Menuju Pintu Ampunan

Menuju Pintu Ampunan

  • Bagikan

Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya, dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana” (QS. an-Nisaa’: 17)

 

Dalam surat Al Maidah ayat 39 Allah berfirman: Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah menawarkan ampunan kepada siapapun hamba-Nya pada bulan Ramadhan. Hanya hamba yang memohon ampunan yang akan memerolehnya. Walau tawaran ampunan Allah bersifat umum, ampunan Allah hanya dapat dikejar oleh masing-masing hamba.

Artinya seseorang hamba tidak dapat memohonkan ampunan untuk yang lainnya tanpa orang yang bersangkutan menempuh taubat. Anak yang berdosa tidak bisa ibunya yang minta ampun. Atau anak yang salah, orang tua tidak bisa berdoa agar Allah melembutkan hati anaknya, menentukan arahan, tapi yang menentukan anaknya apakah mau taubat atau tidak.

Firman Allah surat an Nisaa’ ayat 17. Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya dan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana.

Ampunan Allah itu ditujukan kepada siapapun manusia yang pernah melakukan kesalahan. Setiap manusia dapat melakukan kesalahan sehingga ia harus bertaubat karena mempunyai nafsu yang cenderung mendorong pada kesalahan.

Karena ada potensi nafsu maka ada kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang salah itu yang kembali ke jalan yang benar. Setelah bertaubat, tanda orang yang taubatnya diterima adalah menjadi orang yang aslah atau berubah menjadi lebih baik.

Allah SWT memberikan indikator, dia kembali ke jalan yang benar, meninggalkan perbuatan buruknya, setelah itu ada usaha pada dirinya untuk memperbaiki diri. Ciri utama taubatnya seseorang diterima: orang yang diterima taubatnya merasa tidak suka bila menemukan kesalahan terutama yang pernah dilakukan atau dikerjakan dengan berbagai maksiat dan kesalahan khususnya.

Misal seseorang yang pernah bergibah ia bertaubat, maka setiap ia mendengar atau melihat sesuatu yang terkait dengan gibah, ia tidak suka. Setiap manusia punya potensi untuk melakukan maksiat. “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Mahapengampun lagi Mahapenyayang” (QS. Yusuf: 53).

Manusia tidak bisa menganggap dirinya suci karena ada nafsu dalam dirinya. Jika berbuat kesalahan jalan satu-satunya segera tobat. Ciri orang yang diterima Allah tobatnya, ia beramal saleh. Merasakan kenikmatan shalatnya, kenikmatan membaca Al-Qur’an. “Tidak sadar ia teringat dosa-dosa hingga ia meneteskan air mata. Ya Allah saya pernah berbuat dosa, ke mana saja saya selama ini.    WASPADA

Dosen FAI, Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan