Muhasabah Usia Tua
Oleh Dirja Hasibuan

  • Bagikan

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Hud: 114).

Rasul SAW Bersabda: “Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Imam Ahmad dan Turmidzi).

Imam Hasan Al-Bashri ra berkata: “dunia itu hanya tiga hari. Adapun kemarin, sungguh dia telah pergi bersama dengan apa yang ada padanya. Adapun besok, maka barangkali kamu tidak bisa mendapatinya. Dan hari ini adalah milikmu, maka beramallah.

Imam Fudhail bin Iyadh ra berkata: “Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu, maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang.” (Hilyah Auliya, 8/113).

Imam Sufyan Ats-Tsauri ra. Berkata: “siapapun yang bermain-main dengan sisa umurnya, sama saja dia telah menyia-nyiakan hari untuk bercocok tanam dengan amal kebaikan. Siapapun yang sudah menyia-nyiakan hari untuk bercocok tanam dengan amal kebaikan, dia pasti akan menyesal pada saat memanenya (di hari kemudian)”. (Hifdzul ‘Umr, h.65).

Umur 40 tahun mau apalagi, selain taubat? Beberapa dosa yang mungkin sudah dilakukan: hura-hura sudah puas, gibah sudah sering, selfi sudah puas, cari uang sudah lama tapi sholat lalai, cari harta, jabatan, lupa zakat, pamer, riya sudah sering, tathayyur, syirik dan korupsi, riba, zina sudah pernah.

Batas ketaatan dan kesempurnaan akal di usia 40. Jangan lagi ditunda untuk bertaubat. Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman dan kelemah lembutanya. (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim, 6: 623). Ketika berumur 40 tahun, manusia cenderung tidak peduli apa pendapat orang lain tentang dirinya.

Dan, ketika berumur 60 tahun, tersadar bahwa tidak ada orang yang pernah memikirkan dirinya. Itu adalah mukaddimah bahwa tidak lama lagi prinsip “nafsi-nafsi” akan menjadi kenyataan, yaitu ketika mengawali kehidupan baru di alam barzakh.

Di era hyper-realitas seperti sekarang ini, ternyata, kebanyakan orang tidak memikirkan keadaan orang lain. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak berkhidmat menebar manfaat bagi manusia lainnya.

Usia 40 tahun disebut istimewa karena disebut secara khusus dalam al-Quran dalam al-Ahqaf: 15. Para ahli tafsir menerangkan usia 40 tahun disebut, karena manusia mencapai puncak kehidupannya. Baik secara fisik, intelektual, emosional, karya, maupun spiritualnya. Manusia yang berusia 40 tahun telah meninggalkan masa mudanya.

Pada usia 40 seringkali sifatnya stabil, mapan, dan kokoh. Karenanya, perilaku, karya, dan kontribusi hidup di usia ini akan menjadi tolok ukur manusia pada perjalanan hidup berikutnya. Keistimewaan yang ditunjukkan dalam sejarah Islam tentang usia 40 tahun.

Dalam QS. al-Qashash: 14 disebutkan, “Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan.”

Imam Ath-Thabari menjelaskan, “Sudah tiba waktunya bagi Musa untuk memiliki kekuatan dan keperkasaan yang paling prima. Itulah puncak keadaan dirinya yang dia tidak mungkin lagi untuk mengulanginya ataupun memilikinya lagi setelah berlalu. Itulah penghabisan masa muda, masa sempurnanya badan dan kejernihan pemahaman.”

Allah mengajarkan hamba-Nya untuk lebih banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Karena usia 40 tahun sudah tidak muda maka, permohonan pertama yang diajarkan adalah agar Allah memberikan ilham (inspirasi) untuk bisa terus bersyukur kepada Allah.

Mengingatkan kedua orangtua dan anak sebagai orang yang bisa senantiasa berbuat baik. Mendoakan kedua orangtua yang telah bersusah payah: mengandung, melahirkan, serta menyusui dan menyapihnya selama tiga puluh bulan.

Hendaklah memperbanyak amal kebaikan yang diridhai oleh Allah. Usia 40 tahun adalah masa awal seseorang memperbaiki diri. Usia 40 tahun adalah tonggak awal perbaikan diri seseorang. Ketika Allah mengajarkan doa dan pengakuan “Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau”, maka sesungguhnya Dia sedang mengingatkan kepada hamba-Nya agar ia banyak bertaubat di usia 40 tahun.

Karena usia mulai memasuki gerbang ketuaan, maka hendaklah ia lebih banyak merenung dan mendekatkan diri kepada Allah. Dimulai bertaubat dan menghentikan segala keburukan hidupnya menuju memperbanyak amal kebaikan.

Diajarkan Nabi Sulaiman as (baca an-Naml: 19), bahwa seseorang yang sudah berumur 40 tahun hendaklah lebih banyak bergaul dan bergumul dengan orang-orang saleh. “Wa adkhilniy birahmatika min ‘ibadika ash-shalihin/Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Seseorang yang berusia 40 tahun harus banyak berserah diri kepada Allah. Berusaha dan bekerja sungguh-sungguh. Berpasrah diri kepada Allah dan mendekatkan diri kepada Allah. Saat mulai usia 40 tahun seseorang mulai disadarkan dengan ketentuan dan kemahakuasaan Allah seiring berkurangnya kemampuan, baik secara fisik maupun psikis. WASPADA

Dosen FAI Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *