Ketangguhan Aiyub Alaihisallam Inspirasi Kesuksesan - Waspada

Ketangguhan Aiyub Alaihisallam Inspirasi Kesuksesan

  • Bagikan

Ketika tubuhnya hampir habis digerogoti ulat kecuali sedikit bagian mulut dan lidah Beliau yang tersisa, baru Aiyub as berdoa: “Ya Allah SWT ampunilah diriku dan angkatlah penyakit ini karena aku takutkan bila mulut dan lidahku rusak, takut nanti aku tidak dapat berzikir dan menyebutkan nama-Mu”

Tangguh sering diterjemahkan sebagai kekuatan yang tiada mampu dikalahkan dari sisi fisik. Bahkan ada yang menerjemahkan sebagai kekuatan yang sangat ditakuti oleh pihak lawan. Pernyataan tersebut ada benarnya, namun tangguh yang sesungguhnya bagi manusia Muslim yaitu kemampuan optimal untuk melaksanakan kewajiban diberingi dengan kesabaran terhadap apapun hasil yang diperoleh, sehingga diraihnya tingkat ketakwaan yang optimal.

Nabi Aiyub Alaihisalam merupakan sosok insan yang cukup taat di masanya. Ia memiliki tubuh yang kuat dan harta yang banyak juga diberikan tujuh pasang anak yang cerdas lagi kaya oleh Allah SWT. Dengan rezeki yang melimpah ia tidak ada sedikitpun sifat sombong apalagi fasik. Setan menjadi sangat iri hati terhadap keadaan tersebut. Ketaatannya disinalir oleh setan karena ia diberikan materi yang berlimpah oleh Allah SWT. Sehingga ia meminta kepada Allah untuk mengambil hartanya agar ia tidak lagi taat.

Walau setan sudah dikutuk karena kesombongannya Allah Yang Mahapengasih dan Penyanyang mengabulkan permintaan setan tersebut. Dengan izin-Nya harta benda yang dimiliki oleh Aiyub as secara bertahap lenyap satu persatu sampai Aiyub as menjadi miskin, namun Aiyub as masih tetap taat beribadah sebaimana sebelumnya.

Ketaatan Aiyub as masih diprasangkakan oleh setan karena dibantu oleh anak-anaknya yang berjumlah tujuh lelaki dan tujuh perempuan. Sehingga setan meminta kembali kepada Allah SWT untuk mengambil anak-anak Aiyub semuanya agar ia tidak ada lagi yang membantunya dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu perkiraan setan bahwa Aiyub as akan kecewa dan putus asa, sehingga ia tidak taat lagi. Untuk membuktikan bahwa pikiran negatif setan Allah SWT masih mengabulkan permintaan tersebut. Namun Aiyub as tidak berkurang sedikitpun ketaatannya kepada perintah Allah SWT.

Setan memang tidak pernah berhenti dalam merealisasikan kedengkiannya dengan harapan kelak ia memiliki banyak teman di Neraka Jahannam. Maka ia meminta izin kepada Allah untuk membuat tubuh Aiyub as menderita sakit. Sehingga setan memasuki tubuh Aiyub dan meniup hawa panas agar ia merasa kepanasan sehingga tidak nyaman. Atas izin Allah SWT ia menyebarkan bibit penyakit yang menyebabkan hampir semua tubuh Aiyub as membusuk yang dihinggapi ulat cukup banyak. Setiap ia bilikkan badan ditempat tidurnya, keluar ulat dengan bau busuk dari tubuh Aiyub as. Walau penyakit menyerangnya begitu parah ia tetap beribadah dengan khusuk dan ikhlas.

Namun ketika tubuhnya hampir habis digerogoti ulat kecuali sedikit bagian mulut dan lidah Beliau yang tersisa, baru Aiyub as berdoa: “Ya Allah SWT ampunilah diriku dan angkatlah penyakit ini karena aku takutkan bila mulut dan lidahku rusak, takut nanti aku tidak dapat berzikir dan menyebutkan nama-Mu”. Yang Beliau khawatirkan ia tidak mampu beribadah, bukan karena ingin tubuh sehat untuk lainnya. Beliau pada dasarnya malu untuk meminta kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak rahmat, taufik dan hidayah-Nya. Beliau sangat sangat tangguh dan bertekat untuk menerima apapun cobaan yang diberikan Allah SWT kepadanya. Ketaatan itulah yang membuktikan bahwa memang beliau manusia yang sangat mulia.

Kisah yang terjadi tersebut menegaskan bahwa ketaatan Aiyub as bukan karena telah diberikan berbagai kenikmatan kepadanya, namun ketakwaan itu memang harus dilaksanakan dengan iklas dengan kondisi apapun yang Allah SWT jadikan terhadap dirinya. Atas keikhlasan terhadap cobaan yang sangat luar biasa tersebut, Allah SWT mengabulkan permintaan Aiyub as dengan menyembuhkan penyakitnya sebagaimana sediakala. Seharusnya Setan malu karena prasangkanya mengira Aiyub as taat karena telah diberikan harta serta kenikmatan yang banyak. Namun praduga setan tersebut lebih dikarenakan kedengkian yang begitu besar menyelimuti seluruh tubuhnya. Sehingga benar adanya, bahwa manusia yang memiliki rasa iri hati dalam tubuhnya merupakan teman dan saudara dekatnya Setan yang terkutuk.

Selain menyembuhkan, Allah SWT juga mengembalikan kekayaan kepada Aiyub as. Dimana Beliau kembali dapat melaksanakan sadakah, infak wakaf serta berbagai ibadah lainnya dengan baik dan lancar. Bahkan Allah SWT mengembalikan anak-anak Aiyub as dengan cara membuat istrinya lebih sehat dan kuat agar dapat melahirkan secara bertahap sebagai mana ia pernah punya anak empat belas orang. Selain memperoleh anaknya yang saleh dan salehah sebagai ganti terhadap anaknya yang sudah meninggal dalam keadaan husnul khatimah, istrinya semakin sehat dan kuat untuk mendidik anak-anaknya.

Rahmat dan karunia Allah SWT selalu dilimpahkan dengan kenikmatan berlipatganda kepada makluk yang selalu mensyukuri serta berprasangkan baik kepada Allah SWT. Balasan yang diberikan bukan hanya di Akhirat, namun di Dunia juga ditunjukkan kepada manusia yang bertakwa. Begitu juga kepada yang mengingkari kebenaran dari Allah SWT atau yang sering disebut sebagai orang kafir, munafik atau fasik yang tidak mau melaksanakan segala perintahnya akan diazab baik di Dunia maupun Akhirat kelak yang lebih pedih lagi. Keingkaran terhadap kebenaran yang begitu nyata merupakan kesombongan yang amat luar biasa sesat seperti yang telah ditunjukkan oleh setan yang terkutuk.

Petunjuk yang dirangkaikan begitu indah dalam Alquran merupakan mukjizat yang begitu agung sebagai pintu untuk meraih kesuksesan bagi mahluk yang berakal, yaitu mereka yang ingin memperoleh kemenangan yang hakiki. Bukan kemenangan semu sebagaimana diperoleh dari berbagai perlombaan atau permainan Dunia yang lebih mengedepankan nafsu dan mengarah kepada keriyaan serta kesombongan yang dibuat manusia.

Tangguh yang sebenarnya adalah komitmen nyata atas petunjuk Ilahiyah untuk melaksanakan semua perintah dan meninggalkan larang-Nya dengan mengharap keridhaan dari Allah SWT. Sehingga apapun ujian atau cobaan yang dihadapinya disikapi dengan kesabaran. Selalu berusaha keras untuk tidak mengedepankan keinginan memperoleh pujian manusia yang akan menjurus kepada ria dan sombong. Karena ria dan sombong merupakan pakaian setan yang membuat ia dilaknat oleh Allah SW.

Moga kita tidak termasuk dalam katagori makluk yang sombong dan ketangguhan Aiyub as menjadi suri tauladan yang dapat kita petik hikmahnya untuk dapat kita iimplementasi dalam kehidupan nyata agar memperoleh kesuksesan sebagaimana yang difirmankan Alquran dan Assunah. Aamiin.

  • Bagikan