Makna Pergantian Tahun

  • Bagikan

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (Akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18)

Pergantian tahun adalah hal yang sudah pasti, tetapi bukan berarti kita pasrah dengan keadaan. Justru kita harus banyak bertanya, sudahkah kita berbuat untuk kebaikan, apalagi yang kita lakukan untuk memperbaiki sekaligus inropeksi diri terhadap apa yang sudah kita lakukan sebelumnya.

Sebagai umat Islam sudah sejatinya setiap pergantian tahun berzikir dan bersyukur kepada Allah SWT, karena masih diberikan kesempatan mengarungi kehidupan. Tidak memperingati tahun baru dengan hura-hura sehingga muncul-lah budaya asing tidak sesuai nilai Islam.

Intropeksi diri yang paling sederhana adalah mempertanyakan diri kita dari mana, untuk apa dan mau kemana? Mudah-mudahan dengan tiga ini saja, dan apabila sudah benar-benar memikirkan dan menyadari sepenuhnya dengan iman yang kokoh, maka seseorang akan terus mengevaluasi diri dan meningkatkan kualitas amalnya setiap saat.

Terutama yang terakhir, bahwa semua manusia akan dikembalikan kepada Allah dengan persiapan-persiapannya selama di Dunia, dan itulah penentuan akhir dari ibadah manusia.

Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap ada hidup pasti ada mati dan seterusnya. Pergantian bulan dan tahun sudah jelas tidak bisa dihindari dari kehidupan, maka lazimnya seorang Mukmin menyadari, bahwa pergantian tahun adalah dalam rangka menghabiskan umur yang diberikan Allah SWT.

Mengakhiri tahun bukan berarti melupakan masa lalu, bahkan kita perlu melihat ke belakang dalam rangka memperbaiki diri dan melakukan apa yang belum terlaksana. Keduanya harus sejalan.

Terlebih zaman sekarang yang terus menggelobal ini, terus dihadapkan berbagai ujian yang begitu komplek. Seharusnya pergantian tahun ini bisa menjadi momentum yang sangat tepat bagi umat Islam untuk melakukan perbaikan diri untuk melakukan perubahan di masa depan.

Kita semua tentu sangat berharap adanya perubahan diri yang terus mengarah kepada kebaikan secara bertahap tahun demi tahun yang pada gilirannya nanti akan terbangun kepribadian yang mantap.

Namun, di tengah sibuknya aktivitas, terkadang semua jadi terabaikan, karena belum mengkuatkan niat untuk berubah menjadi yang terbaik. Jika rencana yang kita rancang belum juga tercapai bahkan gagal berkali-kali, maka jangan mudah untuk menyerah, karena menyerah bukanlah solusinya.

Bukankah sebuah kesuksesan selalu ada kegagalan di dalamnya? Jadilah orang kuat dalam pendirian, meskipun tahun lalu kita sudah mengalami kegagalan berkali-kali. Tapi jadikanlah kegagalan tersebut pembelajaran yang berharga dalam hidup menuju sebuah kemajuan.    WASPADA

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid/PDM Kab. Tapanuli Selatan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.