Penyakit Hati

  • Bagikan
Penyakit Hati

Oleh Dr Nada Sukri Pane

“Langit dan Bumi tidak dapat meliputi-Ku. Hanya hati manusia yang dapat meliputi-Ku” (Hadis Qudsi)

Dalam hadis Qudsi lain, Allah berkata: “Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku”

Ada empat akibat yang diterima orang memiliki penyakit hati yaitu; Pertama, kehilangan cinta yang tulus. Cintanya selalu tak ikhlas, cintanya hanya karena sesuatu hal yang menguntungkan. Kedua, tidak akan bisa mencintai orang lain dengan benar. Dia tidak mampu mencintai keluarganya dengan ikhlas. Orang seperti itu agak sulit untuk mencintai Rasulullah. Bahkan sulit mencintai Allah.

Ketiga, kehilangan ketenangan bathin. Keempat, memiliki hati dan mata yang keras. Kelima, kehilangan kekhusyu’an dalam ibadah. Keenam, malas beramal ibadah. Ketujuh, senang melakukan dosa. Sebuah doa dari Rasulullah SAW berbunyi: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang apabila berbuat baik aku berbahagia dan apabila aku berbuat dosa, aku cepat-cepat beristighfar” (HR. Bukhari Muslim).

Kedelapan, suka marah. Orang yang suka marah jalan berpikirnya singkat, cepat dan tak tepat dan cenderung melakukan tindakan tak terpuji. Untuk mengatasi marah dengan jalan mengendalikan diri, memelihara kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan yang benar. “Tidaklah orang dikatakan kuat itu adalah orang yang pandai berkelai, tetapi orang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya” (HR. Bukhari Muslim).

Dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali berbicara tentang tanda penyakit hati. Pertama, memiliki ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmunya tidak berguna baginya dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah. Jika ada orang yang berilmu tapi tidak takut kepada Allah, berarti dia memiliki ilmu yang tidak bermanfaat. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang yang berilmu” (QS. Al Fatir: 28).

Kedua, mempunyai hati yang tidak bisa khusyuk. Dalam menjalankan ibadah, ia tidak bisa husyuk sehingga tidak bisa menikmati ibadahnya. Tanda lahiriah dari orang yang hatinya tidak khusyuk adalah matanya sulit menangis. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai jumud al-Ain (mata yang beku dan tidak bisa mencair). Orang saleh sebagai mereka yang seringkali terhempas dalam sujud dan menangis terisak-isak.

Ketiga, memiliki nafsu yang tidak pernah kenyang. Ia memendam ambisi yang tak pernah habis, keinginan serta keserakahan yang takkan terpuaskan. “Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat” (HR. Bukhari no. 6436).

Keempat, doanya tidak diangkat dan didengar Allah Swt. Doanya terhalang dengan berbagai penyakit hati yang iri, dengki, pemarah, sombong dan ujub. Sifat buruk itu bertebaran di sekeliling tubuhnya, menghalangi jalan doa menuju Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang hamba pasti dikabulkan selama tidak diiringi perbuatan dosa, memutuskan tali persaudaraan, dan selama ia tidak tergesa-gesa” (HR. Ahmad dan Muslim).

Sekedar perbandingan. Seorang pria tua ini sungguh baik hati, namanya Billy Ray Harris. Sehari-hari, Billy mengemis di pinggir jalan kota Amerika. Namun lihatlah kebaikan hatinya saat menemukan sebuah cincin yang sangat mewah. Pria ini menunggu setiap hari sang pemilik cincin. Beberapa hari kemudian, seorang wanita bernama Sarah mengaku pemilik cincin dengan menunjukkan surat cincin.

(Guru SMAN 16 Medan, Alumni Doktor PEDI UIN SU)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Penyakit Hati

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *