Manajemen Menjadi Pribadi Yang Unggul

  • Bagikan
Manajemen Menjadi Pribadi Yang Unggul

Oleh Drs M. Ridwan Hisda Aljangkawi, MPd.
Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Lhokseumawe

“Bersegeralah memohon ampun kepada Tuhan-mu yang telah menyediakan Surga seluas langit dan bumi, diperuntukkan bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak baik diwaktu yang lapang atau (diwaktu) atau (diwaktu) yang sempit dan yang (mampu) menahan amarah, dan (juga) mampu memaafkan orang lain, dan Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang-orang yang apabila (terlanjur) berbuat dosa atau mendhalimi diri sendiri, segera menginghat Allah dan memohon ampun kepada-Nya atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni atas dosa-dosa selain Allah, dan mereka (berjanji) untuk tidak meneruskan dosa-dosanya itu, sedang mereka mengetahui, Balasan bagi mereka ampunan dari Tuhan mereka dan Surga yang mengalir dibawahnya Sungai-Sungai dan kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal (QS. Ali-Imran 133-136)

Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik manusia ialah yang bermanfa’at bagi manusia yang lain. Dari sabda Rasulullah SAW di atas, dapat kita pahami, apa kira-kira bantuan yang dapat kita berikan kepada seseorang sehingga dia terlepas dari beban yang sedang dialaminya, atau kekurangan yang dimilikinya?

Menurut penulis, pertama, bantuan finansial bagi orang-orang yang bermasalah dengan keuangannya, namun sebatas kemampuan yang kita miliki, memberikan pencerahan tentang ilmu agama jika mumpuni kita memiliki ilmu agama yang melebihi yang bersangkutan, tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri dari keterpurukan, serta mendorong dan memberi semangat untuk bangkit kembali seperti sebelumnya. Dan menyemangati untuk selalu beribadah dengan benar, sekurang-kurangnya kita anjurkan untuk selalu shalat berjamaah lima waktu, selalu bersedekah walau sekecil yang dia miliki, dan hendaknya dia suka memaafkan siapa saja, serta bertanggung jawab penuh kepada keluarganya jika dia sudah berkeluarga. Itulah bantuan yang maksimal yang dapat kita berikan kepada seseorang, sehingga kita mendapat predikat sebagai manusia yang bisa memberi manfa’at kepada orang lain.

Sebagai kesimpulan, untuk menjadi pribadi yang unggul, menurut Al-Quran dan Sunnah Rasul SAW, dibutuhkan beberapa kriteria, antara lain sebagai berikut: Untuk mencapai predikat pribadi yang unggul, baik laki-laki atau perempuan harus memiliki kemampuan :

Pertama, beriman dengan benar, tidak terkontaminasi dengan keyakinan dan kepercayaan, kecuali hanya mengaku satu-satunya tempat bergantung dan bneribadah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, Esa dalam Zat-Nya, Esa dalam sifat-Nya, Esa dalam perbuatan-Nya, dan Esa dalam segala hal yang tersandar kepada-Nya.

Kedua, selalu bertakwa hanya kepada Allah semata. Sebagai tolak ukur yang bisa dikategorikan sebagai pribadi yang bertakwa ialah pertama selalu berusaha untuk melaksanakan shalat berjama’ah lima waktu. Kedua, suka menolong orang lain, ketiga, selalu berinteraksi di tengah-tengah masyarakat dengan semangat gotong royong dan juga rajin melakukan ibadah-ibadah Sunnah seperti puasa Senin Kamis, Puasa Yaumil Bid (13, 14, 15) hari Kelelender Hijriyah, dan ibadah-ibadah Sunnah lainnya.

Ketiga, mampu mengurus dan memenej keluarganya dengan baik di tengah masyarakat, jika sudah berkeluarga. Mampu menjaga dirinya jika yang bersangkutan masih bujangan. Keempat, mampu berinteraksi sosial di tengah masyarakat, walaupun belum bisa menjadi idola di masyarakat.

Kelima, selalu bahkan setiap saat bertobat kepada Allah dengan sealu beristighfar, jika terlanjur mengucakan kata-kata yang salah atau terlanjur berbuat dosa yang tidak disengaja.

Keenam, suka berinfak baik ketika lapang ataupun sempit, dan hendaknya suka bersedekah setiap hari walau sekecil apapun. Ketujuh, mampu menahan amarah ketika sedang marah. Kedelapan, suka dan senang membantu orang lain, dalam bentuk apapun. Kesembilan, jika terlanjur berbuat dosa, segera mengingat Allah dan memohon ampun kepada-Nya, serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan apapun pada kedepannya.
Kesepuluh, bertekad untuk selalu menjadi pribadi yang baik dikalangan masyarakat sehingga menjadi pribadi yang bisa diteladani oleh masyarakat sekitarnya, terlebih menjadi pribadi yang baik dimata Allah SWT.

Kesebelas, berusaha untuk selalu bermanfaat bagi orang lain dalam hal yang dapat dilakukannya. Keduabelas, bertawakkal hanya kepada Allah setelah berusaha dan berupaya semaksimal mungkin. Ketigabelas, Mampu memberi pencerahan dalam bidang ilmu agama bahkan ilmu sosial kemasyarakatan secara universal.

Jika kita memiliki tigabelas karakter seperti di atas, insya Allah dan boleh jadi kita akan menjadi seorang manusia yang memiliki pribadi yang unggul di tengah masyarakat, bahkan mungkin akan dikenal secara nasional, bahkan di dunia internasional, dan akhirnya bisa memasuki Surga-Nya Allah dan kekal di dalamnya.

Penulis selalu terkesima, ketika ada kata-kata Surga yang mengalir Sungai-sungai di bawahnya, sehingga berimajinasi seolah-olah Surga itu lantainya kaca yang tembus pandang, dan di bawahnya ada air yang mengalir. Ketika kita duduk di dalamnya dan memperhatikannya pemandangan tersebut, sampai kita takjub terheran-heran karena indah sekali pemandangannya, yang membuat kita akan berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk memasukinya Surga Allah. Jika ingin menggapai Surga-Nya Allah, raihlah ketigabelas sifat atau karakter tersebut di atas. Semoga Bermanfa’at. Wallahu A’lam Bishahawab.


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Manajemen Menjadi Pribadi Yang Unggul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *