Mendidik Anak Sholeh

  • Bagikan

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Q.S Luqman: 13).

Sejarah Luqman diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu contoh atau teladan bagi para orangtua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Pesan utama ayat tersebut menunjukkan pentingnya ilmu tauhid sehingga anak sebagai salah satu tumpuan harapan orang tua tidak menyekutukan Allah SWT.

Karena itu sebagai orang tua ketika diberi amanah oleh Allah SWT untuk memiliki anak, hendaknya bisa menjaga, memelihara serta mendidiknya dengan baik. Lebih dari itu, sebagai orang tua juga dituntut untuk memberi nasehat dan cara-cara yang baik dalam mendidik anak.

Hal ini memang tidak mudah, apalagi kemajuan teknologi serta derasnya pengaruh budaya asing saat ini seringkali menggerogoti watak atau pribadi anak sehingga sebagai orang tua dituntut mengasuh anak sebaik-baiknya. Derasnya arus budaya asing dan pengaruhnya yang begitu kuat juga membuat para orang tua saat ini sulit memahami karakter mereka.

Rasul SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya” (H.R Muslim).

Anak yang soleh adalah dambaan bagi setiap orang tua. Namun, untuk menjadikan anak yang soleh tidaklah mudah, memerlukan pola atau metode yang tepat, yaitu ilmu parenting. Parenting adalah pola asuh yang dimiliki oleh orang tua, guru serta seluruh komponennya untuk memberikan pendidikan kepada anaknya masing-masing.

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S At-Tahrim: 6).

Ilmu parenting itu sangat luas, ada banyak sekali pola dan metode terbaik mendidik anak, namun yang paling utama di antara parenting itu adalah akidah atau tauhid. Sebab masalah akidah adalah masalah keyakinan yang sangat mendasar, namun menentukan untuk kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat.

Coba kita perhatikan, ketika kita lahir diadzankan dan ketika kita wafat ditanya oleh Malaikat Munkar, “siapa Tuhanmu”. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya penanaman ilmu tauhid dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Ilmu tauhid harus terus terisi dalam setiap jiwa sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya.

Pentingnya menuntut ilmu tauhid sehingga para Rasul pun lebih mendahulukannya dari pada ilmu lainnya. Bahkan ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali berdakwah secara sembunyi-sembunyi, ajaran pertamanya adalah tauhid untuk mengesakan Allah SWT.

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan keimanan mereka dengan kezaliman (kesyirikan), maka mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk” ( Q.S Al-An’am : 82 ).

Ilmu tauhid saat ini tengah menjadi satu kebutuhan sangat mendesak, terlebih dengan banyaknya budaya asing dan aliran keagamaan sehingga terkadang anak bingung untuk mengikuti berbagai ajaran yang mengatasnamakan Islam.

Namun, apabila anak sejak dini dibekali dasar-dasar dari keimanan, tentu ia tidak akan mudah terpengaruh hal yang tidak sesuai nilai Islam hakiki. Jika tidak sejak dini ditanamkan akidah yang benar, kelak mereka tidak mempunyai dasar-dasar Islam, sehingga mudah saja dipengaruhi orang yang tidak bertanggungjawab dalam ajaran Islam.

Ilmu Tauhid adalah benteng pertahanan umat Islam dalam mengawali hidup dan kehidupan ini. Kemudian anak yang menjadi dambaan setiap orang tua, sejak dini harus ditanamkan parenting dalam bidang ilmu tauhid.

Pendidikan anak tidak hanya sejak dalam kandungan, tetapi sampai beranjak sewasa akan menjadi kewajiban orang tua. Semoga kita semua, terutama generasi selanjutnya selalu terbekali dengan parenting islam sehingga memiliki kekokohan iman sehingga tidak pernah tersesat dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.

(Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM Kab. Tapanuli Selatan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.