Menikah Sebagai Ibadah

  • Bagikan

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Q.S An-Nisa:1)

 

Allah SWT menciptakan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama memiliki banyak hikmah yang dapat kita ambil pelajaran berharga. Hal ini merupakan petunjuk bagi kita semua, agar manusia bisa saling mengenal, terutama kepada pasangan kita yang akan mendampingi untuk mengisi kehidupan ini.

Sebab dalam menjalani kehidupan ini pasti akan ada ujian-ujian yang menuntutut kita harus kuat dan sabar. Apalagi dalam memadukan dua hati yang berbeda, pasti akan ada proses untuk saling bisa paham. Di sinilah para pasangan suami istri dituntut untuk menjadi orang yang terbaik, baik bagi istrinya maupun kepada suaminya. Keduanya harus saling mengerti untuk menggapai rumah tangga yang penuh dengan barokah, mawaddah, sakinah warohmah.

Inilah salah satu keindahan ajaran agama Islam yang perlu kita pahami. Ketika kaum lelaki yang pada dasarnya menyukai wanita dan begitu juga sebaliknya, bahkan merupakan kebutuhan biologis manusia malah dituntut untuk segera melakukannya sesuai dengan aturan dalam ajaran Islam yaitu menikah.

Bahkan pernikahan dalam ajaran agama Islam bernilai sebagai ibadah. Ketika para pasangan suami istri berusaha menjadi yang terbaik untuk saling melayani dengan kasih sayang yang tulus, maka semua perbuatan itu bisa menjadi nilai ibadah karena dilakukan dengan ikhlas untuk menggapai ridho Allah SWT.

Firman Allah dalam Al-Qur’an: Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman (Q.S Al-Baqarah: 223).

Sebagai dalam ajaran Islam bahwa pernikahan adalah hubungan yang dilakukan antara suami dan istri yang telah halal. Salah satu tujuannya adalah untuk menghindari dari perbuatan keji seperti jina.

Dengan adanya kehalalan, maka terbukalah kesempatan emas untuk para pasangan untuk menggali nilai-nilai ibadah di setiap aktifitas yang mereka lakukan dengan ikhlas. Pernikahan juga sebuah janji suci untuk sama-sama berkomitmen dalam menjalani kehidupan.

Kemudian menikah juga bukan hanya sekedar proses untuk menghalalkan, tetapi dalam sebuah pernikahan terdapat haq dan kewajiban yang harus dilakukan bersama-sama. Maka ketika kewajiban itu tidak bisa dilaksanakan, pernikahan itupun tidak akan mewujudkan suatu ibadah.

Hal ini sangat perlu dipahami bahwa keduanya saling ketergantungan yang harus saling mengerti dan memahami, agar setiap aktifitas dalam sebuah pernikahan tidak menjadi sia-sia. Janji suci yang telah disebutkan harus benar-benar bisa dipegang untuk mempertahankan pasangannya masing-masing.

Pernikahan juga memerlukan kesabaran tingkat tinggi, karena dalam setiap pernikahan pasti ada rasa jenuh, bosan disebabkan banyak hal. Akan ada ujian-ujian yang pasti akan menyita pemikiran kita, tetapi ketika kita bisa melaluinya dengan baik, maka itu akan tercatat sebagai ibadah yang tidak terhingga nilainya.

Pernikahan adalah ibadah yang paling lama waktinya sehingga tidak ada batas ruang dan waktu, selagi kita melakukannya karena Allah, maka semua aktifitas dalam sebuab pernikahan adalah ibadah.

Seorang suami harus rela berkorban dan bertanggung jawab untuk mencukupi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya. Begitu juga istri harus memberikan pelayanan terbaik kepada suaminya serta menjaga diri dari hal-hak yang tidak baik sehingga suami senang dan nyaman ketika melihatnya.

Ketika terjadi permasalahan, maka semua kembalikan kepada Allah, dan takutlah kepada Allah. Ketika permasalahan rumah tangga disertai dengan rasa takut kepada Allah, kalaupun permaslahan itu belum bisa diselesaikan, tetapi paling tidak permasalahan itu akan bernilai ibadah.

Di sinilah para pasangan suami istri dituntut untuk menguatkan komunikasi sehingga keduanya mengerti dengan pesan-pesan walau tak tersampaikan. Menikah memang butuh perjuangan berat. Tetapi ketika dilakukan dengan ikhlas karena Allah bukan karena hawa nafsu saja, selain bernilai ibadah juga akan mendapatkan keberkahan hidup.

Inilah yang sesungguhnya buah pernikahan yang diharapkan dari setiap pasangan suami istri. Semoga pernikahan kita semua yang sudah berjalan dan juga yang sedang dalam perencanaan terhitung sebagai nilai ibadah yang berujung kepada keberkahan hidup.    WASPADA

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM Kab. Tapanuli Selatan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.