Oleh Tgk. Masrur, MA
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) diturunkannya al-Quran sebagaipetunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas berupa petunjuk danpembeda (al-haq dengan al-bathil)…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Bulan Ramadhan kita dianjurkan memperbanyak amal ibadah diantaranya membaca Al-Qur’an dan memiliki keutamaan tersendiri dan pahala yang berlipat ganda. Al-Qur’an merupakan petunjuk dan pedoman bagi semua umat muslim. Hidup dengan petunjuk berarti hidup di bawah cahaya terang benderang, ibarat lilin yang menerangi di saat gelap gulita.
Selain itu, banyak berzikir juga akan mendekatkan diri kepada sang pencipta. Allah SWT memerintahkan seseorang untuk banyak berdzikir menyebut nama Allah, contohnya setelah menyelesaikan suatu ibadah tertentu seperti shalat. “Jika kalian telah menyelesaikan Shalat, berdzikirlah (menyebut) Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring” (Q.S An-Nisaa’: 103).
Kesempatan beribadah di bulan Ramadhan kali ini tentunya kesempatan terindah dan terbesar tersebut tidak di miliki pada bulan lain selain syahrul mubarak ini. Rasulullah memberi khabar gembira tentang kemuliaan dan kelebihan Ramadhan sebagaimana di sebutkan dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah bersabda:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini” (HR.Ath-Thabrani).
Salah satu di antaranya yang juga termasuk dalam keutamaan bulan yang penuh berkah ini, dimana setiap ibadah dilipatgandakannya amal kebaikannya. Apabila seseorang mengerjakan ibadah sunnah di bulan Ramadhan, imbalannya memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Begitu juga seseorang mengerjakan amaliah wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib.
Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa tersebut sedikit pun. Di lipatgandaan pahlala itu sesuai dengan hadis Nabi SAW:
“Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban. Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya” (HR. Al-Mahamili dan Ibnu Khuzaimah).
Berdasarkan hadis di atas Allah memudahkan kita merealisasikan kelebihan dan kemuliaan bulan Ramadhan dengan berbagai perangkat: Pertama, Allah telah membuka pintu Surga selebar-lebarnya dan menutup pintu neraka serapat-rapatnya.
Kedua, Allah telah membelenggu para Setan. Ketiga, Allah mengabulkan doa hamba-Nya pada bulan Ramadhan. Keempat, amal ibadah seorang hamba pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan melebihi pada bulan selain Ramadhan.
Kelima, terdapat malam Lailatul Qadar (malam kemuliaan) lebih baik dari 1.000 bulan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan dan kini berada di bulan yang berkah ini dan selalu dirindukan kedatangannya setiap orang mukmin, karena bulan Ramadhan merupakan penghulu (sayyidusysyuhur) dari seluruh bulan dalam satu tahun.
Puasa memang ibadah yang amat istimewa. Hikmah dan kebajikannya bersifat multidimensional, tak hanya moral dan spiritual, tetapi juga sosial. Puasa tak hanya membentuk kesalehan pribadi (individual), tetapi sekaligus juga kesalehan sosial.Puasa memiliki dua semangat yang sangat baik dilihat dari perspektif pendidikan akhlak.
Pertama, semangat pencegahan (kaffun wa tarkun) dari hal-hal yang destruktif (al-muhlikat). Semangat yang pertama ini menjadi basis kesalehan individual. Kedua, semangat pengembangan alias motivasi dan dukungan (hatstsun wa `amalun) terhadap hal-hal yang memuliakan, konstruktif.
Hendaknya madrasah yang sedang kita jalani ini mampu melahirkan alumni Madrasah Ramadhan sosok sarjana bergelar “insan muttaqien”. Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq. (Komisioner KIP Pidie Jaya dan mantan Ketua LPPM IAI Al-Aziziyah Samalanga)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.