ramadhan, dihabiskan dengan amal ketaatan pendulang pahala yang lebih baik dari seribu bulan. Allah tegaskan, “Malam kemuliaan itu (Lailatul Qadar) lebih baik daripada seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).

Kedelapan, Allah rahasiakan Ismul a’zham dalam nama-nama-Nya yang Agung. Nabi pernah bersabda, “Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan Ismul a’zham (nama-Nya yang agung), di mana kalau berdoa akan dikabulkan, kalau meminta akan diberikan” (HR. Tirmidzi). Ismul a’zham itu sengaja dirahasiakan agar kita bersungguh-sungguh membaca semua nama-Nya atau berdoa dengan setiap asma-Nya. Sebab, kita tidak tahu asbab asma yang mana, dikabulkannya doa kita.

Kesembilan, Allah rahasiakan al-Sab’u al-Matsani dalam Al-Quran. Allah berfirman, Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu al-sab‘u al-matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang), dan Al Quran yang agung (QS. al-Hijir: 87). Membaca Al-Quran keseluruhan menjadi hikmah dirahasiakannya al-Sab’u al-Matsani ini. Nabi SAW pernah memotivasi kita untuk beramal Hal Murtahal, yakni, mengkhatamkan Al-Quran sebagai amal yang dicintai Allah. Ada seorang sahabat bertanya kepada Rasul. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?’” Beliau menjawab, “’Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “’Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?”’ Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal” (HR. Tirmidzi).

Kesepuluh, Allah rahasiakan kiamat. Allah berfirman, “Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan” (QS. Thaha: 15). Allahua’lam.

(Guru PAI SMAN 2 Medan, Ketua Deputi Humas Ikadi Sumut, Wakil Ketua Majelis Dakwah PW Al Washliyah Sumut, Pengurus IPQAH / Ikatan Persaudaraan Qari-qariah dan Hafiz-hafizah Sumut)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Perkara Rahasia Allah

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *