Kekuatan Doa

  • Bagikan

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186)

Berdoa tidak boleh bosan. Bahkan kita dianjurkan untuk terus berdo’a kepada Allah SWT. Mungkin saat ini do’a kita belum dikabulkan oleh Allah SWT, mungkin besok atau lusa dan di lain waktu mungkin akan dikabulkan.

Jangan sampai berputus asa atas rahmat Allah SWT, sebab Allah Mahamemiliki semuanya. Jika kita sudah berusaha dan berdo’a dengan sungguh-sungguh, namun yang kita cita-cita kan belum juga terwujud, mungkin itulah yang terbaik diberikan oleh Allah, sebab Allah memberi sesuai dengan kebutuhan bukan berdasarkan keinginan.

Menurut ayat di atas, orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah hanya orang-orang kafir, yang tidak meyakini akan kekuasaan Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87).

Selalu berdoa kepada yang Mahapencipta adalah salah satu tanda hubungan manusia dengan Tuhannya sudah semakin dekat. Sebab dengan berdo’a, seorang hamba akan semakin mengakui kekuasaan-Nya.

Doa merupakan mekanisme pertahanan diri yang paling kuat. Karena di dalam doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT terselip sebuah pengharapan untuk menjaga diri dari keputus asaan. Kita juga bisa mencari ketenangan dengan doa, sebab dengan berdoa berarti kita telah mencurahkan isi hati kita kepada Allah SWT. Melalui doa, kita juga terlatih untuk mengucapkan syukur, dan dengan bersukur tentu rezeki akan ditambah oleh Allah SWT.

Jika kita kaitkan dengan mendidik anak, maka doa memiliki peranan penting dalam memberikan pengajaran kepada anak. Sebab dengan mengajari anak berdoa maka sama halnya kita telah banyak mengajari anak bersyukur, tidak putus asa, bertauhid, optimis dalam menjalani kehidupan dan lain-lain. Bahkan terkadang doa bisa mengalahkan segala metode untuk sebuah pembelajaran.

Jangan pernah kita meremehkan kekuatan doa karena kekuatan doa itu sangat luar biasa. Itulah mengapa salah satu cara mendidik anak ala Rasulullah adalah dengan mendoakan anak. Pada metode pertama, bila anak sulit diatur dan nakal maka berdoalah.

Berdoa untuk kebaikan anak, agar anak bisa menjadi lebih baik. Doakan pula anak agar masa depannya cerah, dilindungi dan diridhai oleh Allah SWT. Selain itu, para orang tua juga dapat berdoa agar diberi kesabaran serta pertolongan selama proses mendidik anak.

Jika antara anak dengan orang tua, anak didik dengan gurunya, dan sesama Muslim saling mendo’akan, tentu kita semua akan terhubungkan dengan do’a juga yang tentunya akan mendapatkan kedamaian yang hakiki. Sebab tidak mungkin orang yang saling mendo’akan saling bermusuhan.    WASPADA

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu “Darul Mursyid”/PDM Kab. Tapanuli Selatan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.