Neraka Yang Sangat Dingin
Oleh Dirja Hasibuan

  • Bagikan

“Inilah (azab Neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin” (QS. Shaad: 57)

Selain disiksa dengan minuman yang sangat panas, penduduk Neraka juga disiksa dengan minuman yang sangat dingin. Dalam Islam, Neraka tempat mengerikan untuk orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari nabi-Nya.

Di sana orang-orang yang berdosa akan dihukum atas perbuatannya selama hidup di Dunia, Neraka merupakan penjara bagi orang yang acuh akan berita tentang pengadilan Akhirat. Neraka digambarkan sebagai tempat penyiksaan yang sangat panas.

Mulai dari hawanya, hingga makanan dan minuman yang bisa merontokan badan siapapun yang memakan atau meminumnya. Selain siksaan yang sering digambarkan sangat panas dan membakar, di Neraka juga terdapat siksaan yang sangat dingin, begitu dinginnya Neraka tersebut, kulit para penghuni Neraka sampai lepas karena tidak kuat menahan dinginnya neraka.

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, dari Nabi saw bersabda, “Jika hari begitu amat dingin, lalu seorang hamba mengucapkan ‘Laa ilaha illallah, maa asyaddu bardin hadzal yaum: Allahumma aajirni min zamharir jahannam’ (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah begitu dingin hari ini. Ya Allah, selamatkanlah aku dari dingin bekunya Jahannam). Allah SWT kemudian berfirman kepada Jahannam, “Sesungguhnya di antara hamba-Ku, meminta perlindungan pada-Ku dari dingin bekumu, dan aku bersaksi padamu bahwa aku telah melindungi dari dingin tersebut.” Mereka berkata, “Apa itu zamharir Jahannam?” Dia menjawab, “Itu adalah rumah yang orang kafir dilemparkan di dalamnya, lantas mereka terasing karena saking dinginnya.”

Selain itu, dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Neraka berkata; ‘Ya Rabbi, kami memakan satu sama lainnya, (maka izinkanlah kami untuk bernapas!)’ Maka Allah mengizinkan untuk bernapas dua kali, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. Hawa yang amat panas, itu adalah dari panasnya Neraka. Hawa yang amat dingin, itu adalah dari dinginnya (dingin bekunya) Neraka.”

Begitu dinginnya zamharir itu, para penghuni Neraka sampai tersiksa hingga kulit-kulit mereka terlepas. Dari Ka’ab, ia berkata, “Sesungguhnya di Neraka terdapat dingin yaitu zamharir (dingin yang amat beku), yang ini bisa membuat kulit-kulit terlepas hingga mereka (yang berada di Neraka) meminta pertolongan pada panasnya Neraka.”

‘Abdul Malik bin ‘Umair berkata, “Telah sampai padaku bahwa penduduk Neraka meminta pada penjaga Neraka untuk keluar pada sisi neraka. Mereka pun keluar ke sisi, namun mereka disantap oleh zamharir atau dinginnya Neraka. Hingga mereka pun akhirnya kembali ke neraka.

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan ghossaq, sebagai pembalasan yang setimpal” (QS. An-Naba: 24-26). Ghossaq adalah cairan nanah yang dikeluarkan oleh tubuh para penghuni Neraka.

Cairan ini sangat berbau busuk menyengat, bahkan dalam sebuah hadis dikatakan bahwa jika satu ember ghossaq dilemparkan ke Dunia, maka seluruh Dunia akan berbau busuk. Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Yang dimaksud ghossaq adalah dingin beku dari Neraka, dan seseorang seperti terpanggang dengannya.” (Dosen FAI Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *