Waspada
Waspada » Larangan Saat Jimak
Al-bayan Headlines

Larangan Saat Jimak

Oleh Dirja Hasibuan

 

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu” (QS. al-Baqarah: 222)

Ada aktivitas seksual dengan istri (jimak) yang dilarang agama, di antaranya: hubungan seks ketika istri sedang haid. Perlu dipahami bahwa saat istri sedang haid, sebaiknya tidak melakukan hubungan. Jika dipaksakan, maka dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual.

Ketika haid, maka coba untuk melakukan aktivitas seksual lainnya. Namun, sesuai kaidah ajaran Islam. Melakukan hubungan melalui dubur tidak dianjurkan. Di dalam surat Al-Baqarah ayat 223 telah dijelaskan bahwa suami diizinkan untuk aktivitas seksual yang sesuai dengan kaidah agama, namun tidak melalui dubur.

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

Yang dimaksud dengan tanah bercocok tanam, menurut Ibnu Abbas, adalah maudhu’al walad atau tempat anak (rahim). Penjelasan ini tercantum dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir. Ibnu Katsir menafsirkan makna “sekehendakmu” bukan berarti bebas sama sekali. Tetap ada ketentuan yang tidak boleh dilanggar yaitu harus terjadi di tempat yang sepatutnya.

Rasulullah Muhammad SAW secara tegas menyatakan tentang keharusan hubungan dilakukan lewat faraj (vagina). “Datangilah dia (istri) dengan cara apapun selama di faraj.” Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri melalui duburnya” (HR. Imam Abu Dawud dan Nasai). Vagina di sini diartikan sama seperti ladang yang apabila ditanam biji-bijian dapat tumbuh dengan subur.

Menggunakan alat bantu seks termasuk perilaku menyimpang yang dilarang. Alat bantu seks yang cukup banyak variasinya sering digunakan untuk meningkatkan gairah seksual selama berhubungan. Penggunaan alat bantu seks termasuk perilaku menyimpang yang diharamkan syariat Islam.

Hal ini dikarenakan mencari kepuasan seksual yang sesuai syariat hanya bisa dilakukan pasangan suami istri. Di dalam surat Al Ma’arij ayat 29-31, dijelaskan secara tersirat. “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”

Berselingkuh, termasuk ke zina muhsan. Zina muhsan termasuk salah satu zina yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah. Dalam arti, seseorang yang telah menikah sebaiknya sentiasa menjaga diri dari yang bukan mahram.

Hubungan pasangan suami istri merupakan kebutuhan. Allah SWT membebaskan sepasang suami istri untuk berhubungan dengan banyak metode. Melakukan hubungan adalah salah satu bentuk ibadah.

Dalam hadis riwayat Muslim, para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (berhubungan suami istri) maka mendapat pahala?”.

Rasulullah SAW menjawab: “Apa pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah dia mendapatkan dosa. Maka demikian pula jika dia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka dia memperoleh pahala”.

Ibnu Qayyim al Jauziy menjelaskan ada tiga tujuan pokok jimak. Pertama, memelihara dan melestarikan keturunan. Kedua, mengeluarkan air yang apabila ditahan akan dapat menimbulkan mudharat pada tubuh. Ketiga, menyalurkan nafsu seksual dan memeroleh kenikmatan. Karena jimak merupakan ibadah yang memiliki tujuan baik, maka pelaksanaannya juga harus sesuai adab.   WASPADA

Dosen FAI UNIVA Medan, Guru SMKN 1 Lubukpakam

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2