Waspada
Waspada » Peristiwa Penting Di Bulan Rajab
Al-bayan Headlines

Peristiwa Penting Di Bulan Rajab

Oleh H. Muhammad. Nasir, Lc., MA

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan (telah ditetapkan) dalam Kitab Allah sewaktu Dia menciptakan langit dan bumi, dan di antaranya, ada empat bulan yang dihormati (QS. al-Taubah: 36)

Bulan Rajab, salah satu bulan yang dihormati dalam Islam, hatta orang Arab jahiliyah sebelum mengenal Islam turut menghormati kemuliaan bulan ini. Sesuai makna dari Rajab yaitu kemuliaan, keagungan dan kebesaran, Allah catutkan di dalam Al Qur’an di atas, agar tetap diingat sepanjang zaman.

Empat bulan yang dihormati dalam ayat ini termasuk diantaranya bulan Rajab sebagai mana di dalam tafsir Ibnu kasir. Banyak pristiwa penting terjadi di bulan Rajab, di antaranya ada yang dijadikan sebagai ibrah/pelajaran dan ada pula yang dijadikan sebagai uswah/contoh yang patut untuk diteladani.

Peristiwa tersebut tidak terjadi secara kebetulan karena tidak ada peristiwa sekecil apapun yang terjadi di muka bumi ini tanpa kehendak Allah SWT. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (QS. Yusuf: 111).

Peristiwa Isra dan Mi’raj Pada 27 Rajab tahun ke 12 dari kenabian. Peristiwa ini penting bagi sirah atau perjalanan Rasul SAW. Allah SWT berfirman; Maha suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam (di Makkah) ke Masjidil Aqsa (di Palestina), yang Kami berkahi sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Allah jualah yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. mengadung tiga mukjizat besar, dua di antaranya tidak dapat dicontoh oleh umat Nabi Muhammad SAW. Cukup hanya sebagai ibrah yaitu Isra’ perjalanan singkat/rihlah ardhiyat dari bumi Makkah ke bumi Palestina. Dalam durasi yang sangat singkat seukuran masih hangatnya tempat tidur yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pada hal kenderaan berkuda pada masa itu harus menempuh satu bulan perjalanan. Sedangkan kenderaan bermotor dengan kecepatan 200 Km perjam dapat ditempuh 25 jam dan dengan pesawat udara 2 jam terbang.

Mukjizat kedua, mi’raj/naik ke langit atau rihlah samawat/perjalan langit. Dari langit pertama hingga langit ketujuh sampai sidratul muntaha batas akhir perjalan malaikat. Jibril berkata; jika saya menorobos ke atas saya akan terbakar, jika engkau menerobos wahai Muhammmad engkau akan sampai.

Jika diukur dengan perjalanan manusia sama dengan lima puluh ribu tahun perjalanan (lihat surah Al Ma’arij ayat 4) mukjizat ini cukup menjadi ‘ibrah karena tidak ada satu manusia pun yang mampu mencontohnya.

Mukjizat ketiga, shalat yang diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Mukjizat shalat sampai sekarang masih tetap utuh, tidak ada pengurangan dan penambahan baik dari sisi bacaan maupun perbuatan. Lebih dari itu mukjizat shalat mampu mencegah segala bentuk kejahatan dan kemungkran dan mampu mencegah virus corona yang sedang melanda dunia.

Mulai dari berwudhu’, cuci tangan, berkumur, memasukkan air kehidung dan menghembuskannya kembali serta gerak gerik shalat mulai berdiri, ruku’ dan sujud. Termasuk di antara anjuran protokol kesehatan memutus mata rantai corona yang diungkap leh para pakar dalam dan luar negeri. Mukjizat terakhir ini wajib dijadikan uswah dan qudwah bagi umat Islam.

Hijrah Ke Habasyah. Pada bulan Rajab tahun ke 5 dari kenabian merupakan catatan sejarah umat Islam memperjuangkan agama Allah. Di saat umat Islam berada pada periode Makkah, mengalami tekanan, hinaan, ejekan, bahkan siksaan fisik luar biasa. Akhirnya Nabi  SAW memerintahklan para Sahabat berhijrah ke negri Habasyah.

Beliau bersabda; Sesungguhnya di Negeri Habasyah (Ethopia sekarang) terdapat seorang raja yang tak seorang pun yang dizalimi di sisinya, pergilah ke negerinya, hingga Allah membukakan jalan keluar bagi kalian dan penyelesaian atas peristiwa yang menimpa kalian (Fathul Bari 7;189).

Jumlahnya mereka menurut sebagian riwayat 15 orang, 11 laki-laki dan 4 perempuan. Di antara mereka adalah Ustman bin Affan dan Rukoyah binti Muhammad SAW. Nabi juga pada waktu yang sama mengirim surat untuk disampaikan kepada sang raja (Najasyi). ‘Ibrah peristiwa ini, Islam berkembang memerlukan tahapan, jihad dan pengorbanan.

Perang Tabuk, terjadi 19 Rajab 9 H. Tabuk adalah satu tempat di Utara Semenanjung Arab dimana Rasulullah SAW mengirim 30 ribu pasukan menghadapi pasukan Romawi. Perang Tabuk merupakan perang terakhir di masa Rasulullah.

Persiapan pasukan Islam sangat luar biasa dimana segala kekuatan dikerahkan, baik kekayaan, tenaga dan pemikirannya. Rasulullah SAW dan para Sahabat mempersiapkan segala kekuatan yang ada.

Harta kekayaan dihimpun dari bebagai lapisan masyarakat, sehingga di antara mereka ada yang memberikan harta seluruhnya. Seperti Abu bakar; ada yang separuhnya, seperti Ustman bin Affan ada sebagian kecilnya, tergantung kemampuannya. Hampir semua kaum Muslimin baik kaya maupun miskin turut serta menginfakkan hartanya, sampai mereka meneteskan air mata karena sedih tidak ikit bagian dalam berinfaq (baca surah At Taubah: 92).

Melihat persiapan yang begitu matang, Romawi terpecah secara berkelompok-kelompok. Karena ketakutana akhirnya Ailah Yuhanna (Pimpinan pasukan Romawi) mengajak berdamai kepada Rasulullah SAW.

Penaklukan Baitul Maqdis, pada bulan Rajab18 H, Umar bin Khatab telah menorehkan tinta emas masa kekhilafahannya dengan membuka Baitul Maqdis—Palestina kota yang telah sekian lama dikuasai orang Romawi. 500 Tahun kemudian diambil kembali oleh tentara salib meskipun hanya 60 tahun mereka menguasainya.

Pada bulan Rajab 583 H terjadi Perang salib merebut Baitul Maqdis yang dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyudib. Sebelum melancarkan serangan, Shalahuddin mengajak pasukan salib berdamai dengan membuat perjanjian yang disepakati kedua pihak.

Tetapi pasukan salib mengkhianati perjanjian, maka terjadilah perang salib. Shalahuddin menang dalam peperangan yang menewaskan 45000 pasukan salib.

Di bulan Rajab tahun 150 H lahir seorang keturunan Quraisy yang ilmunya memenuhi kolong langit (alhadis). Beliau adalah Muhammad Bin Idris Bin Abbas Bin Uthman bin Syafie . dikenal dengan sebutan Imam Syafi’i.

Lahir di jalur Gaza Palestina, sampai sekarang mazhabnya dianut di seluruh dunia sampai ke negeri kita. Karena kepintarannya, pada umur 20 tahun sudah bisa dipercaya untuk memberikan fatwa terhadap segala permasalahan umat Islam.

Peristiwa masuknya Islam di Andalusia. Pada bulan Rajab 92 H Musa bin Nushair sebagai gubernur di Afrika, saat itu, mengirim panglima perang yang handal Thariq bin Ziad memimpin 7000 pasukan untuk menguasai Andalusia atau Spanyol sebelumnya dikuasai oleh Romawi 3 abad lamanya. Wallahu ‘Alamubishshawab.   WASPADA

Sekretaris Dewan Fatwa Pengurus Besar Al-Washliyah Sumut

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2