Waspada
Waspada » Membela Palestina Oleh Alexander Zulkarnaen
Al-bayan

Membela Palestina Oleh Alexander Zulkarnaen

(Ketua Deputi Ikadi Sumut, Wakil Ketua Majelis Dakwah PW Al Washliyah Sumut)

 

Tidak ditekankan bepergian kecuali kepada tiga Masjid. Masjidilharam, Masjid Al-Aqsha dan Masjid Nabawi (HR. Bukhari Muslim)

 

Jika ditanya, kenapa Palestina wajib dibela? Pertanyaan ini penting diajukan karena ternyata hari ini tidak sedikit orang salah kaprah bersikap terhadap nestapa negeri yang terjajah ini. Alih-alih membela dengan dukungan dana bahkan jiwa, malah sekadar mengutuk keras agresi Zinonis Israel pun tak kuasa bersuara.

Ada beberapa alasan kenapa setiap insan beriman wajib membela Palestina. Pertama, Palestina merupakan negara di mana berdiri Masjid Al Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam dunia. Sejak diwajibkannya shalat pada malam Isra’ Mi’raj di tahun kesepuluh kenabian, umat Islam shalat menghadap Masjid Al Aqsha sebagai kiblat pertama.

Perintah menghadap Masjidilharam dalam shalat baru datang setelah tujuh belas bulan tiga hari lamanya menghadap ke Baitul Maqdis (Al Aqsha). Ditandai turunnya Wahyu Allah SWT “Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya” (QS. Al-Baqarah: 150). Masjid Qiblatain di Madinah menjadi saksi sejarah perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidilharam di Makkah.

Kedua, Palestina adalah bumi Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. Perjalanan Isra’ dimulai dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian dilanjutkan perjalanan Mi’raj dari Masjidil Aqsha naik ke langit ketujuh sampai di Sidratul Muntaha menjemput perintah shalat fardhu lima waktu.

Allah SWT mengabadikan perjalanan spiritual maha dahsyat ini melalui firman-Nya, “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya” (QS. Al-Israk: 1).

Ketiga, Palestina adalah tempat agung yang terdapat di dalamnya Masjid suci ketiga dalam Islam. Setelah Makkah sebagai tempat suci pertama karena terdapat di dalamnya Masjidilharam dan Madinah dengan Masjid Nabawinya, maka Palestina menjadi suci yang ketiga dengan keberadaan Masjid Al Aqshanya.

Sebuah hadis Nabi membuktikan keagungannya sebagaimana di awal tulisan. Tentu saja perintah berkunjung ke Masjid Al-Aqsha merupakan spirit untuk senantiasa menjaga dan membelanya.

Belum lagi nilai pahala shalat di tiga Masjid paling suci di bumi ini yang mencengangkan kita semua. Ratusan bahkan ribuan kali lipat dibandingkan dengan shalat di masjid selainnya. Bahkan dalam riwayat Abdullah bin Amr bin Ash, Nabi SAW pernah bersabda:

“Sesungguhnya ketika Nabi Sulaiman membangun Baitul Maqdis, (Beliau) memohon kepada Allah SWT tiga perkara. Pertama, beliau memohon kepada Allah SWT agar (diberi pertolongan) dalam memutuskan hukum yang menepati hukum-Nya, lalu dikabulkan. Kedua, beliau meminta kepada Allah SWT agar dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan. Ketiga, beliau meminta kepada Allah SWT bila selesai membangun masjid (Aqsha), agar tidak ada seorangpun yang ingin shalat di situ, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya. (Dari ketiga permohonan itu) yang dua telah dikabulkan. Dan aku berharap, yang ketiga pun dikabulkan oleh Allah SWT” (HR. Nasa’i, Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim dan Baihaqi).

Keempat, karena Muslim Palestina adalah saudara setubuh kita. Bukankah Nabi kita telah menjelaskan secara gamblang, “’Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam” (HR. Bukhari Muslim).

Sangat wajar jika kemudian kita semua marah, geram dan turut merasakan pahit, perih dan getirnya penderitaan ketika menyaksikan dengan mata telanjang tentang kebiadaban dan kebuasan bangsa keturunan kera (QS. Al-Baqarah 65 dan Al-A’raaf 166) zionis Israel laknatullah terhadap saudara kita di penjara paling luas di dunia yakni Palestina.

Jangan sampai ketidakpedulian terhadap saudara kita di bumi jihad Palestina membuat kita tidak lagi beriman. “Siapa saja yang tidak perhatian terhadap urusan kaum Muslimin, maka tidak termasuk bagian dari mereka.”

Kelima, warga Palestina juga manusia. Untuk membela Palestina tidak harus menjadi Muslim, cukup berdiri bersamanya sebagai sesama manusia. Hal ini juga menjadi pernyataan legenda juara kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov ketika mengajak dunia untuk membantu dan memberikan dukungan terhadap negara Palestina.

Allahu musta’an.#SavePalestine#AlAqsaUnderAttack#SaveSheikhJarrah#PrayForPalestine #SelamatkanAlAqsha #GazaUnderAttack.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2