Mengatasi Masalah - Waspada

Mengatasi Masalah
Oleh Tantomi Simamora

  • Bagikan

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Q.S Al-Baqoroh:30).

Jauh sebelum manusia diciptakan, telah terjadi konflik antara para Malaikat dengan Allah SWT. Para Malaikat khawatir akan terjadi percekcokan pengrusakan, bahkan pertumpahan darah di muka bumi ini.

Namun, Allah SWT Mahamengetahui apa yang tidak diketahui mereka. Itulah kekuasaan Allah SWT, setelah manusia diciptakan, ternyata ada banyak hikmah yang bisa diambil sebagai pembelajaran.

Konflik tidak selamanya berujung kepada perselisihan, konflik bisa juga dijadikan sebagai ajang untuk bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Ketika kita bisa mengelola konflik, maka konflik itu bisa positif dan bermanfa’at, baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain.

Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini adalah memiliki hak dan tanggung jawab yang sangat banyak. Di dalam kehidupan ini, ia akan menemukan banyak konflik.

Jika ia seorang pekerja, maka ia akan menemukan konflik pada lingkungan pekerjaannya, jika ia guru, maka ia akan menemukan konflik pada lingkungan sekolah, jika ia seorang pemimpin, ia juga akan menemukan konflik pada SDM yang ia pimpin.

Intinya semua kita pasti akan menemukan konflik, bahkan seandainya ada manusia yang tidak memiliki beban apa-apa, justru konflik itu makin banyak, dan ia akan lebih sulit untuk mengatasi konflik pada dirinya.

Itulah kekuasaan Allah SWT yang sejatinya membuat kita semua bertafakkur untuk mengatasi konflik yang ada di sekitar kita. Tidak ada zona nyaman di dunia, selagi masih hidup, kita akan terus dipertemukan dengan berbagai konflik yang bisa saja berhasil, dan tidak tertutup kemungkinan untuk gagal.

Maka ada banyak manusia saat ini yang khawatir karena banyaknya konflik yang di hadapinya. Namun, bukan berarti kita harus lari dari konflik itu, karena hal itu justru akan mempersulit dirimu.

Ketika konflik itu semakin memuncak, maka semua harus dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian yang paling penting kita pahami, bahwa Allah SWT tidak akan mungkin memberikan ujian kecuali dengan kadar kemampuannya.

Mengatasi konflik itu memang tidak mudah, sebab ada banyak masalah yang dihadapi manusia, mulai dari masalah yang kecil sampai masalah yang sebesar-besarnya. Tapi paling tidak ada beberapa hal menurut Islam yang perlu kita siapkan ketika kita bertemu dengan konflik.

Pertama, meluruskan masalah dan mencari solusi. Sebab awal dari sebuah konflik adalah kesalahan informasi. Ketika informasi itu tidak benar, maka akan mengundang banyak masalah yang tentu akan menjerumuskan seseorang.

Tetapi ketika kita berhasil meluruskan informasi itu, maka masalah akan mudah terselesaikan dengan baik. Hal ini sesuai dengan penjelasan Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan” (Q.S Al-Hujurat : 6)

Kedua, memiliki kepribadian yang matang. Manusia memiliki posisi yang sangat penting di muka bumi ini, yaitu sebagai khalifah atau pemimpin, walaupun tidak memimpin banyak orang, tetapi paling tidak ia memimpin keluarganya ataupun menjadi pemimpin bagi diri sendiri.

Karena itu manusia mesti memiliki kepribadian yang matang, agar bisa menghindari konflik dalam kehidupannya dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pengaruh yang paling kuat yang bisa menjadi penyebab konflik adalah adalah lingkungan, apalagi di era globalisasi ini, kita semua dituntut untuk lebih kuat dan memiliki kepribadian yang matang.

Ketiga, ada rasa kasih sayang. Rasa kasih sayang yang ada pada suatu lingkungan tentu akan membawa kepada sebuah kedamaian dan aman. Sebaliknya Kurangnya rasa kasih sayang akan berakibat buruk, pastinya akan selalu ada konflik.

Karena orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang tentu ia tidak akan suka menolong orang lain, bahkan ia bisa saja menjadi sumber terjadinya konflik. Maka rasa kasih dan sayang sesungguhnya akan mewujudkan kedamaian.

Keempat, menghargai perbedaan. Perbedaan ide, budaya, sosial adalah salah satu pemicu terjadinya konflik, bahkan karena perbedaan bisa berujung kepada kekerasan fisik. Hal ini tentu tidak kita inginkan.

Karena itu kita harus bisa mengghargai segala perbedaan. Meskipun ada perbedaan di antara kita semua, tetapi jangan sampai perbedaan itu menjadi jurang yang akan memisahkan.

Kelima, pendidikan karakter. Penopang utama kemandirian agar terhindar dari konflik adalah karakter yang baik, tanpa pendidikan karakter maka kepandaian, keterampilan, serta kecerdasan akan menjadi individualistis , material dan sekular.

Apalagi jika kita perhatikan fenomena perkembangan peradaban manusia zaman sekarang secara global menunjukkan berbagai gejala indikasi minimnya kesadaran sehingga terjadi banyak konflik.

Kemudian pendidikan karakter juga harus diimplementasikan dengan nilai-nilai agama. Sebab pendidikan agama sejatinya bisa menjinakkan hati manusia untuk berbuat baik bagi diri sendiri maupun orang lain sehingga pada akhirnya nanti akan menjadi pribadi yang tangguh dan manusiawi.(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM Tapanuli Selatan)

  • Bagikan