Setiap peristiwa tidak terlepas dari aneka faktor yang melatarinya. Jika dikaitkan dengan teori Sunnatullah (sebab akibat), terjadinya suatu akibat atau peristiwa tidak terlepas dari sebab sebelumnya. Di antara sebab terjadinya israk mikraj ialah wafatnya dua pendukung utama perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Muhammad Saw, yaitu sang paman Abi Thalib, dan sang isteri tercinta, Khadijah.
Kedua nama ini begitu penting dalam perjuangan risalah kenabian yang dibawanya. Jika Abu Thalib adalah pendukung moral dan politik, maka Khadijah adalah pendukung finansial dan psikologi. Abu Thalib adalah pengaman dirinya dan juga pengikutya, sehingga selama Abu Thalib masih hidup, Nabi selalu menemukan jalan penyelesaian dari setiap kebuntuan masalah.
Dalam suasana galau ini, Allah mengundang Nabi menghadap-Nya. Dengan pertemuan ini diharapkan kegalauan Nabi akan terobati, karena ia bertemu langsung dengan pemberi perintah mengembangkan risalah Islam. Kegalauan dan masalah demi masalah yang dihadapi bermula dari aktifitas risalah Islam, dan kini Nabi bertemu langsung dengan pembuat risalah. Tentu akan dapat menentramkan hati Nabi dalam suasana kegalauan ditinggal 2 pendamping utama tersebut.
Apa yang menjadi catatan ialah, mendekatkan diri atau mikraj kepada Yang Kuasa adalah salah satu metode penenangan jiwa. Kaum sufi menjabarkan metode ini dalam bentuk pengamalan zikir, baik dalam arti mengingat Allah maupun dalam arti menyebut asma-Nya, atau keduaya sekaligus. Bahkan dalam salah satu aliran tareqat, zikir juga mengandung arti “mengingatkan orang agar mengingat Allah”. Itulah sebabnya dalam berzikir mereka dilakukan dengan mengeluarkan suara keras-keras.
Suatu ketika ditanya “mengapa harus keras-keras”, secara reflek dijawab sesuai pengertian zikir ketiga di atas, yaitu “mengingatkan orang agar mengingat Allah”. “Masa sudah keras-keras gitu, Bapak tak ingat Allah”, katanya. Iya pula yaa…
Saya setuju, jika mikraj komtemporer dimaknakan sebagai mengingat Allah, dan juga sangat setuju jika mengingat Allah atau menyebut Allah dapat memberi ketenangan jiwa. Banyak teman punya pengalaman rohani dan saya coba mengamalkannya, salah satu metode penyembuhan insomnia ialah dengan berzikir. Sebutlah “Allah Allah” disertasi penghayatan dalam hati, insya Allah masih hitung ratusan akan tertidur.
Silahkan dicoba…!.
…7=3=2022..
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.