Lukmanul Hakim Millenial
Oleh Tgk Helmi Abu Bakar el-Langkawi

  • Bagikan

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahamengetahui” (QS. Luqman: 16)

Sosok Luqman adalah seorang pria yang diberkahi dengan kebijaksanaan pengetahuan serta kefasihan dalam bertutur kata, terutama saat menyampaikan nasehat. Dia menjadi panutan terbaik untuk anaknya karena pertama mengamalkan setiap nasihat yang akan disampaikan.

Dengan pribadi yang mulia itu, Allah telah meninggikan kedudukannya sehingga segala nasehat senantiasa diungkapkan olehnya telah dicatat dalam Al-Qur’an sebagai pedoman bagi generasi sesudahnya. Dalam ayat 15, Luqman telah menanamkan pada anaknya pentingnya mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Tuhan dengan landasan yang benar.

Pemilihan teman dan lingkungan yang baik juga memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. Orang tua perlu memastikan anak-anak mereka bergaul dengan pribadi yang santun karena sifatnya mudah mempengaruhi teman dekatnya sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW:

Seseorang mengikuti agama (cara hidup) temannya. Maka seharusnya salah satu dari kalian mengamati dengan siapa dia berteman.

Anak sebagai amanah Allah, kehadiran anak ditengah keluarga harus disyukuri. Salah satu cara mensyukuri anak, orang tua mau mendidiknya dengan baik agar menjadi generasi yang berkualitas.

Dijelaskan di dalam surat Al Azab ayat 33 bahwa Rasul SAW selalu menekankan keteladanan dibandingkan dengan nasehat. Keteladanan menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan karakter sehingga anak tidak kehilangan figur dalam membangun identitas diri.

Sehubungan dengan pengetahuan yang didapat orangtua pada kegiatan parenting education dalam keluarga, orangtua terutama ibu sangat dibutuhkan perannya dalam mendidik anak-anaknya dilingkungan keluarga.

Orangtua berperilaku sebagai sosialisasi primer akan menjadi panutan bagi anak sehingga orangtua memiliki kualitasi diri yang unggul dan anak-anak akan berkembang sesuai harapan orangtua.

Lukmanul Hakim salah satu tokoh pendidikan yang diabadikan Dalam Alquran, setidaknya berdasarkan surat Lukman ada beberapa konsep pendidikan menurutnya, di antaranya:

Pertama, adalah pendidikan tauhid yang dijelaskan dalam surat Luqman ayat 13.“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”

Pendidikan pertama yang harus ditanamkan pada anak adalah ketahuhidan berlandaskan Aswaja atau pendidikan tauhid ala Tastafi yang digagas Syekh Hasanoel Basri ulama dan mursyid tarekat era millenial.

Kedua, adalah pendidikan akhlak kepada Allah, orang tua, pada diri sendiri dan orang lain sebagaimana dijelaskan surat Luqman ayat 14-15.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Ketiga, adalah pendidikan ibadah mahdhah sebagaimana dijelaskan surat Luqman ayat 17: Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Keempat, adalah pendidikan ibadah ghairu mahdhah atau kesalehan sosial yakni dengan adanya seruan berbuat makruf dan mencegah kemungkaran sebagaimana surat Luqman ayat 17 di atas. Kelima, melatih kecerdasan sebagaimana digambarkan dalam ayat 16 di awal tulisan.

Lukman telah memberikan sebuah model pendidikan yang sangat relevan direalisasikan di era milenial ini, hendaknya kita sebagai orang tua dna pendidikan bisa menjadikannya sebagai salah satu acuan utama membentuk kepribadian yang mulia pada setiap anak karena telah diakui oleh Allah SWT.

Esensi metode pendidikan yang diterapkan oleh Luqman memang telah memenuhi prinsip-prinsip utama dalam Islam yang melibatkan prosedur yang sebenarnya dalam membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Mari menjadi seorang ayah dan pendidik berhati Lukmanul Hakim. Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq.(Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga dan Guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga serta Ketua Ansor Pidie Jaya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *