Perjuangan Penghuni Surga - Waspada

Perjuangan Penghuni Surga

  • Bagikan

 

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al Ankabut: 2)

Surga sebagaimana yang digambarkan QS. Muhammad: 15 berupa taman yang indah, sungai mengalir dari air susu, anggur, madu dan buah-buahan. Di sana banyak gedung-gedung pencakar yang tinggi (QS. Az-Zumar: 20).

Ibnul Jauzi ra Berkata: “wahai jiwa berletih-letihlah sedikit (dalam beramal saleh) maka engkau pun akan banyak beristirahat di Surga Firdaus” (Al-Mawaizh 1/79). Meraih Surga bukan hal yang mudah yang cukup diraih dengan berangan dan bermalas-malasan.

Penduduk Surga adalah orang-orang yang diuji dengan berbagai perjuangan dan pengorbanan yang melelahkan jiwa, fisik dan pikiran, lalu mereka lulus ujian. Penduduk Surga adalah pejuang tangguh orang-orang yang rela berkorban tanpa pamrih, kecuali dengan cinta kepada Rabb mereka.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman”. Dan mereka tidak diuji? Sungguh! Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu agar kamu beriman.

Dalam ayat lain, Allah menceritakan apa sebabnya mereka bisa masuk Surga, yaitu karena kesabaran mereka menahan capek demi memerjuangkan Surga. “Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi dalam Surga atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam” (QS. al-Furqan: 75).

Dan dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya berupa Surga dan pakaian sutra. ”Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, mereka tidak melihat merasakan teriknya matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan” (QS. Al-Insan: 12-13).

Di Surga tidak akan bertambah tua, selalu muda dan kuat, setinggi nabi Adam (sekitar 30 m), tidak sakit, tidak merasa lelah, tidak tidur maupun merasakan kematian, tidak lagi sholat dan puasa, bahagia selamanya, mereka mendapat apa saja yang diinginkan, tidak meludah, buang air, dan keringatmu begitu harum, tidak iri dengan penduduk Surga lainnya, semua merasa puas dan senang, di Surga tidak akan sendirian, di Surga bisa melihat wajah Allah tanpa berdesakan.

Nama-nama Surga dan neraka di dalam al-Quran: Surga Jannah, Firdaus, Ma’wa, And, Naim, (Dar) al-Qarar, al-Muttaqin, as-Salam, al-Muqamah, dan Maqam al-Amin. Nama neraka: Nar, Hawiah, Ladha, Sair, Saqar, dan Hutamah.

Dari nama-nama ini menggambarkan bahwa Surga merupakan tempat yang nyaman, sementara Neraka tempat yang menyeramkan. Di Surga nanti semua akan mendapatkan pasangan. (QS. Al-Baqarah: 25), bersenang-senang dengan kegemaran masing-masing, duduk dengan istri di Sofa. (QS. Yasin: 55-56).

Tidak luput anak muda berpakaian sutra hijau, gelang tangan dari perak, minuman bersih (QS. al-Insan: 19-21), gadis yang suci, sopan, matanya jelita. (QS. Shaffat: 48-49). Bahkan di Surga tidak ada kata-kata kotor, atau sia-sia. (QS. al-Waqiah: 25-26). Diberi kenikmatan terus.

Dan diserukan kepada mereka itulah Surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan” (QS. Al-A’raf: 43).

Gambaran Neraka, penghuninya memakan buah zakun (pahit, bau, dan berduri) yang tumbuh di dasar neraka, dan minum dari air yang sangat panas (QS. Shafat: 62-76), juga minum air tembaga yang mendidih yang dapat menghanguskan wajah (QS. Kahfi: 29).

Penghuni Neraka meminum air yang mendidih hingga perutnya hancur meleleh dari telapak kaki hancur lalu dikembalikan ke posisi semula (HR. Imam Turmidzi). Penghuni neraka memakai pakaian yang terbuat dari api, disiram air mendidih pada kepala dan dicambuk besi (QS. al-Hajj 19-22).

Pada bagian kulitnya akan hancur lalu diganti dengan kulit baru untuk benar-benar merasakan siksa neraka. (QS. an-Nisa: 56). Pakaian penduduk Surga terbuat dari sutera. Para penduduk Surga berwujud orang dewasa berusia 33 tahun.

Yang disebut dalam al-Quran antara lain minuman dengan campuran kafur dan zanjabil yang diambil dari mata air salsabil, yang dituangkan ke dalam gelas dari perak oleh anak-anak lelaki muda yang tampan yang ketika dilihat mereka tampak seperti mutiara yang bertaburan.

Bidadari Surga adalah “hurun ‘in”. “Bidadari yang bermata indah”. Bidadari yang putih dan halus kulitnya, dan bermata besar. Para bidadari itu akan dipasangkan ke para lelaki surga. Bidadari itu berusia sebaya dan penuh cinta dengan pasanganya, berperilaku baik dan berwajah jelita, belum pernah disentuh.

Mereka akan membatasi pandangannya ke pasangan lain dan tidak akan berpaling ke lelaki lain. Mereka selalu suci. Mereka memakai sutera tipis sehingga putih betisnya yang berkilau bagai mutiara yang tersimpan terlihat.  WASPADA

Dosen FAI Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, dan Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan