Waspada
Waspada » PERANG PALESTINA, BUKAN PERANG ANTAR TUHAN
Al-bayan Opini

PERANG PALESTINA, BUKAN PERANG ANTAR TUHAN

 

Salah satu status yang saya baca di salah satu WAG mengatakan bahwa “Serangan Israel yang tidak bisa dilawan oleh Pelestina menunjukkan bahwa Tuhan orang Israel lebih hebat dari Tuhan agama selain Israel, atau Yahudi”. Kira-kira begitulah jika disederhanakan.

Betulkan ?
Harus diakui memang bahwa dunia terdiam, termasuk PBB yang ternyata tak kuasa, menahan serangan yang terus menerus dilakukan Israel ke daerah Pelestina. Tetapi serangan itu bukanlah serangan Tuhan, karena Tuhan tidak mungkin membunuh ciptaan-Nya secara sadis tak berprikemanusiaan, yaitu bangsa Pelestina.

Perlu dicatat bahwa di kalangan rakyat Pelestina, selain Islam ada juga yang Kristen, dan bahkan ada juga yang Yahudi. Jika alur pikir di atas diikuti, berarti Tuhan Israel lebih kuat dari Tuhan Islam, Tuhan Kristen, bahkan Tuhan orang Israel sendiri yang sudah bergabung dengan Pelestina, karena perkawinan misalnya.

Dan lagi, jika kemenangan ini dikaitkan dengan kekuasaan Tuhan, bukankah Israel itu baru ada sejak tahun 1948. Artinya, sebelumnya Tuhannya tidak berkuasa ?. Tentu tidaklah. Oleh karena itu, perang ini adalah perang politik, politik Zionisme yang ingin menguasai Palestina dan daerah sekitar sampai ke Iraq dan bahkan Saudi Arabia untuk jangka panjangnya.

Jika persoalan politik pasti ada pasang surutnya. Kedigjayaan Israel tentu karena dukungan beberapa adidaya. Jika di awal berdirinya ialah Inggeris dan kini Amerika, dan juga negara lain yang berpangku tangan seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi yang namanya kekuasaan tentulah ada takdirnya, atau batasannya.

Jika dulu Rumawi, Persi hebat, tetapi kini hanya tinggal puing. Begitu juga di Indonesia, ada kerajaan Sriwijaya yang kini hanya tinggal data sejarah. Paling ada nama klub sepak bola dari Palembang.
Jadi jika persoalan politik, kata kuncinya ialah kesadaran politik masyarakat.

Kapan muncul kesadaran politik orang Pelestina untuk bersatu, sehingga tidak ada Fatah dan Hamas, yang ada hanya Palestina. Persatuan itu pasti terjadi, jika Tuhan menggerakkan hati mereka dan mereja sudah berada di titik nadir.
Begitu juga negara-negara Arab sekitar, jika sasaran berikutnya adalah mereka, saat itu mereka akan sadar bahwa target berikutnya adalah mereka, dan saat ini tidak ada pilihan lain selain mempertahankan diri.

Saat itulah, kesatuan Arab akan terjadi. Semua itu adalah putaran sejarah, seperti disebut al-Qur’an surat Ali Imran/3: 140, yang artinya:
“Dan masa kejayaan dan kehancuran itu, Kami pergilirkan di antara manusia, agar mereka mendapat pelajaran”.
Begitulah al-Qur’an mencatat. Rumawi dan Persia jatuh muncul khilafah Islam. Umaiyah jatuh muncul Abbasiah.

Abbasiah jatuh muncul Syafawi, Mongol, Usmani, dan sebagainya. Syafawi jatuh muncul Syah Iran, Syah Iran jatuh muncul Khomeini, dan seterusnya. Maka dalam penyelesaian Palestina ini, satunya harapan ialah bersatunya Pelestina dan dunia Arab. Jika mereka bersatu, tak ada kekuatan yang bisa menghempangnya.

Maka bersatulah …
Sambil menunggu itu terjadi, maka saudarau Palestina bersabarlah. We stand with you, nahnu ma’akum fi dinil-Lah !.
…19-5-2021…

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2