Menjemput Kebahagiaan

Menjemput Kebahagiaan
Oleh Dirja Hasibuan

  • Bagikan

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan” (HR. Imam Thabrani)

Kebahagiaan menjadi unsur terpenting yang patut untuk didapat dan dipertahankan. Ada banyak tuntunan yang bisa dilakukan agar kebahagiaan selalu hadir, salah satunya dengan berpikir positif.

                                             

Namun, hal itu berlaku untuk diri sendiri. Dalam Islam, salah satu cara meningkatkan iman dan takwa dianjurkan untuk senantiasa berbagi kebahagiaan pada orang lain. Pahala atau kebaikan yang diterima ketika membahagiakan orang lain:

Mendapat Pengampunan; Sama halnya dengan keutamaan zikir pagi, keutamaan membuat orang lain bahagia adalah mendapatkan pengampunan dosa dari Allah SWT. Hal ini tertulis dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah yang berbunyi.

“Barang siapa yang membahagiakan orang Mukmin lain, Allah SWT menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.”

Diberi Kemudahan Hidup; Keutamaan orang membuat orang lain bahagia dan mengangkat kesulitan orang lain akan diberi kemudahan hidup dan senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT.

Hadis Abu Hurairah, “Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya” (HR. Imam Muslim).

Mendapatkan Pahala; Membahagiakan orang lain akan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Membuat orang lain bahagia merupakan akhlak terpuji yang dicintai Allah SWT.

Diringankan Beban Pikirannya; Memberikan kebahagiaan kepada orang lain bisa meringankan beban yang ada di pikiran.

Hal itu dikarenakan energi positif yang lahir dari hati saat menyenangkan orang lain akan ikut memengaruhi pikiran, sehingga beban yang ada di dalam pikiran akan lebih ringan.

Umat Islam dianjurkan untuk saling tolong menolong dan memudahkan urusan orang lain. Dengan demikian, Allah akan melepaskan dirinya dari satu kesusahan pada hari kiamat kelak, serta akan memudahkannya di Dunia dan Akhirat.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang Mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari Kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di Dunia dan di Akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang Muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di Dunia dan di Akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya” (HR. Imam Muslim).

Menolong dan memudahkan urusan orang lain juga memiliki beberapa keuatamaan. Pertolongan Allah kepada seseorang juga tergantung pada pertolongan yang dilakukannya antar manusia. “Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (HR. Imam Muslim, Abu Daud Dan Turmidzi). WASPADA

Dosen FAI Univa Medan, GPAI SMKN 1 Lubukpakam, Pengurus MGMP PAI SMK Kab. Deliserdang

  • Bagikan