Waspada
Waspada » Khatam Al-Qur’an Dan Anjurannya
Al-bayan Headlines

Khatam Al-Qur’an Dan Anjurannya

Oleh H. Muhammad Nasir Lc, MA

Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash ia berkata bahwa Nabi Muhammamad SAW. pernah bersabda; Barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an pada permulaan siang maka malaikat bershalawat sampai sore dan barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an pada akhir siang, maka malaikat bershalawat kepadanya sampai Subuh.

Khatam Al-Qur’an maksudnya adalah kegiatan membaca Al-Qur’an mulai dari surah Al- fatihah sebagai surah pembuka hingga surah An-nas sebagai suarah penutup. Bila bacaan tersebut berurut hingga selesai maka kegiatan tersebut dinamakan khatam Al-Quran.

Membaca Al-Qur’an sampai khatam adalah sebaik baik amal dan sebaik baik ibadah. Diriwayatkan dari Anas Bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda; sebaik-baik amaliah adalah membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir.

Ada kebiasaan seseorang membaca Al-Quran, hanya memilih ayat-ayat tertentu untuk jadi wirid pada hari tertentu. Seperti hanya mengambil surat Yaa-sin untuk dijadikan bacaan setiap malam Jum’at atau lainnya. Karena mengangap surat Ya-sin adalah sebagai jantungnya Al-Qur’an demikian juga surat Al-Kahfi, surah Al-Mulk, surah Al-Waqi’ah dan lainnya dengan keutamaannya tersendiri.

Kebiasaan ini tidak dinafikan kebaikannya, termasuk perbuatan terpuji, dipastikan akan mendapat pahala dari sisi Allah SWT, meskipun tanpa berniat ibadah. Karena ibadah yang tidak memerlukan niat adalah membaca Al-Quran. Tetapi alangkah baiknya kebiasaan memilih surah tertentu untuk dijadikan sebagai wirid lebih ditingkatkan dengan cara membaca Al-Qur’an secara berkesinambungan meskipun hanya beberapa ayat tetapi sampai khatam.

Karena anjuran untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dimulai sejak awal diturunkan Al-Qur’an kepada para sahabat sahabat Nabi Muhammad SAW. Telah diriwayatkan Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqash ia berkata bahwa Nabi Muhammamad SAW. pernah bersabda; Barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an pada permulaan siang maka malaikat bershalawat sampai sore dan barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an pada akhir siang, maka malaikat bershalawat kepadanya sampai Subuh.

Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW. bersabda; barang siapa yang membaca Al-Qur’an sampai khatam, maka Allah akan menanam sebuah pohon dalam surga. Kalau ada burung gagak yang bertelur (menetas) ditangkai (daun) pohon itu, kemudian terbang, pasti akan ingat orang yang telah pikun sebelum tangkai itu patah.

Hadis ini walaupun diperselisihkan ulama kesahihannya, tetapi dapat kita ambil suatu keutamaan. Bagi orang yang selalu mengkatamkan Al-Qur’an dia akan memetik hasil dari pohon yang tanam oleh Allah didalam surga kelak dan didunia ini dia akan terhindar dari pikun disaat dia pada usia tua.

Diriwayatkan dari Qatadah bahwa ada seseorang yang sedang memabaca Al-Qur’an di masjid Nabawi dan Ibnu Abbas selalu mengawasi orang tersebut. Ketika orang itu sudah memasuki juz terakhir lalu ia mengajak orang-orang yang hadir untuk menyaksikan khataman Al-Qur’an yang dibacanya.

Di riwayat lain disebutkan mereka berkata, “rahmat segera turun”. Sebab itu para ulama menganjurkan bagi pembaca Al-Qur’an jika ia telah mengkhatamkan Al-Qur’an untuk segera mengumpulkan anggota keluarganya turut menyaksikan acara khataman tersebut.

Hal ini pernah dilakukan oleh Anas bin Malik ketika dia sudah mengakhiri surah surah terakhir dalam Al-Qur’an, ia mengumpulkan dan mengundang keluarganya untuk turut menyaksikan bacaan khataman Al-Qur’an.

Tata cara mengkhatamkan Al-Qur’an diatur oleh para ulama berdasarkan praktek yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di antaranya anjuran untuk membaca takbir pada awal surah Addhuha alasannya karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah.

Diriwayatkan dari Ubai bin Ka’ab dari Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya Beliau apabila bacaannya sampai pada akhir surah Addhuha, Beliau mengucapkan takbir di antara dua surah samapai khatam Al-Quran.

Tetapi para ulama berbeda pendapat dalam membaca takbir pada setiap surah. Begitu juga diam antara dua surah. Para ulama menganjurkan untuk diam sejenak sebelum melanjutkan surah berikutnya, kemudian membaca bismillah sebelum melanjutkan surah. Ada juga pendapat sebagia ulama, bahwa tidak boleh diam setelah membaca takabir tanpa menyambungkannnya dengan ucapan basmallah.

Apabila selesai mengkhatamkan Al-Qur’an diikuti dengan bacaan sanjungan dan shalawat kepada Nabbi Muhammad SAW. Kemudian memuji Allah SWT dengan menyebut nama nama-Nya dalam asmaul husna. Menurut tradisi khataman yang dilaksanakan di negeri ini diiringi dengan bacaan takhtim dan tahalil.

Terakhir ditutup dengan doa yang warid dari nabi Muhammad SAW. Tidak ada ketentuan doa apa yang mesti dibaca. Sebab itu bila kita lihat cetakan Al-Qur’an yang beredar di kalangan masyarakat kita ada banyak versi.

Ada Al-Qur’an yang tidak mencantumkan doa khatam Al-Qur’an sama sekali seperti Al-Qur’an cetakan Saudi Arabia. Ada pula yang mencantumkan doa yang dikutip dari hadis-hadis yang warid doa Nabi Muhammad SAW, meskipun doanya tidak ada kaitannya khatam Al-Qur’an. Ada yang mencantumkan doa khatam Al-Qur’an dengan sangat detail meskipun tidak warid dari Nabi Muhammad SAW.

Bagi penulis, doa apapun yang dibaca sama ada yang berhubungan dengan khataman atau tidak ada kaitan sama sekali, tidak akan mengurangi keutamaan mengkahatam Al-Qur’an. Jika mampu, khatamkanlah Al-Qur’an seminggu sekali, jika tidak mampu sebulan sekali (one day one juz), jika tidak mampu setahun sekali jika tidak mampu sekali seumur hidup. Wallahu ‘alamubishshsawab. Waspada

Sekretaris Dewan Fatwa Penguru Besar Alwashliyah

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2