Parenting Islam

Parenting Islam
Oleh Tantomi Simamora

  • Bagikan

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Q.S Luqman: 13).

Sejarah Luqman diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu contoh atau teladan bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Pesan utama ayat tersebut menunjukkan pentingnya ilmu tauhid sehingga anak sebagai salah satu tumpuan harapan orang tua tidak mensekutukan Allah SWT.

Karena itu sebagai orang tua ketika diberi amanah oleh Allah Swt untuk memiliki anak, hendaknya bisa menjaga, memelihara serta mendidiknya dengan baik. Lebih dari itu, sebagai orang tua juga dituntut untuk memberi nasehat dan cara-cara yang baik dalam mendidik anak.

Hal ini memang tidak mudah, apalagi kemajuan teknologi serta derasnya pengaruh budaya asing saat ini seringkali menggerogoti watak atau pribadi anak sehingga sebagai orang tua dituntut untuk mengasuh anak dengan sebaik-baiknya.

Derasnya arus budaya asing dan pengaruhnya yang begitu kuat juga membuat para orang tua saat ini sulit untuk memahami karakter mereka. Intinya peran para orang tua saat ini sangat dibutuhkan untuk memberi perhatian lebih terhadap anak.

Sesibuk apapun orangtua saat ini harus memiliki sedikit parenting untuk anak. Kemudian sebagai orang tua, sejatinya juga sudah paham bahwa anak adalah investasi dunia akhirat yang sangat berharga.

Rasul SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (HR. Muslim).

Anak yang soleh adalah dambaan bagi setiap orang tua. Namun, untuk menjadikan anak yang soleh tidaklah mudah, memerlukan pola atau metode yang tepat, yaitu ilmu parenting.

Parenting adalah pola asuh yang dimiliki oleh orang tua, guru serta seluruh komponennya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya masing-masing.

Dalam konsep Islam, ilmu parenting adalah ilmu yang sudah tidak asing lagi, bahkan Islam mewajibkan untuk menjaga dan memlihara keluarga masing-masing, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At-Tahrim: 6).

Jadi cukup jelas bahwa Ilmu parenting adalah ilmu yang diwajibkan kepada hambanya yang beriman.

Ilmu parenting itu sangat luas, ada banyak sekali pola dan metode terbaik dalam mendidik anak, namun yang paling utama di antara parenting itu adalah akidah atau tauhid. Sebab masalah akidah adalah masalah keyakinan yang sangat mendasar, namun menentukan untuk kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat.

Coba kita perhatikan, ketika kita lahir diadzankan dan ketika kita wafat ditanya oleh Malaikat Munkar, “siapa tuhanmu”. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penanaman ilmu tauhid dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Ilmu tauhid harus terus terisi dalam setiap jiwa sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya.

Pentingnya menuntut ilmu tauhid sehingga para Rasul pun lebih mendahulukannya dari pada ilmu lainnya. Bahkan ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi, ajaran pertamanya adalah tauhid untuk mengesakan Allah SWT Firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan keimanan mereka dengan kezaliman (kesyirikan), maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” ( Q.S Al-An’am: 82).

Keutamaan parenting pertama dalam Islam sejatinya mendahulukan keimanan sehingga kelak imannya kokoh dan membentengi perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan seperti zaman sekarang.

Ilmu tauhid saat ini tengah menjadi satu kebutuhan yang sangat mendesak, terlebih dengan banyaknya budaya asing yang terus mempengaruhi karakter anak zaman sekarang, begitu juga aliran-aliran keagamaan yang semakin banyak sehingga terkadang anak bingung untuk mengikuti berbagai ajaran yang mengatas namakan Islam juga.

Namun, apabila anak sejak dini sudah dibekali dengan dasar-dasar dari keimanan, tentu ia tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam hakiki. Jika tidak sejak dini ditanamkan aqidah yang benar kepada anak, maka kelak mereka tidak mempunyai dasar-dasar islam, sehingga mudah saja dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam ajaran Islam.

Ilmu Tauhid adalah benteng pertahanan umat Islam dalam mengawali hidup dan kehidupan ini. Kemudian anak yang menjadi dambaan setiap orang tua, sejak dini harus ditanamkan parenting dalam bidang ilmu tauhid, agar kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi agama.

Pendidikan anak tidak hanya sejak dalam kandungan, tetapi sampai beranjak sewasa akan menjadi kewajiban orang tua, terlebih dalam urusan aqidah atau keimanan.

Semoga kita semua, terutama generasi selanjutnya selalu terbekali dengan parenting Islam sehingga memiliki kekokohan iman sehingga tidak pernah tersesat dalam kehidupan di dunia maupun di Akhirat kelak. WASPADA

(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM Kab. Tapanuli Selatan)

  • Bagikan