Oleh Nursawalina Harahap
“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)” (HR. Muslim)
Dendam adalah keinginan yang kuat untuk membalas kejahatan atau penderitaan yang dialami seseorang. Dendam termasuk sikap yang tidak terpuji dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Sebab pikirannya akan selalu terbebani dengan perasaan cemas bagaimana caranya membalaskan dendamnya. Bahkan seseorang bisa stress dan depresi akibat rasa dendam tersebut.
Dalam Islam, dendam sangat dibenci oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana hadist di atas bahwa orang yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah orang-orang yang menyimpan dan memelihara dendam. Tentunya, kalau perbuatan itu sudah termasuk ke dalam perbuatan yang dibenci oleh Allah, maka hanya akan mendatangkan dosa dan malapetaka. Sebagai seorang muslim hendaknya kita harus dapat membendung bahkan mengusir rasa dendam ini, jika ia hendak mampir di diri kita. Sebab, mudharatnya jauh lebih banyak, sedang manfaatnya tidak ada.
Di antara mudharat dari rasa dendam, yaitu : pertama, amarah yang berlebihan. Dendam itu tumbuh dari kemarahan, yakni amarah yang terus meluap dan tidak dapat ditahan oleh hawa nafsu. Amarah yang berlebihan sama sekali tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan sebaliknya menahan amarah merupakan sifat terpuji. Kedua, memutus silaturahmi. Dendam akan membuat hubungan menjadi renggang, dan hal itu dapat memutus silaturahmi. Sementara “Tidak akan masuk surga pemutus silaturahmi” (Muttafaq ‘Alaihi). Bahwa seseorang yang memutus silaturahmi akan dijauhkan dari pintu Surga.
Ketiga, memiliki iman yang lemah. Iman sesorang dapat terpancar dari tingkah lakunya. Semakin kuat imannya, maka akhlaknya akan semakin baik. Jadi, orang yang menyimpan dendam menunjukkan bahwa imannya melemah. Keempat, jauh dari rahmat Allah. Orang yang menyimpan dendam akan semakin lemah daya imannya. Dan dengan melemahnya iman sesorang, maka rahmat Allah pun akan semakin menjauh. Semakin kita mendekat kepada Allah SWT, maka Allah akan semakin melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Untuk itu, buanglah rasa dendam dari hatimu, agar harimu tetap dirahmati Allah.
Kelima, dekat dengan kesombongan. Orang yang dendam identik dengan orang yang sombong. Mengapa? Sebab ia menyombongkan kekuatannya. Ia merasa ia cukup tenaga dan pikiran untuk membalaskan dendam kepada sesorang yang mungkin telah membuatnya sakit hati. Terkadang kita lupa, bahwa semua yang kita alami datangnya dari Allah, namun terkadang harus melibatkan orang lain atau melalui perantaraan orang lain. Sebab kita adalah makhluk sosial. Kesalahan orang lain dihadapkan kepada kita harusnya kita jadikan sebagai pelajaran untuk kita dapat berubah menjadi lebih baik lagi. Bukan malah marah berapi-api ingin membalaskan dendam. Sungguh orang-orang yang demikian, hatinya telah dipenuhi oleh bisikan syaitan.
Dendam merupakan perbuatan yang sangat tidak disukai Allah. Sebab rasa dendam mendatangkan banyak mudharat, baik bagi si pendendam maupun bagi orang yang ia dendami. Terdapat lima mudharat dari dendam, yaitu : amarah yang berlebihan, memutus silaturahmi, memiliki iman yang lemah, jauh dari rahmat Allah, dekat dengan kesombongan.
Semoga kita semua termasuk ke dalam hamba-Nya yang terhindar dari rasa dendam dan segala mudharatnya, agar kita menjadi hamba-Nya yang selalu dirahmati-Nya. Aamiin
(Guru Pesantren Unggulan Terpadu Darul Mursyid Tapanuli Selatan)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.